Eks Napi: Ada Pabrik Narkoba Jenis Sabu di Lapas Kelas I Tangerang
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Eks Napi: Ada Pabrik Narkoba Jenis Sabu di Lapas Kelas I Tangerang

Kamis, 16 September 2021 | 20:17 WIB
Oleh : Tim Beritasatu.com / EHD

Tangerang, Beritasatu.com - Kasus kebakaran yang terjadi di Blok C2 Lapas Kelas I Tangerang, Rabu (8/9/2021) pekan lalu menggoreskan cerita tentang bagaimana kerasnya hidup dalam balik penjara.

Terlebih sebelum terjadinya kebakaran yang menewaskan 49 orang warga binaannya itu, Lapas Kelas I Tangerang sempat geger tahun lalu usai kaburnya seorang gembong narkoba asal Tiongkok, Cai Changpan yang kabur pada Senin (14/9/2020) dengan menggali terowongan dan kabur melalui selokan yang ada di sekitar Lapas.

Dan berita kebakaran yang terjadi di Lapas Kelas I Tangerang itu kembali mengusik kisah seorang mantan warga binaan (narapidana) berinisial Anto (nama samaran) tentang bagaimana kehidupan yang dijalaninya saat berada di Lapas yang dijuluki Lapas Tangerang baru itu.

Anto berkisah, beberapa narapidana yang meninggal dalam peristiwa itu adalah rekannya selama dirinya mendekam di dalam dinginnya tembok penjara.

"Si Epi, Kusnaedi, si Jenong yang jadi korban tewas dalam kebakaran itu adalah teman gue semua. Mereka semua orang baik," ungkap Anto sambil menahan tangis.

Diakui Anto, dirinya sempat tidak percaya bahwa para korban yang terjebak dan tewas terbakar dalam kejadian itu akibat terkunci di dalam sel tahanan. Lantaran selama dirinya menghuni lapas tersebut, pintu sel sebenarnya tak pernah dikunci.

"Kalau sepengetahuan gua (saya) saat gua di dalam, pintu sel kamar itu nggak pernah dikunci, mau itu siang atau pun malam, yang dikunci itu adalah pintu blok utama. Tapi kalo di kamar-kamar gak pernah, gak pernah dikunci. Gua masih kepikiran, kok kenapa dikunci, gua 4 tahun di sana nggak pernah tuh dikunci. Karena saat itu suasana di Lapas yang penuh sesak membuat sel tak dikunci. Jadi napi yang tak tertampung di kamar maka menempati luar sel untuk tidur, tepatnya di Aula. Dan untuk memudahkan mandi cuci kakus (MCK) atau buang air napi yang tidur di aula maka kamar tak dikunci. Pasalnya, kamar mandi ada di sel," lanjutnya.

"Dan selama di dalam gua beberapa kali pindah blok dari D1 D2 gak dikunci, pindah lagi gua ke A2 gak pernah dikunci, gak pernah dikunci demi Allah, terus A3 ga dikunci juga. C juga sama gak pernah dikunci, soalnya kan anak aula kencing sama berak di kamar kan gitu. Iya dong," terangnya.

Anto mengatakan, kehidupan di Lapas itu memang keras. Di mana keributan, judi, sex bahkan peredaran narkotika sangat bebas di dalam lapas bak Texas di Amerika. Apa pun itu bisa didapat asal ada uang.

"Yang sering terjadi itu ada berantem antarnapi, dan masalahnya biasanya karena utang piutang narkoba atau rasa iri dan nggak suka antarpenghuni. Kalau memang kita enggak suka sama satu orang ya kita hajar. Kalau ada masalah utang narkoba gak dibayar berantem. Itu sudah biasa terjadi di dalam. Makanya pas gua di dalam sempat ada bentrok di dalam antara napi di Blok B sama di Blok D. Dan kalau di sana memang gak ada bendera (geng). Kalo kepala suku ada, kapten, komandan. Jadi main suku, misalnya barat nih, barat pusat, Tangerang, Tangerang Selatan," ceritanya lebih lanjut.

Peredaran Narkoba

Bicara peredaran narkotika dalam lapas, Anto mengaku bahwa di dalam lapas peredaran narkotika itu sangat bebas. Bahkan hampir di setiap blok ada kamar yang menjualnya, bahkan tidak jarang ada beberapa gembong napi yang memproduksi sendiri narkotikanya di dalam Lapas dan biasanya para napi menyebut di sana apotiknya.

"Apotik banyak. Memang gudang narkoba di sana, surga narkoba di situ. Di sana malah kayak Texas di Amerika. Justru petugas keamanan di sana pakai narkoba mah. Mau lu kenceng kayak mana juga keamanan yang penting lu punya uang. Dan di antara narkotika yang banyak dan mudah didapat adalah narkotika jenis sabu, Mungkin karena ukurannya-kan , gele (ganja) gede. Kalo sabu bisa kantongin, bisa racik di dalem juga. Tiap blok ada Apotik," terangnya mengisahkan.

Masalah harga, narkotika di dalam lapas juga jauh lebih murah dibanding di luar penjara. Hal itu yang membuat para napi dan juga sebagian sipir banyak yang tergoda menggunakan barang haram tersebut meski ada di dalam lapas.

"Gele setau gua, dulu 20.000 selinting kecil campuran (campur tembakau). Kalo sabu paling kecil cepe (Rp 100.000), bisa 5-6 hisap per orang, sendiri tapi ya. Mau beli satu gram dua gram juga ada. Dan gak sulit untuk mencari barang haram tersebut di dalam Lapas. Dari Blok A hingga G ada napi yang menjual narkoba," ucapnya lagi.

"Orang gua pernah make di sana juga kok. Blok mana sih yang gak ada apotik, ada apotik semua. Kalo gak ada narkoba bete (bosan) juga lu, iya kan, iya dong hukuman lama ya kan. Blok C2 ada Apotiknya itu, dua kamar (dijadikan Apotik). Ada 3 Apotik, bosnya 1 orang," kenangnya.

Untuk bisa memasukkan barang haram ke dalam Lapas, Anto sendiri mengisahkan bukan hal yang susah. Lantaran para bandar yang ada di dalam Lapas sudah mempunyai pegangan petugas Lapas (sipir) yang siap jadi kurir untuk membawa narkotika keluar dan memasukkan narkotika dalam Lapas.

"Sekarang gini aja, di dalem ada narkoba, otomatis ada pemainnya. Ada kerja sama, sama petugas Lapasnya, kan gak bisa buka- buka (napi). Kan emang dari kehidupan jalannya emang dari narkoba. Jangan salah, petugas juga make narkoba," ungkap Anwar.

Selain narkoba, minuman keras juga mudah didapatkan. Harga sekitar Rp 100 hingga Rp 150.000 per botol. Caranya, hanya tinggal memesan kepada sipir yang dikenal.

"Mau nyewa perempuan juga bisa, gila di sana mah, make-nya di samping Gereja. Cewek dipanggil 3 orang 4 orang. Yang bawa sipirnya. Mereka datang besuk aja. Ceweknya cakep-cakep lagi. Intinya mah yang punya duit yang bisa. Duit yang berkuasa di sana (Lapas Kelas 1 Tangerang). Bahkan untuk handphone saja di dalam banyak, mau jenis handphone apa saja di dalam ada asal ada uangnya," jelasnya.

Yang pasti bagi Anto, kehidupan para warga binaan di dalam penjara ternyata sangat jauh berbeda dengan asumsi yang diterangkan oleh orang-orang di luar Lapas.

Di mana banyak yang bilang bahwa kehidupan di Lapas itu semuanya akan terkungkung. Tapi dibalik cerita Anto, kehidupan para napi di dalam lapas ternyata sangat bebas di mana uang dan kekuasaan sangat berpengaruh saat seorang napi berada dalam lapas.

Tim Beritasatu.com sendiri berupaya mengkonfirmasi kebenaran kisah tersebut. Namun demikian hingga berita ini diturunkan belum ada jawaban apa pun dari pihak Ditjenpas dan pihak Lapas Kelas I Tangerang terkait hal ini.

Kepala Lapas Kelas I Tangerang, Victor Teguh Prihantoro saat dikonfirmasi sejumlah media minggu lalu menegaskan bahwa pihaknya tak menampik adanya masalah-masalah tersebut. Di mana langkah antisipasinya adalah melakukan razia untuk menekan permasalahan yang ada di dalam lapas.

"Kita kerap melakukan razia minimal 2-3 kali seminggu untuk mengatasi permasalah yang ada di dalam lapas. Kita kerap menyita handphone dan peralatan yang mencurigakan yang dimiliki napi. Namun demikian kita kerap terbatas pengawasannya karena memang di lapas kurang sekali personilnya. Bayangkan dalam satu shift cuma ada 13 orang petugas yang menjaga dan mengawasi Narapidana yang jumlahnya 2000-an lebih, dan itu memang yang jadi kendala kita," terang Victor kala itu.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Kemenag Gandeng Pesantren Sosialisasikan Ketahanan Keluarga Berbasis Agama dan Budaya

Seminar itu mengusung tema Membangun Ketahanan Keluarga Berbasis Nilai-Nilai Agama dan Budaya Sebagai Tindakan Pencegahan Perceraian dan Perkawinan Anak.

NASIONAL | 25 Oktober 2021

Wakil Ketua MPR Sebut Mahasiswa Harus Dibekali Jiwa Kewirausahaan

Universitas Esa Unggul bekerja sama dengan Academy of Entrepreneurs Australia telah menyelenggarakan Idea to Business International Competition 2021.

NASIONAL | 25 Oktober 2021

Tahap Wawancara Anugerah Tangguh Adhiwirasana Akan Diikuti 30 Nominasi

Hanya akan ada 30 nominasi dari provinsi dan kabupaten/kota yang akan lanjut ke tahapan penjurian sesi wawancara di Anugerah Tangguh Adhiwirasana.

NASIONAL | 25 Oktober 2021

CORE: Pemerintah Perlu Tegas kepada Surveyor Nikel Tak Taat Aturan

Padahal pemerintah sudah menetapkan sejumlah perusahaan penyurvei yang boleh dan diizinkan untuk melakukan verifikasi atas kadar nikel tersebut.

NASIONAL | 25 Oktober 2021

Ratusan Anak Lomba Baca Alquran Secara Virtual

Dalam rangka memperingati Maulid Nabi, Yayasan Muslim Sinar Mas Land (YMSML) menggelar lomba membaca Al-Qur'an virtual.

NASIONAL | 25 Oktober 2021

Ini Kata Azis Syamsuddin Soal Delapan Orang Dalam di KPK

Mantan Wakil Ketua DPR, Azis Syamsuddin mengeklaim tak memiliki delapan orang dalam di KPK sebagaimana disebutkan mantan Sekda Tanjungbalai, Yusmada.

NASIONAL | 25 Oktober 2021

Diresmikan Menteri BUMN, 500 Keluarga di Palembang Dapat Bantuan Penyambungan Listrik Gratis

PT PLN (Persero) memberikan bantuan penyambungan listrik gratis untuk 500 rumah tangga di Palembang, Sumatera Selatan senilai Rp 375 juta.

NASIONAL | 25 Oktober 2021

Polisi Selidiki KSP Pinjol Ilegal Dijual ke WNA

Polisi mencatat ada sekitar 95 KSP yang diduga dibuat oleh tersangka JS dan kawan-kawan.

NASIONAL | 25 Oktober 2021

KPK Bakal Dalami Peran Mu'min Ali Terkait Pengurusan Pajak Bank Panin

KPK akan mendalami setiap informasi terkait kasus dugaan suap pajak, termasuk mengenai peran Mu'min Ali Gunawan dalam pengurusan pajak Bank Panin.

NASIONAL | 25 Oktober 2021

Terowongan Silaturahmi Siap Dimanfaatkan Jamaah Istiqlal dan Katedral

pembangunan Terowongan Silaturahmi dimulai pada 15 Desember 2020 dan selesai 100% sesuai target pada 20 September 2021 dengan anggaran Rp 37,3 miliar.

NASIONAL | 25 Oktober 2021


TAG POPULER

# Tes PCR


# Greysia Polii/Apriyani Rahayu


# Cristiano Ronaldo


# PSIS


# Sekjen Kemendagri



TERKINI
Dorong Asuransi Syariah, Tugu Insurance Hadirkan Promo #TuguShariaSemangat1010

Dorong Asuransi Syariah, Tugu Insurance Hadirkan Promo #TuguShariaSemangat1010

EKONOMI | 31 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings