KPK Setor Rp 500 Juta ke Kas Negara dari Pembayaran Denda Eks Mensos Juliari
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

KPK Setor Rp 500 Juta ke Kas Negara dari Pembayaran Denda Eks Mensos Juliari

Jumat, 24 September 2021 | 17:24 WIB
Oleh : Fana F Suparman / FFS

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyetor uang denda senilai Rp500 juta yang dibayarkan eks Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara ke kas negara. Juliari diketahui dihukum Rp 12 tahun pidana penjara dan denda Rp 500 juta subsider enam bulan kurungan oleh Pengadilan Tipikor Jakarta karena terbukti menerima suap terkait pengadaan bansos Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek.

"Jaksa Eksekusi Andry Prihandono telah melaksanakan putusan Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Pusat Nomor: 29/Pid.Sus-TPK/2021/PN.JKT.PST tanggal 23 Agustus 2021 dengan melakukan penyetoran uang denda sejumlah Rp500 juta ke kas negara dari Terpidana Juliari P Batubara," kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri, Jumat (24/9).

KPK sebelumnya telah mengeksekusi Juliari ke Lapas Tangerang, Banten, pada Rabu (22/9/2021). Di lapas itu, Juliari bakal menjalani hukuman penjara selama 12 tahun dikurangi masa penahanan.

Selain pidana penjara dan denda, Juliari juga diwajibkan membayar uang pengganti sejumlah Rp14,5 miliar. Harta benda Juliari akan disita untuk dilelang jika tak kunjung membayar uang pengganti tersebut dalam rentang waktu sebulan setelah perkara berkekuatan hukum tetap. Jika harta benda Juliari tidak mencukupi untuk membayar uang pengganti, maka diganti dengan pidana penjara selama dua tahun.

Dikatakan Ali, pihaknya juga bakal melakukan penagihan pembayaran uang pengganti tersebut kepada Juliari.

"Terkait hukuman uang pengganti yang dibebankan kepada terpidana, jaksa eksekutor juga segera melakukan penagihan pembayaran uang pengganti dimaksud," ucapnya.

Selain itu, majelis hakim juga menjatuhkan pidana tambahan kepada Juliari berupa pencabutan hak politik selama empat tahun usai menjalani pidana pokok.

Diketahui, majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan hukuman 12 tahun pidana penjara dan denda Rp 500 juta subsider enam bulan kurungan terhadap Juliari. Selain itu, majelis hakim juga menghukum Juliari membayar uang pengganti sejumlah Rp 14,59 miliar subsider dua tahun dan pencabutan hak politik selama empat tahun setelah selesai menjalani pidana pokok.

Majelis hakim menyatakan Juliari terbukti secara sah dan meyakinkan menerima suap sebesar Rp 32,48 miliar terkait pengadaan bantuan sosial Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek secara bersama-sama dan berlanjut.

Hukuman yang dijatuhkan majelis hakim terhadap Juliari lebih berat dibanding dengan tuntutan jaksa penuntut KPK yang menuntut agar Juliari dijatuhi hukuman 11 tahun penjara.

Dalam menjatuhkan hukuman ini, majelis hakim mempertimbangkan sejumlah hal. Untuk hal yang memberangkatkan, majelis hakim menilai Juliari tidak berjiwa kesatria karena tidak mengakui perbuatannya dan bahkan menyangkal telah menerima suap terkait pengadaan bansos Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek selama proses persidangan perkara tersebut.

Selain tidak berjiwa kesatria, majelis hakim menyebutkan, hal yang memberatkan hukuman Juliari lainnya, yakni tindak pidana korupsi ini dilakukan saat Indonesia dalam keadaan darurat bencana nonalam yaitu pandemi Covid-19.

Sementara itu, untuk hal meringankan, Juliari disebut belum pernah menjalani hukuman sebelumnya. Hakim juga menilai Juliari sudah cukup menderita dicerca, dimaki, dihina oleh masyarakat. Menurut hakim, Juliari telah divonis oleh masyarakat telah bersalah padahal secara hukum terdakwa belum tentu bersalah sebelum adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. Juliari juga dinilai hakim menjalani persidangan secara tertib.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Gus Yahya: Saya Hanya Ingin Mengabdi dan Membesarkan NU

Sebelumnya, PWNU yang menyatakan dukungan antara lain adalah Jawa Timur, Bengkulu, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Gorontalo, dan Sulawesi Selatan

NASIONAL | 18 Oktober 2021

Kompolnas: Kritik kepada Polri Harus Dianggap Bentuk Perhatian

Poengky mengingatkan, pada masa kecanggihan teknologi, pengawas Polri bukan hanya internal dan eksternal seperti Kompolnas saja.

NASIONAL | 18 Oktober 2021

Kasus Pencucian Uang Bupati Probolinggo, KPK Periksa Wakil Bupati Timbul Prihanjoko

Selain timbul, KPK juga memanggil tujuh aparatur sipil negara (ASN) yang terdiri dari kepala dinas (kadis) hingga kepala seksi (kasi) di Pemkab Probolinggo.

NASIONAL | 18 Oktober 2021

Jemput Bola, Anggota DPR Rezka Oktoberia Gelar Vaksinasi Covid-19 di Limapuluh Kota

Anggota DPR Fraksi Demokrat Rezka Oktoberia kembali menggelar vaksinasi Covid-19 di Kecamatan Limapuluh Kota, Sumatera Barat, Minggu (17/10/2021).

NASIONAL | 18 Oktober 2021

Mantan Bupati Kukar Rita Widyasari Jadi Saksi di Sidang Eks Penyidik KPK

Mantan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, Rita Widyasari, akan dihadirkan jaksa KPK sebagai saksi sidang kasus suap.

NASIONAL | 18 Oktober 2021

Hadirkan Program #hasTECH, Indosterling Technomedia Siapkan Inkubator Entrepreunership Muda

Program kolaborasi #hasTECH ini melengkapi teori keilmuan yang diperoleh mahasiswa di dalam kelas, dengan pengetahuan pragmatis dan skill set yang dibutuhkan.

NASIONAL | 18 Oktober 2021

Mentan Hadiri Panen Raya Jagung di Kupang

Adapun luas lahan yang akan dipanen ini kurang lebih mencapai 891 hektare yang tersebar di 12 kecamatan.

NASIONAL | 18 Oktober 2021

Rektor IPB: Badan Pangan Nasional Harus Bisa Wujudkan Kemandirian Pangan

Menurutnya, Badan Pangan Nasional harus bisa mewujudkan kemandirian dan kedaulatan pangan, stabilisasi harga pangan strategis dan menjamin stok pangan nasional.

NASIONAL | 18 Oktober 2021

November, Kemendikbudristek Kembali Gelar Pekan Kebudayaan Nasional

Kemendikbudristek terus berupaya memberikan terobosan yang menarik dalam menghadirkan berbagai kegiatan Pekan Kebudayaan Nasional.

NASIONAL | 18 Oktober 2021

Cuaca Ekstrem Berpotensi Landa 27 Wilayah di Indonesia

BMKG memberikan peringatan dini terkait cuaca ekstrem yang berpotensi melanda 27 wilayah di Tanah Air pada Senin (18/10/2021).

NASIONAL | 18 Oktober 2021


TAG POPULER

# Jembatan Gantung


# Merah Putih


# Piala Thomas


# Luhut Pandjaitan


# Kasus Covid-19



TERKINI
Jakarta Resmi Jadi Tuan Rumah Formula E, Wagub Imbau DPRD Tidak Perlu Interpelasi

Jakarta Resmi Jadi Tuan Rumah Formula E, Wagub Imbau DPRD Tidak Perlu Interpelasi

MEGAPOLITAN | 11 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings