CIPS: PTM Terbatas Harus Atasi Learning Loss Siswa
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

CIPS: PTM Terbatas Harus Atasi Learning Loss Siswa

Sabtu, 18 September 2021 | 16:00 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Nadia Fairuza mengatakan, pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas perlu memprioritaskan learning loss yang dialami para siswa.

Learning Loss adalah istilah yang mengacu pada hilangnya pengetahuan dan ketrampilan baik secara umum atau spesifik, atau terjadinya kemunduran proses akademik karena suatu kondisi tertentu.

Nadia menuturkan, hal ini mendesak dilakukan untuk memastikan para siswa masih mampu mengikuti pembelajaran dan memahami materi yang disampaikan.

“Langkah pertama yang dapat dilakukan guru ketika PTM sudah dimulai adalah melakukan tes diagnostik kepada peserta didik untuk mengetahui tingkat pemahaman dan kompetensi mereka. Dari hasil tes ini, guru dapat merencanakan pembelajaran apabila terdapat indikasi learning loss,” kata Nadia dalam keterangan pers diterima Beritasatu.com, Sabtu (18/9/2021).

Nadia menyebutkan, pembelajaran tersebut tidak dengan mengejar ketertinggalan kurikulum, tetapi berupa pengulangan materi pembelajaran sebelumnya. Pengulangan materi dan memastikan peserta didik memahami materi pelajaran sebelumnya akan membantu mereka untuk memahami materi pelajaran di tingkat yang lebih tinggi.

Nadia menambahkan, para guru dapat merancang metode pembelajaran yang interaktif dan dua arah sehingga para siswa dapat terlibat lebih aktif di dalam kelas. Misalnya, dalam bentuk diskusi atau kerja berkelompok.

Selain itu, tugas diberikan juga sebaiknya merupakan tugas-tugas yang mengharuskan siswa menggali lebih banyak informasi dari berbagai sumber dan melibatkan interaksi dengan pihak lain secara lebih luas.

Menurut Nadia, kegiatan-kegiatan yang bersifat interaktif juga dapat dimanfaatkan secara efisien dalam waktu pembelajaran selama PTM terbatas yang terbilang singkat.

“Singkatnya waktu pelaksanaan PTM terbatas idealnya dapat mendorong para guru dan para siswa menjadi lebih siap dan terencana dalam proses belajar mengajar,” paparnya.

Nadia juga mengatakan, PTM terbatas ini dapat juga membangkitkan minat siswa untuk kembali mengikuti pembelajaran di kelas. Sebab, kecemasan kembali ke sekolah sangat mungkin dialami para siswa setelah satu tahun lebih lamanya belajar di rumah.

“Komunikasi antara guru dan siswa juga perlu dilakukan untuk merujuk pada kebutuhan untuk menjaga kesehatan mental keduanya. Membangun komunikasi dapat menimbulkan kenyamanan sehingga interaksi di kelas menjadi semakin baik,” ucapnya.

Selanjutnya, Nadia mengatakan, hasil asesmen nasional, sebagaimana juga diungkapkan Menteri Pendidikan,Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim dapat digunakan untuk memetakan learning loss pada level nasional.

“Untuk itu, para guru mesti mengantisipasi berbagai bentuk learning loss yang mungkin saja terjadi dan menyesuaikan dengan materi pembelajaran yang disampaikan,” ucapnya.

Nadia mengakui, memang tidak mudah untuk para guru dalam mengadaptasi perubahan kegiatan belajar akibat pandemi Covid-19. Setelah dipaksa berpindah pada pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang mengharuskan mereka memanfaatkan perangkat digital. Kini siswa dipaksa kembali melakukan PTM dengan waktu yang terbatas.

Menurutnya, para guru membutuhkan dukungan sekolah dan Dinas Pendidikan mensukseskan pelaksanaan PTM terbatas, misalnya saja asistensi dalam memanfaatkan waktu belajar secara maksimal dan keleluasaan dalam menentukan kegiatan selama tatap muka.

Untuk itu, Nadia mengatakan, paya terstruktur untuk meningkatkan kapasitas guru perlu terus dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai faktor yang muncul selama pandemi Covid-19.

Pemerintah perlu melakukan pembaharuan pada materi pelatihan guru agar materi pelatihan ini dapat beradaptasi dengan kebutuhan zaman dan responsif terhadap berbagai kemungkinan.

“Pandemi Covid-19 tidak pernah terpikir akan terjadi. Tetapi bentuk pembelajaran seperti blended learning, campuran antara pembelajaran jarak jauh dan tatap muka, sangat mungkin diterapkan di masa-masa mendatang dengan menyelesaikan berbagai permasalahan,seperti pemerataan akses pada koneksi internet,” katanya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Mahfud MD: 86% Koruptor Lulusan Perguruan Tinggi

Menko Polhukam Mahfud MD menyebut, perguruan tinggi menjadi terdakwa dalam persoalan korupsi. Dikatakan, 86% koruptor di Indonesia lulusan perguruan tinggi

NASIONAL | 20 Oktober 2021

100 Tokoh Agama di Rembang Ikuti Pemberdayaan Ekonomi Umat

Sebanyak 100 tokoh agama di Rembang mengikuti pemberdayaan ekonomi umat yang diselenggarakan Kementerian Agama.

NASIONAL | 20 Oktober 2021

Ditahan KPK, Bupati Kuansing Irit Bicara

Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Andi Putra irit bicara saat akan ditahan KPK terkait kasus dugaan suap pengurusan izin perkebunan sawit.

NASIONAL | 20 Oktober 2021

Pengurus dan Kader Jaringan Bela Negara Tandatangani Fakta Integritas

Puluhan calon pengurus dan kader Jaringan Bela Negara (JBN) menandatangani fakta integritas, Rabu (20/10/2021) malam.

NASIONAL | 20 Oktober 2021

Bantu Korban Gempa Bali Timur, Wayan Sudirta Gelontorkan 5,7 Ton Beras

Wakil Ketua DPD PDIP Bali, I Wayan Sudirta membagikan secara langsung sejumlah bantuan untuk para korban gempa bumi di Karangasem dan Bangli, Bali.

NASIONAL | 20 Oktober 2021

Kepala BNPB Tekankan Pentingnya Aktivitas Pengurangan Risiko Bencana

Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito menekankan pentingnya aktivitas pengurangan risiko bencana.

NASIONAL | 20 Oktober 2021


Kapolri Persilakan Peserta Lomba Mural Kritik Polri

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, membuka pintu lebar kepada para peserta masukan festival mural untuk memberikan masukan atau kritikan kepada Polri.

NASIONAL | 20 Oktober 2021

Pengamat: Perlu Petinggi TNI Jago Diplomasi dan Kompetensinya Diakui Dunia

Catatan terkait dua tahun pemerintahan Presiden Jokowi-Ma'ruf Amin, pemerintah membutuhkan petinggi TNI yang jago berdiplomasi dan kompetensinya diakui dunia.

NASIONAL | 20 Oktober 2021

Sutan Berharap Apkasi Otonomi Expo 2021 Bisa Bangkitkan Perekonomian Daerah

Ketua Umum Apkasi Sutan Riska Tuanku Kerajaan berharap Apkasi Otonomi Expo 2021 bisa membangkitkan perekonomian daerah.

NASIONAL | 20 Oktober 2021


TAG POPULER

# Malala Yousafzai


# Tes PCR


# Pinjol Ilegal


# Molnupiravir


# Liga Champions



TERKINI
Mahfud MD: 86% Koruptor Lulusan Perguruan Tinggi

Mahfud MD: 86% Koruptor Lulusan Perguruan Tinggi

NASIONAL | 4 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings