Logo BeritaSatu

Intimidasi Kapal Perang Tiongkok, Pakar: Nelayan Indonesia Perlu Eksploitasi ZEE Natuna

Sabtu, 18 September 2021 | 10:35 WIB
Oleh : LES

Jakarta, Beritasatu.com - Sejumlah nelayan Indonesia di Natuna menyampaikan kapal perang dan penjaga pantai Tiongkoklalu lalang dan mengintimidasi mereka saat menangkap ikan. Menghadapi intimidasi terhadap nelayan tidak mungkin mengerahkan kekuatan Angkatan Laut karena keberadaan kapal perang tersebut berada di Laut Lepas. Guru Besar Hukum Internasional UI Hikmahanto Juwana mengatakan, pemerintah Indonesia perlu mendorong para nelayan untuk membanjiri dan mengeksploitasi Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) di Natuna Utara dengan memberi subsidi dan insentif.

"Upaya yang bisa dilakukan oleh pemerintah Indonesia adalah mengerahkan kapal-kapal Bakamla untuk memunculkan rasa aman dan ketenangan bagi para nelayan Indonesia dalam menangkap ikan di ZEE," ujar Hikmahanto Juwana dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu (18/9/2021).

Dapat dipastikan Kapal Perang dan penjaga pantai Tiongkok akan terus berlalu lalang hingga akhir zaman, kata dia.

"Ini mengingat Tiongkok tidak mau melepas klaim Sembilan Garis Putus yang sejak 2016 dinyatakan oleh Permanent Court of Arbitration sebagai tidak memiliki dasar berdasarkan UNCLOS," ujar Hikmahanto.

Bagi Indonesia, lanjut dia, menghadapi intimidasi kapal perang dan penjaga pantai Tiongkok terhadap para nelayan tidak mungkin mengerahkan kekuatan Angkatan Laut ataupun melakukan pengusiran karena keberadaan kapal perang tersebut berada di laut lepas.

"Perlu dipahami para nelayan Tiongkok dalam perspektif pemerintah Tiongkok tentu tidak melakukan illegal fishing mengingat mereka melakukan penangkapan ikan di traditional fishing ground berdasarkan klaim sembilan garis putus," kata dia.

Hikmahanto mengatakan keberadaan kapal militer Tiongkok kemungkinan untuk menandingi kapal-kapal perang Indonesia yang berada di laut lepas dalam rangka penegakan hukum di ZEE dan melakukan penangkapan atas nelayan-nelayan Tiongkok.

"Hanya saja tidak seharusnya kapal militer Tiongkok berada di laut lepas kecuali sedang melakukan pelayaran untuk melakukan perlintasan. Ini mengingat kapal militer ditujukan untuk mempertahankan wilayah kedaulatan negara," kata dia.

Tindakan kapal perang Tiongkok secara hukum internasional tidak melanggar hukum mengingat Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia berada di laut lepas di mana wilayah ini tidak tunduk pada kedaulatan Indonesia.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: ANTARA

BAGIKAN

BERITA LAINNYA


TAG POPULER

# DNA Pro


# CPO


# PDSI


# SEA Games


# Hari Kebangkitan Nasional


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Akhiri Musim dengan Menang 3-0, AS Roma ke Liga Europa

Akhiri Musim dengan Menang 3-0, AS Roma ke Liga Europa

BOLA | 7 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings