Korupsi Dana Hibah Masjid Sriwijaya, Alex Noerdin Diduga Rugikan Negara Rp 130 Miliar
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Korupsi Dana Hibah Masjid Sriwijaya, Alex Noerdin Diduga Rugikan Negara Rp 130 Miliar

Rabu, 22 September 2021 | 21:08 WIB
Oleh : Fana F Suparman / FFS

Jakarta, Beritasatu.com - Mantan Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin kembali ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi. Kali ini, anggota DPR dari Fraksi Golkar itu ditetapkan Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan (Kejati Sumsel) sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah dari dana APBD Provinsi Sumatera Selatan tahun 2015 dan tahun 2017 kepada Yayasan Wakaf Masjid Sriwijaya Palembang terkait pembangunan Masjid Sriwijaya Palembang. Selain Alex Noerdin, Kejati Sumsel juga menetapkan mantan Bendahara Yayasan Wakaf Masjid Sriwijaya Palembang Muddai Maddang dan Laonma Pasindak Lumban Tobing yang merupakan mantan Kepala BPKAD Sumsel.

Kejati Sumsel menduga, perbuatan Alex Noedin dan dua tersangka lainnya kasus ini mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 130 miliar.

"Bahwa akibat dari penyimpangan tersebut, telah mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 130 miliar," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum Kejagung), Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam keterangannya, Rabu (22/9/2021).

Leonard menjelaskan konstruksi perkara kasus ini. Dikatakan, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan telah menyalurkan dana hibah kepada Yayasan Wakaf Masjid Sriwijaya Palembang guna pembangunan Masjid Sriwijaya Palembang pada 2015 dengan menggunakan dana APBD tahun 2015 sebesar Rp 50 miliar. Kemudian pada 2017 dengan menggunakan dana APBD tahun 2017 disalurkan dana hibah sebesar Rp 80 miliar.

Leonard mengutarakan, penganggaran dana hibah tersebut tidak sesuai dengan prosedur sebagaimana dalam Peraturan Perundang-undangan. Salah satunya karena tidak didahului dengan pengajuan proposal dari pihak Yayasan Wakaf Masjid Sriwijaya sebagai penerima dana hibah dan hanya berdasarkan perintah Alex Noerdin selaku Gubernur Sumatera Selatan saat itu.

"Bahwa Yayasan Wakaf Masjid Sriwijaya tersebut tidak beralamat di Palembang melainkan beralamatkan di Jakarta," papar Leonard.

Menurutnya, lahan pembangunan masjid tersebut semula dinyatakan oleh Pemprov Sumsel adalah sepenuhnya aset Pemprov. Namun ternyata sebagian adalah milik masyarakat. Selain itu, proyek pembangunan Masjid Sriwijaya Palembang tersebut tidak selesai.

"Bahwa akibat dari penyimpangan tersebut telah mengakibatkan Kerugian Keuangan Negara sebesar Rp 130 miliar," ungkap Leonard.

Kasus dana hibah proyek pembangunan Masjid Sriwijaya ini merupakan perkara kedua yang menjerat Alex Noerdin. Kejagung sebelumnya menetapkan Alex Noerdin sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pembelian gas bumi oleh BUMD Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE) Sumatera Selatan tahun 2010-2019. Dalam kasus dugaan korupsi pembelian gas bumi, Kejagung juga menetapakan Muddai Madang menetapkan mantan Wakil Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Muddai Maddang selaku Direktur PT Dika Karya Lintas Nusa (PT DKLN) sekaligus Komisaris Utama PT. PDPDE Gas serta menjabat sebagai Direktur PT. PDPDE Gas.

"Saat ini ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salemba Cabang Kejaksaan Agung," kata Leonard.

Sementara Laonma Pasindak Lumban Tobing merupakan terpidana perkara dugaan korupsi penyelewengan dana hibah dan bansos Pemprov Sumsel tahun 2013. Laonma Pasindak saat ini ditahan di Rutan Klas 1 Pakjo Palembang.

Atas dugaan tindak pidana tersebut, Alex Noerdin, Muddai Maddang dan Laonma Pasindak disangkakan melanggar Pasal Pasal 2 ayat (1) subider Pasal 3 juncto Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

HUT Kota Singkawang, FIF Group Dukung Pembangunan Taman Cahaya Madani

Pembangunan Taman Cahaya Madani dilakukan dalam waktu dua bulan dengan didukung oleh dana sosial syariah FIF Group.

NASIONAL | 17 Oktober 2021

KPK Bakal Dalami Keterlibatan DPRD Muba di Kasus Suap Dodi Reza Alex Noerdin

KPK bakal mendalami setiap informasi terkait kasus dugaan suap proyek yang menjerat Bupati Musi Banyuasin, Dodi Reza Alex Noerdin. Termasuk keterlibatan DPRD.

NASIONAL | 17 Oktober 2021

Pernikahan Emas, Luhut Bersyukur Miliki Istri Cerdas dan Berhati Ikhlas

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan bersyukur memiliki istri Devi Pandjaitan Br Simatupang yang saat ini berusia 72 tahun

NASIONAL | 17 Oktober 2021

Kementan Jadikan Kupang Daerah Percontohan Pertanian Terintegrasi

Syahrul Yasin Limpo menetapkan Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur sebagai daerah percontohan pengembangan usaha pertanian terintegrasi.

NASIONAL | 17 Oktober 2021

Dewan Pers Harap MK Tolak Uji Materi UU Pers

Dewan Pers berharap agar Mahkamah Konstitusi (MK) menolak pengajuan uji materi UU 40/1999 tentang Pers

NASIONAL | 17 Oktober 2021

Seekor Harimau Sumatera Mati Terjerat di Bengkalis

Seekor harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) ditemukan dalam kondisi mati oleh masyarakat di Desa Tanjung Leban, Kecamatan Bandar Laksamana, Riau.

NASIONAL | 17 Oktober 2021

KPK Akui Politik Dinasti Membuka Celah Terjadinya Korupsi

KPK mengakui politik dinasti membuka celah terjadinya korupsi. Sejumlah keluarga yang membangun politik dinasti telah dijerat KPK.

NASIONAL | 17 Oktober 2021

PWI: Wartawan Tidak Tunduk pada UU Ketenagakerjaan

Ketum PWI Atal S Depari menegaskan, wartawan tidak tunduk pada UU Ketenagakerjaan ketika melaksanakan tugas jurnalistik

NASIONAL | 17 Oktober 2021

Anggota DPR Apresiasi Kesigapan Pemerintah Berantas Pinjol Ilegal

Anggota Komisi I DPR Sukamta mengapresiasi kesigapan pemerintah memberantas kasus pinjaman online (pinjol) ilegal.

NASIONAL | 17 Oktober 2021

Wapres Minta Data Kemiskinan Lebih Mutakhir dan Akurat

Wapres Ma'ruf Amin memberikan arahan agar perbaikan data kemiskinan terus diupayakan.

NASIONAL | 17 Oktober 2021


TAG POPULER

# Guru Honorer


# Kereta Cepat


# Kasus Covid-19


# Piala Thomas


# Dodi Reza Alex Noerdin



TERKINI
BNPT Apresiasi Kades di Lampung Selatan Laporkan 30 Warganya Terpapar NII

BNPT Apresiasi Kades di Lampung Selatan Laporkan 30 Warganya Terpapar NII

NASIONAL | 22 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings