Setara Institute Serukan Hentikan Kekerasan dan Lindungi Penduduk Sipil di Papua
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Setara Institute Serukan Hentikan Kekerasan dan Lindungi Penduduk Sipil di Papua

Senin, 20 September 2021 | 17:17 WIB
Oleh : Fana F Suparman / FFS

Jakarta, Beritasatu.com - Setara Institute menyerukan aparat keamanan Indonesia maupun kelompok kriminal bersenjata (KKB) atau Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN OPM) atau pihak lainnya untuk menghentikan kekerasan di Papua. Seluruh pihak diminta untuk melindungi objek sipil dan penduduk sipil di Papua.

Pernyataan ini disampaikan Wakil Ketua Badan Pengurus Setara Institute, Bonar Tigor Naipospos menyikapi penyerangan KKB pimpinan Lamek Taplo terhadap warga sipil termasuk tenaga kesehatan (nakes) yang saat insiden sedang melayani masyarakat pada Senin (13/9/2021) lalu. Kelompok tersebut membakar sejumlah fasilitas umum seperti puskesmas, bangunan SD, dan kantor kas BPD Papua, serta rumah warga. Akibat peristiwa tersebut, seorang nakes bernama Gabriella Meilani ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di jurang dengan kedalaman 300 meter. Sementara seorang nakes bernama Gerald Sokoy hingga kini belum diketahui keberadaannya dan sembilan nakes lainnya mengalami luka dan trauma.

Bonar menekankan, serangan kelompok bersenjata ke sejumlah sarana pelayanan publik hingga kemudian berakibat hilang nyawa dari para pekerja di sektor tersebut harus dikecam dan tidak bisa dibenarkan dari sudut pandang manapun. Pertikaian senjata antara TPN OPM dengan aparat penegak hukum Indonesia memang masih debatable apakah masuk dalam kategori hukum humaniter internasional, tapi hal ini bukan berarti pihak-pihak yang bertikai bisa mengabaikan begitu saja keamanan dan keselamatan objek sipil dan penduduk sipil.

"Objek sipil dan penduduk sipil harus mendapat perlindungan maksimal. Baik dari negara maupun dari kelompok bersenjata yang melakukan perlawanan," kata Bonar dalam keterangan pers, Senin (20/9/2021).

Bonar menyatakan, TPN OPM berulang kali menyerukan agar warna non-Papua harus segera pergi meninggalkan Papua dan mereka yang masih tinggal dianggap sebagai bagian dari kombatan yang harus diperangi. Dengan pernyataan itu, kata Bonar, TPN OPM memiliki strategi melumpuhkan pelayanan publik agar dampaknya terjadi krisis kemanusiaan yang membuat konflik berkepanjangan sembari berharap ada intervensi kemanusiaan dari dunia internasional. Namun, Bonar menilai strategi semacam ini berakibat buruk dan kontraproduktif.

"TPN OPM tidak menyadari bahwa aksi yang dilakukan dalam menyasar objek sipil dan penduduk sipil akan membuat kehilangan simpati baik dari kalangan domestik, nasional maupun internasional. Metode TPN OPM untuk memperjuangkan hak kemerdekaannya akan dipertanyakan," katanya.

Di sisi lain, Setara Institute juga mempertanyakan aparat keamanan Indonesia yang selama ini dinilai tidak menjadikan keamanan objek sipil dan warga sipil sebagai prioritas utama. Ditekankan, objek sipil dan para pekerja di sektor tersebut seharusnya mendapat perlindungan maksimal karena berada di garda terdepan dalam memberikan pelayanan terhadap penduduk sipil dalam area konflik bersenjata. Kebutuhan dasar dan infrastruktur penunjang bagi pelayanan publik masih jauh dari memadai. Sementara kekerasan terhadap orang asli Papua terus terjadi, sedang pelangggaran HAM yang terjadi di masa lalu diabaikan.

"Pengerahan kekuatan bersenjata lebih diutamakan ketimbang memberikan perlindungan bagi warga, sehingga ibaratnya warga seperti 'pelanduk yang mati ditengah'. Kekerasan bersenjata siapa pun pelakunya dari kedua kubu tidak bisa dibenarkan. Korban sipil akan terus berjatuhan akibat siklus kekerasan," katanya.

Ditegaskan, Setara Institute tak henti menyerukan agar seluruh pihak menghentikan kekerasan dan permusuhan. Hal ini merupakan tahap awal penyelesaian konflik di Papua secara menyeluruh.

"Wujudkan Papua tanah damai. Sudah saatnya dialog dikedepankan dan senjata ditanggalkan," tegasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Dokumentasikan Inovasi Daerah, Kemendagri Apresiasi Konsep Pembangunan Jabar

Kemendagri melakukan dokumentasi terhadap inovasi yang dilakukan setiap daerah ke dalam sebuah buku dan konsep pembangunan Jabar masuk di dalamnya.

NASIONAL | 19 Oktober 2021

Diminta Fee Rp 10 M, Rita Widyasari Anggap Eks Penyidik KPK seperti Malaikat

Rita Widyasari menganggap mantan penyidik KPK, Stepanus Robin Pattuju seperti malaikat yang membantunya mengurus perkara, meski diminta fee Rp 10 miliar.

NASIONAL | 18 Oktober 2021

Peparnas XVI Papua Siap Digelar untuk Menjaring Bibit Unggul

Ketua Umum National Paralympic Committee (NPC) Indonesia Senny Marbun mengatakan bahwa Peparnas XVI akan menjadi ajang meningkatkan prestasi para atlet.

NASIONAL | 18 Oktober 2021

Mekeng Tolak Wacana Pembubaran Densus 88

Anggota Komisi XI DPR Melchias Markus Mekeng menolak wacana pembubaran Densus 88 Antiteror Polri. Densus 88 lahir atas amanat UU Pemberantasan Terorisme.

NASIONAL | 18 Oktober 2021

Kapolri Minta Anggota Langgar Aturan Ditindak Tegas

Kapolri menerbitkan surat telegram kepada jajaran Polda di Indonesia, merespon terjadinya tindakan kekerasan berlebihan yang dilakukan oknum anggota.

NASIONAL | 18 Oktober 2021

2 Terdakwa Perkara Pembunuhan Anggota FPI Tidak Ajukan Nota Keberatan

Ipda M Yusmin dan Briptu Fikri Ramadhan, dua anggota Polri yang didakwa membunuh empat anggota Laskar FPI tak mengajukan nota keberatan atas dakwaan jaksa.

NASIONAL | 18 Oktober 2021

Inovasi Stiker Hologram Pajak Kendaraan Kemendagri Diapresiasi

Inovasi digitalisasi pajak kendaraan dalam bentuk stiker hologram yang diluncurkan Kemendagri bersama Korlantas Polri dan Jasa Raharja diapresiasi.

NASIONAL | 18 Oktober 2021

Sandiaga Memberdayakan Masyarakat Lewat Konservasi Penyu

Konservasi penyu selain menjadi daya tarik wisata juga menciptakan lapangan kerja di mana masyarakat bisa diberdayakan.

NASIONAL | 18 Oktober 2021

Pemerintah Minta PTM Anak SD Dilaksanakan dengan Hati-hati

Pemerintah secara terbuka meminta agar sekolah tatap muka, khususnya untuk anak usia muda yang belum mendapatkan vaksinasi Covid-19 dilaksanakan hati-hati.

NASIONAL | 18 Oktober 2021

2 Oknum Polisi Didakwa Menganiaya dan Membunuh Anggota FPI di KM 50 Tol Japek

Jaksa penuntut umum mendakwa dua anggota polisi, Ipda M Yusmin dan Briptu Fikri Ramadhan telah menganiaya dan membunuh 4 anggota FPI di KM 50 Tol Japek.

NASIONAL | 18 Oktober 2021


TAG POPULER

# Jembatan Gantung


# Merah Putih


# Piala Thomas


# Luhut Pandjaitan


# Kasus Covid-19



TERKINI
Brian Buat Atlet Spanyol Kewalahan di Kejuaraan Dunia Kickboxing 2021

Brian Buat Atlet Spanyol Kewalahan di Kejuaraan Dunia Kickboxing 2021

OLAHRAGA | 21 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings