Wamenag: Mahasiswa Harus Jadi Katalisator dan Dinamisator Agama
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Wamenag: Mahasiswa Harus Jadi Katalisator dan Dinamisator Agama

Jumat, 24 September 2021 | 18:02 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa'adi berharap mahasiswa perguruan tinggi, terutama Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) bisa menjadi katalisator dan dinamisator dalam penguatan moderasi beragama.

Pesan ini disampaikan Wamenag saat memberikan sambutan pada pembukaan Kuliah Perdana Institut Agama Islam (IAI) As'adiyah, Sengkang Sulawesi.

"Perguruan Tinggi adalah lembaga akademis. Mahasiswa Perguruan Tinggi diharapkan menjadi katalisator sekaligus dinamisator yang mampu mengedukasi masyarakat dalam penguatan moderasi beragama," terang Wamenag melalui keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, Jumat (24/9/2021).

Wamenag mengatakan, publik perlu mendapat pencerahan mengenai pentingnya untuk memiliki pemahaman adil dan seimbang, demi merawat keharmonisan masyarakat, dan relasi harmonis antara agama dan negara dalam konteks ke-Indonesia-an.

Untuk itu, Wamenag menegaskan, pemahaman keagamaan yang adil dan seimbang seharusnya lebih mudah hadir pada mereka yang berada dalam atmosfer lingkungan akademis. Sebab, lingkungan ini mengutamakan dialog inklusif dan terukur dalam menghadapi perbedaan.

"Mahasiswa mesti mampu merawat nilai-nilai yang merupakan hakikat agama dan ilmu pengetahuan. Yaitu, nilai-nilai yang sesungguhnya untuk kemanusiaan, dan untuk menjawab permasalahan kemanusiaan," tuturnya.

"Dalam konteks moderasi beragama, nilai-nilai kemanusiaan itu termanifestasi pada komitmen kebangsaan, toleran, beragama tanpa kekerasan, dan menghormati kearifan lokal," sambungnya.

Wamenag melihat saat ini ada kesalahpahaman sementara orang dalam memaknai tugas dakwah amar ma'ruf nahi munkar. Yakni, jika melaksanakan amar ma'ruf itu dengan cara yang lembut, bijak dan penuh kedamaian, sementara jika melaksanakan nahyi munkar itu harus dengan cara-cara kekerasan. Hal tersebut tidak tepat dan tidak sesuai dengan akhlak Rasulullah.

Rasulullah, kata Wamenag, mengajarkan untuk melaksanakan amar ma'ruf nahyi munkar dengan penuh kebijakan, contoh yang baik dan berdiskusi dengan cara yang lebih baik.

"Mengajak bukan mengejek, merangkul bukan memukul, ramah bukan marah-marah dan menasehati bukan memaki-maki. Sekarang ini banyak ahlul makky alias ahli maki-maki," terangnya.

Kepada para mahasiswa, Wamenag berpesan tentang 3, agar mereka tidak mudah terbawa arus ekstremisme dan intoleransi. Pertama, mahasiswa tidak boleh kehilangan kemampuan untuk berpikir kritis. Sebab, sikap kritis adalah salah satu ciri khas insan akademik. Sikap ini melahirkan cara pandang yang terbuka.

Kedua, mahasiswa harus memiliki pemahaman tentang relativitas kebenaran pandangan keagamaan. Sehingga tidak mudah terjebak pada klaim-klaim kebenaran yang cenderung mempermasalahkan pandangan lain yang berbeda.

"Ketiga, carilah ilmu dari sumber yang otoritatif. Hal ini bisa dilihat dari sisi kualifikasi akademik dan sanad keilmuan. Mahasiswa agar tidak mencukupkan dirinya semata belajar dari Mbah Google," tandasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Wapres: Kaum Santri Selalu Hadir dalam Setiap Langkah Kebangsaan

Dikatakan Wapres Maruf Amin, dalam perjuangan bangsa menanggulangi pandemi Covid-19, kaum santri juga berperan dalam memberikan teladan.

NASIONAL | 22 Oktober 2021

Sambut Hari Santri, MobileCom Luncurkan Aplikasi NU Tangerang

Aplikasi mobile dari Mobilecom ini menjadi media interaktif dan dakwah untuk warga NU Tangerang.

NASIONAL | 22 Oktober 2021



Puan Maharani: Santri Harus Jadi Pelopor Penanggulangan Covid-19

Pesantren sebagai tempat menempa ilmu harus menjaga warisan para ulama dan kiai yang dulu mencetuskan Resolusi Jihad melawan penjajah sebagai benteng NKRI.

NASIONAL | 22 Oktober 2021

Prof Diena M Lemmy Dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Manajamen Jasa Kepariwisataan UPH

Prof Diena menuturkan, salah satu gerbang yang dapat menjadi titik awal Indonesia untuk menuju pariwisata berkelanjutan adalah desa wisata.

NASIONAL | 22 Oktober 2021

Dilantik Jadi Deputi BNPP, Komjen Paulus Telah Serahkan Jabatan Kabaintelkam

Komjen Pol Paulus Waterpauw resmi dilantik sebagai deputi BNPP dan sudah menyerahkan jabatan Kabaintelkam yang dia emban sebelumnya.

NASIONAL | 22 Oktober 2021

BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem di 23 Wilayah Ini

BMKG memberikan peringatan dini agar waspada akan cuaca ekstrem untuk curah hujan sedang hingga lebat yang diperkirakan terjadi di 23 wilayah di Tanah Air.

NASIONAL | 22 Oktober 2021

Gempa Magnitudo 5,3 Guncang Malang, Tidak Berpotensi Tsunami

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Malang Ma'mur mengatakan gempa Malang terjadi akibat adanya aktivitas pada zona subduksi yang ada di bagian selatan.

NASIONAL | 22 Oktober 2021

Aplikasi Sipantau Jadi Inovasi Pemprov Sumbar Putus Rantai Penyebaran Covid-19

Aplikasi Sipantau yang dipakai Pemprov Sumatera Barat akan mendata masyarakat yang keluar masuk Ranah Minang.

NASIONAL | 22 Oktober 2021


TAG POPULER

# Aipda Ambarita


# WhatsApp


# Tes PCR


# Denmark Terbuka


# Antidoping



TERKINI
Firli Bahuri: Semangat Santri Diperlukan dalam Perang Badar Melawan Korupsi

Firli Bahuri: Semangat Santri Diperlukan dalam Perang Badar Melawan Korupsi

NASIONAL | 7 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings