Polisi Bekuk 20 Tersangka Pemalsuan Uang di 5 Kota
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Polisi Bekuk 20 Tersangka Pemalsuan Uang di 5 Kota

Kamis, 23 September 2021 | 20:54 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / BW

Jakarta, Beritasatu.com - Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, menangkap 20 orang tersangka terkait kasus pembuatan dan peredaran uang palsu, di Jakarta, Tangerang, Bogor, Sukoharjo, dan Demak.

Para tersangka yang dibekuk berinisial, VM, M, EFY, TEM, P, NK, S, AS, SNI, MI, AJK, HS, BK, HP, M, B, RHH, I, MAM, dan H alias A.

"Sejak Agustus hingga September, Bareskrim berhasil mengungkap empat kasus, terdiri beberapa jaringan, jaringan Jakarta, Bogor, Tangerang, jaringan Sukoharjo, dan Demak Jawa Tengah. Diamankan 20 tersangka sejak Agustus hingga September. Barang buktinya, uang palsu pecahan Rp 100.000, Rp 50.000 dan mata uang asing khususnya dolar AS, dan benda lainnya," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono, di Mabes Polri, Kamis (23/9/2021).

Dikatakan Rusdi, dampak dari tindakan para tersangka tentu sangat merugikan masyarakat yang mendapatkan uang palsu secara ekonomi. Di sisi lain juga dapat menghilangkan kepercayaan masyarakat terhadap mata uang rupiah di Tanah Air.

Dikatakan, modus operasinya, pelaku menyebarkannya di pasar-pasar tradisional dan gerai-gerai belanja yang tidak memiliki alat deteksi uang palsu.

“Pengetahuan para penjual, pengetahuan tentang uang palsu dan asli sangat rendah, ini yang sering dimanfaatkan pelaku. Kedua, berikutnya penggandaan uang, dengan iming-iming mampu menggandakan uang ternyata uang yang diberikan uang palsu, baik rupiah maupun uang asing. Ini beberapa modus operasi yang digunakan pelaku tindak pidana pemalsuan dan peredaran uang palsu," ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Direktur Tipideksus Bareskrim Polri Kombes Pol Whisnu Hermawan, menyampaikan jaringan pertama yang diungkap adalah terkait pemalsuan mata uang asing.

"Jaringan pertama uang palsu dolar, artinya dibuat untuk orang asing, ada 48 lak (barang bukti), tidak ada harganya. Jadi anggota melakukan proses penyelidikan adanya peredaran uang palsu asing yang ditukar dengan uang rupiah asli, ditangkap di Tangerang, Jakarta dan Bogor. Ada 16 tersangka yang uang palsu asing," katanya.

Whisnu menuturkan, penyidik juga mengungkap pembuatan yang palsu rupiah di Sukoharjo, dan menangkap tersangka MA dan H alias B.

"Hasil penyelidikan anggota terdapat uang palsu rupiah 108 lak, ini juga tidak ada harganya. Barang bukti lainnya printer, komputer, HP, dan mobil. Pada saat proses penangkapan mereka menunjukan di mana membuatnya," jelasnya.

Jawa Tengah
Menurut Whisnu, penyidik kemudian juga menangkap dua tersangka pemalsuan uang berinsial R dan I, di wilayah Demak, Jawa Tengah. "Mereka juga mengungkap bagaimana cara pembuatan uang palsu, rata-rata menggunakan printer dan komputer," katanya.

Whisnu mengungkapkan, jaringan pembuat dan peredaran mata uang asing palsu telah menjalankan aksinya kurang lebih 1 tahun terakhir. Biasanya, mereka mengedarkannya dengan modus bisa menggandakan uang atau penipuan.

"Sedangkan uang palsu rupiah yang diungkap di Demak dan Sukoharjo, sudah berlangsung kurang lebih 9 bulan sampai 1 tahun. Kenapa lama (mengungkap) karena untuk mendapatkan langsung ke dapur atau pembuatannya membutuhkan penyelidikan, kurang lebih 2 bulan penyelidikan, kami mengejar pembuatannya," ucapnya.

Whisnu menerangkan, motif tersangka melakukan tindak pidana pemalsuan dan peredaran uang palsu karena kebutuhan ekonomi.

"Motifnya jelas ekonomi. Mereka yang buat uang palsu rupiah dan dolar adalah motif ekonomi. Mungkin situasi pekerjaan sering kosong, melihat di internet cara membuat uang palsu," tandasnya.

Tersangka dijerat Pasal 36 ayat (1) dan atau ayat (2) dan atau ayat (3) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara serta denda maksimal Rp 10 miliar, dan atau Pasal 245 KUHP juncto Pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Polri Gelar Festival Mural Wadah Berkreasi di Masa Pandemi

Polri akan menggelar festival mural untuk menjadi wadah berkreasi generasi muda di masa pandemi Covid-19.

NASIONAL | 18 Oktober 2021

Luncurkan Buku "100 Pesantren Ekonomi", Menag Minta Pesantren Harus Berinovasi

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meminta pesantren untuk berinovasi agar bisa beradaptasi dalam era perkembangan teknologi seperti sekarang ini.

NASIONAL | 18 Oktober 2021

Wapres Ajak Generasi Milenial Kuasai Iptek dan Jiwa Kewirausahaan

Wapres Maruf Amin mengajak generasi milenial kuasai ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) serta kewirausahaan untuk menghadapi tantangan era industri 4.0

NASIONAL | 18 Oktober 2021

Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kemenag Koordinasi dengan Arab Saudi

Hilman mengatakan, dari hasil pertemuan terakhir, dubes Arab Saudi menyampaikan bahwa pembukaan umrah untuk jamaah Indonesia akan segera dibuka.

NASIONAL | 18 Oktober 2021

Gus Yahya: Saya Hanya Ingin Mengabdi dan Membesarkan NU

Sebelumnya, PWNU yang menyatakan dukungan antara lain adalah Jawa Timur, Bengkulu, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Gorontalo, dan Sulawesi Selatan

NASIONAL | 18 Oktober 2021

Kompolnas: Kritik kepada Polri Harus Dianggap Bentuk Perhatian

Poengky mengingatkan, pada masa kecanggihan teknologi, pengawas Polri bukan hanya internal dan eksternal seperti Kompolnas saja.

NASIONAL | 18 Oktober 2021

Kasus Pencucian Uang Bupati Probolinggo, KPK Periksa Wakil Bupati Timbul Prihanjoko

Selain timbul, KPK juga memanggil tujuh aparatur sipil negara (ASN) yang terdiri dari kepala dinas (kadis) hingga kepala seksi (kasi) di Pemkab Probolinggo.

NASIONAL | 18 Oktober 2021

Jemput Bola, Anggota DPR Rezka Oktoberia Gelar Vaksinasi Covid-19 di Limapuluh Kota

Anggota DPR Fraksi Demokrat Rezka Oktoberia kembali menggelar vaksinasi Covid-19 di Kecamatan Limapuluh Kota, Sumatera Barat, Minggu (17/10/2021).

NASIONAL | 18 Oktober 2021

Mantan Bupati Kukar Rita Widyasari Jadi Saksi di Sidang Eks Penyidik KPK

Mantan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, Rita Widyasari, akan dihadirkan jaksa KPK sebagai saksi sidang kasus suap.

NASIONAL | 18 Oktober 2021


TAG POPULER

# Jembatan Gantung


# Merah Putih


# Piala Thomas


# Luhut Pandjaitan


# Kasus Covid-19



TERKINI
Polri Gelar Festival Mural Wadah Berkreasi di Masa Pandemi

Polri Gelar Festival Mural Wadah Berkreasi di Masa Pandemi

NASIONAL | 7 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings