Masuk Pancaroba, BMKG Minta Masyarakat Waspadai Cuaca Ekstrem
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Masuk Pancaroba, BMKG Minta Masyarakat Waspadai Cuaca Ekstrem

Kamis, 23 September 2021 | 22:30 WIB
Oleh : Hendro D Situmorang / BW

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mewanti-wanti seluruh masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem pada masa peralihan (pancaroba) dari musim kemarau ke musim hujan.

“Cuaca ekstrem berpotensi besar terjadi selama musim peralihan. Mulai dari hujan disertai petir dan angin kencang serta hujan es,” ungkap Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati dalam keterangannya, Kamis (23/9/2021).

Dwikorita mengatakan, arah angin bertiup sangat bervariasi, sehingga mengakibatkan kondisi cuaca bisa dengan tiba-tiba berubah dari panas ke hujan atau sebaliknya. Namun, secara umum biasanya cuaca pada pagi hari cerah, kemudian siang hari mulai tumbuh awan, dan hujan menjelang sore hari atau malam.

Dwikorita menyebut, awan cumulonimbus (CB) biasanya tumbuh pada saat pagi menjelang siang, bentuknya seperti bunga kol, warnanya ke abu-abuan dengan tepian yang jelas. Namun, menjelang sore hari, lanjut Dwikorita, awan ini akan berubah menjadi gelap yang kemudian dapat menyebabkan hujan, petir, dan angin.

“Curah hujan dapat menjadi salah satu pemicu bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir bandang dan tanah longsor. Karenanya, kepada masyarakat yang tinggal di daerah perbukitan yang rawan longsor, kami mengimbau untuk waspada dan berhati-hati,” tuturnya.

Tanda-tanda
Sementara itu, Deputi Bidang Meteorologi Guswanto mengatakan, tanda-tanda terjadinya cuaca ekstrem dapat mulai dirasakan di wilayah Jabodetabek. Pada 21 September 2021 kemarin, hujan es yang disertai angin kencang terjadi di sekitar Depok dan menyebabkan pohon tumbang serta menimbulkan beberapa kerusakan lainnya.

Berdasarkan analisis citra satelit, kata dia, kejadian tersebut terjadi karena adanya pertumbuhan awan cumulonimbus yang sangat aktif terbentuk di sekitar wilayah Jabodetabek mulai siang hari hingga menjelang sore dan menyebabkan hujan dengan kategori sangat lebat dalam periode beberapa jam terjadi di wilayah Depok dan Bogor antara siang-sore hari.

BMKG, kata dia, telah mengeluarkan peringatan dini pada 13 September lalu mengenai potensi cuaca ekstrem selama periode peralihan musim (pancaroba) untuk wilayah Jawa Barat dan wilayah lainnya. Peringatan dini tersebut, lanjut dia, kemudian dipertajam dengan informasi peringatan dini dalam skala waktu harian dimana pada 20 September 2021, wilayah Jawa Barat termasuk wilayah yang berpotensi hujan lebat.

Kemudian pada 21 September 2021, BMKG mengeluarkan informasi peringatan dini cuaca ekstrem yang meliputi wilayah Jabodetabek termasuk wilayah Depok dan sekitarnya mulai siang hari pukul 13.30 WIB dengan potensi hingga malam hari.

Guswanto menjelaskan, cuaca ekstrem yang terjadi tersebut disebabkan oleh fenomena gelombang atmosfer yang teridentifikasi aktif di sekitar wilayah Indonesia termasuk di wilayah Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Fenomena gelombang atmosfer tersebut adalah MJO (Madden Jullian Oscillation) dan gelombamg Rossby Ekuatorial yang aktif di sekitar wilayah tengah dan timur Indonesia, gelombang Kelvin yang aktif di sekitar wilayah Jawa dan Kalimantan.

“Kondisi dinamika atmosfer skala lokal yang tidak stabil dengan konvektivitas yang cukup tinggi serta didukung dengan adanya kondisi dinamika atmosfer skala regional yang cukup aktif berkontribusi pada pembentukan awan hujan, menjadi faktor pemicu potensi cuaca ekstrem tersebut,” paparnya.

Gelombang
Lebih lanjut Guswanto memaparkan, MJO, gelombang Rossby Ekuatorial, dan gelombang Kelvin adalah fenomena dinamika atmosfer yang mengindikasikan adanya potensi pertumbuhan awan hujan dalam skala yang luas di sekitar wilayah fase aktif yang dilewatinya.

Fenomena MJO dan gelombang Kelvin bergerak dari arah Samudra Hindia ke arah Samudra Pasifik melewati wilayah Indonesia dengan siklus 30-40 hari pada MJO, sedangkan pada Kelvin skala harian.

Sebaliknya, fenomena Gelombang Rossby bergerak dari arah Samudera Pasifik ke arah Samudera Hindia dengan melewati wilayah Indonesia. Sama halnya seperti MJO maupun Kelvin, ketika Gelombang Rossby aktif di wilayah Indonesia maka dapat berkontribusi pada peningkatan pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah indonesia.

Sepekan ke depan, kata Guswanto, hampir sebagian wilayah Indonesia berpotensi diguyur hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir/angin kencang. Daerah-daerah tersebut yaitu, Riau, Sumatra Barat, Jambi, Bengkulu, Sumatra Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Utara.

Wilayah lainnya, yaitu Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat dan Papua.

Senada, Guswanto mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk mewaspadai cuaca ekstrem selama musim pancaroba. Hal tersebut guna menghindari risiko korban jiwa akibat cuaca ekstrem. BMKG sendiri, kata dia, terus memperbarui informasi mengenai cuaca yang bisa diakses seluruh masyarakat melakui aplikasi InfoBMKG.

“Saat angin kencang, bagi pengendara lebih baik menepi dulu untuk menghindari risiko pohon atau baliho tumbang. Bagi para nelayan juga waspada gelombang tinggi. Jangan memaksakan melaut jika cuaca sedang buruk. Update terus informasi melalui InfoBMKG untuk mengetahui prakiraan cuaca di seluruh wilayah Indonesia,” tutup dia.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Kunjungi Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, Nadiem Ucapkan Selamat Hari Santri

Nadiem Anwar Makarim bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, Jawa Timur pada hari ini, Jumat (22/10/2021)

NASIONAL | 22 Oktober 2021

Soal 12 Tuntutan Mahasiswa ke Jokowi, Jubir: Jawaban Sedang Diolah

Jubir Presiden Fadjroel Rachman mengatakan pihak Istana Kepresidenan sedang mengolah jawaban dari 12 tuntutan mahasiswa yang diberikan kepada KSP, Moedoko.

NASIONAL | 22 Oktober 2021

BNN Wakili Asia Pasifik Jadi Panelis di Pertemuan Internasional

Badan Narkotika Nasional (BNN) mewakili kawasan Asia Pasifik menjadi panelis dalam pertemuan internasional yang digelar Commission on Narcotic Drugs (CND).

NASIONAL | 22 Oktober 2021

Belajar Pendidikan Karakter, Nadiem Berkunjung ke Pesantren NU di Jawa Timur

Nadiem mengunjungi Pondok Pesantren Tebuireng di Jombang, Pondok Pesantren Lirboyo, dan Pondok Pesantren Al Falah di Kediri

NASIONAL | 22 Oktober 2021

Menteri LHK: Indonesia Berhasil Cegah Bebas Asap Karhutla 2 Tahun Berturut-turut

Selama dua tahun berturut-turut Indonesia berhasil mencegah bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

NASIONAL | 22 Oktober 2021

Umrah untuk RI Dibuka Lagi, DPR Minta Pemerintah Jamin Prokes Calon Jemaah

Komisi VIII DPR RI menyambut baik rencana Pemerintah Kerajaan Arab Saudi yang siap membuka pintu bagi jemaah Indonesia yang hendak menjalani ibadah umrah.

NASIONAL | 22 Oktober 2021

Museum Sumpah Pemuda Gelar Pameran Tokoh Pers Indonesia

Museum Sumpah Pemuda menggelar pameran tentang Tokoh Pers di Balik Sumpah Pemuda dengan tema “Lawan!” di M Bloc Space, Jakarta Selatan.

NASIONAL | 22 Oktober 2021

BMKG Ungkap Gempa Bali yang Timbulkan Kerusakan Parah

Gempa yang mengguncang Bali tergolong bukanlah gempa yang besar namun menimbulkan kerusakan yang cukup banyak.

NASIONAL | 22 Oktober 2021

PON Papua Lancar, Kapolri Apresiasi Kinerja Personel TNI-Polri

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengapresiasi kinerja para personel TNI dan Polri yang telah mengamankan PON XX Papua yang berjalan sukses.

NASIONAL | 22 Oktober 2021


TAG POPULER

# Aipda Ambarita


# WhatsApp


# Tes PCR


# Denmark Terbuka


# Antidoping



TERKINI
Investasikan US$ 5 Juta, Indo Sultan Tingkatkan Produksi Bahan Baku Sabun

Investasikan US$ 5 Juta, Indo Sultan Tingkatkan Produksi Bahan Baku Sabun

EKONOMI | 15 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings