Logo BeritaSatu

Fahri Hamzah Dukung Gagasan Keadilan Restoratif Jaksa Agung

Rabu, 15 September 2021 | 23:37 WIB
Oleh : Yudo Dahono / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Belum lama ini, Jaksa Agung ST Burhanuddin dikukuhkan sebagai Guru Besar Tidak Tetap Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto, Jumat (10/9/2021). Ia dianugerahi gelar profesor kehormatan karena dinilai berhasil menerapkan restorative justice dalam sistem peradilan pidana Indonesia.

Fahri Hamzah beranggapan bahwa gagasan Jaksa Agung mengenai keadilan restoratif tersebut patut mendapatkan tanggapan dari Presiden Joko Widodo dan DPR RI. Keadilan restoratif akan mengubah drastis wajah sistem peradilan pidana di Indonesia.

Burhanuddin mengenalkan gagasan hukum berdasarkan hati nurani. Yakni, cara mewujudkan keadilan hukum yang hakiki dengan berpijak pada kemanfaatan dan kepastian hukum secara bersamaan dengan melibatkan komponen hati nurani.

“Bentuk kristalisasi agar hukum berdasarkan hati nurani teraplikasi dengan baik, maka saya selaku penuntut umum tertinggi mengeluarkan Peraturan Kejaksaan Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2020 tentang keadilan restoratif,” katanya dalam pidato pengukuhannya.

Hasilnya, lanjut Burhanuddin, hingga Agustus 2021 sudah terdapat 304 perkara yang berhasil diselesaikan berdasarkan keadilan restoratif. Dengan kata lain, dalam setiap hari hampir ada 1 perkara yang bisa selesai dengan jalan damai antara pelaku, korban, dan masyarakat.

Sejauh ini banyak akademisi, praktisi maupun tokoh masyarakat yang memberi tanggapan positif atas gagasan dan kebijakan tersebut. Langkah Burhanuddin dianggap fenomenal. Sebab, di samping telah menghadirkan keadilan bagi masyarakat bawah dalam kasus tindak pidana ringan, di sisi lain juga menunjukkan usaha serius bagi penegakan kasus besar seperti korupsi Asabri dan sebagainya.

Tanggapan semacam itu antara lain diberikan oleh Fahri Hamzah. Melalui akun twitter pribadi @Fahrihamzah, ia mengurai pokok-pokok pikiran Jaksa Agung seraya menyebutnya sebagai solusi atas kekakuan penerapan hukum selama ini.

“Saya membaca utuh pidato pengukuhan Guru Besar Jaksa Agung di UNSOED 10/9/2021 kemarin. Pidato ini memberi harapan bagi masa depan penegakan hukum demokratis di Indonesia, sesuatu yang sedang ditunggu,” tulis Fahri, Selasa (14/9/2021) malam.

Menurut Fahri, gagasan Jaksa Agung memiliki arti sangat penting yang akan mengubah wajah sistem peradilan pidana di Indonesia. Pasalnya, sudah terlalu lama Indonesia mengadopsi dan menjalankan sistem hukum kolonial yang retributif, yakni berorientasi pada penghukuman atau pemidanaan.

“Kita sudah merdeka bahkan beralih menjadi negara demokrasi modern tapi hukum masih otoriter,” ungkapnya.
Bukan tanpa alasan Fahri memberi tempat tersendiri pidato Jaksa Agung di hatinya. Selaku mantan pimpinan Komisi Hukum DPR RI 2009-2014, ia cukup memahami persoalan sistem hukum yang mesti dibenahi.

Bahkan di penghujung masa jabatannya sebagai wakil ketua DPR RI tahun 2019, ia bersama anggota DPR lainnya hampir saja mengesahkan revisi UU KUHP dan UU Lembaga Pemasyarakatan.

Namun, dua proses revisi yang telah mengadopsi paradigma hukum modern itu ternyata harus gagal dan tertunda karena satu dan lain alasan. “Saya menyambut tinggi ketika ide-ide besar itu ternyata landas dalam pikiran Jaksa Agung,” tandasnya.

Karena itu, Fahri memandang pikiran tersebut mesti diarusutamakan agar menjadi mazhab politik hukum baru dalam sistem peradilan Indonesia. Pikiran itu juga perlu mendapat respon lanjutan dari Presiden Joko Widodo dan legislator DPR RI, termasuk lembaga yudikatif agar melahirkan langkah-langkah yang lebih taktis dan strategis bagi penyempurnaan sistem hukum di Indonesia.

“Saya mengucapkan terima kasih pada Jaksa Agung Prof. Dr. ST Burhanuddin atas pikiran besar ini. Mari kita aplikasikan dalam kehidupan nyata, dan selamat atas gelar baru sebagai Professor ilmu keadilan restoratif di Unsoed. Vivant Professores!,” tutup Fahri.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Kematian Akibat Kanker Hati Diprediksi Meningkat 55% pada 2040

Jumlah orang yang mengidap dan kematian akibat kanker hati di seluruh dunia akan meningkat lebih dari 55 persen pada tahun 2040.

NEWS | 7 Oktober 2022

Fraksi PSI DPRD DKI Kritisi Lagi Banjir Jakarta

Fraksi PSI DPRD DKI menegaskan tidak pernah ada kemajuan yang berarti dalam penanganan banjir Jakarta selama era Gubernur Anies Baswedan.

NEWS | 7 Oktober 2022

Rizky Billar Bantah KDRT, Polisi: Silakan Saja Membantah

Rizky Billar membantah telah melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap istrinya, Lesti Kejora.

NEWS | 7 Oktober 2022

Soal Mafia Tanah di Kotabaru Kalsel, Ini Respons Menteri ATR/BPN

Menteri ATR/BPN Hadi Tjahjanto merespons laporan Sawit Watch atas dugaan mafia tanah di Kotabaru, Kalsel.

NEWS | 7 Oktober 2022

Dua Warga Rusia yang Cari Suaka di AS Tiba di Alaska

Dua warga Rusia yang mencari suaka di AS tiba di sebuah pulau terpencil di Alaska, menurut dua senator pada Kamis (6/10/2022).

NEWS | 7 Oktober 2022

Stok Vaksin Covid-19 Menipis, Dinkes DKI Minta Opsi Relokasi

Dinkes DKI Jakarta meminta opsi relokasi vaksin Covid-19 dari daerah lain. Hal itu untuk mengantisipasi stok vaksin Covid-19 yang mulai menipis.

NEWS | 7 Oktober 2022

Malaysia Kategorikan Permen Karet Pengganti Rokok Tidak Beracun

Malaysia memasukkan pengganti nikotin berupa patch atau permen karet sebagai produk “tidak beracun” untuk membantu perokok berhenti merokok.

NEWS | 7 Oktober 2022

Pasien Covid-19 Dirawat di RSDC Wisma Atlet Tersisa 20 Orang

Pasien Covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, hingga hari ini tersisa 20 orang.

NEWS | 7 Oktober 2022

Ribut Warisan, Anak dan Bapak Bunuh Lima Anggota Keluarga

Warga di Desa Marga Jaya, Kabupaten Way Kanan, Lampung digegerkan pembunuhan satu keluarga yang menewaskan lima orang gara-gara warisan.

NEWS | 7 Oktober 2022

Soal Capres 2024, Sekjen PDIP Tegaskan Ganjar Tetap Tunggu Keputusan Megawati

Terkait PSI yang mengusung Ganjar Pranowo sebagai capres, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menegaskan Ganjar menunggu keputusan Megawati Soekarnoputri.

NEWS | 7 Oktober 2022


TAG POPULER

# Jokowi tak salami kapolri


# Banjir Jakarta


# MTsN 19 Jakarta


# Tersangka Tragedi Kanjuruhan


# Mamat Alkatiri


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Fraksi PSI DPRD DKI Kritisi Lagi Banjir Jakarta

Fraksi PSI DPRD DKI Kritisi Lagi Banjir Jakarta

NEWS | 8 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings