Sekjen LPOI Ingatkan Bahaya Fanatisme Ekstrem Agama
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Sekjen LPOI Ingatkan Bahaya Fanatisme Ekstrem Agama

Sabtu, 25 September 2021 | 12:06 WIB
Oleh : BW

Jakarta, Beritasatu.com - Sekretaris Jenderal Lembaga Persahabatan Ormas Islam (Sekjen LPOI) Denny Sanusi mengingatkan bahaya fanatisme ekstrem agama yang dapat memecah belah masyarakat.

“Fanatik kepada agama pada dasarnya fine (biasa) saja. Memang kita harus fanatik dengan cermat, karena ketika fanatik itu mulai menyalahkan orang lain yang berbeda agama atau keyakinan dan mulai berlaku ekstrem, itu yang tidak boleh,” ujar Denny Sanusi di Jakarta dalam keterangan tertulis yang diterima Sabtu (25/9/2021).

Menurutnya, fanatisme ekstrem justru hanya membawa kemudaratan bagi umat, karena dapat memicu timbulnya sikap merasa paling benar, ingin menang sendiri bahkan prasangka-prasangka buruk antarmasyarakat dan umat beragama.

Dia juga menyoroti maraknya institusi pendidikan bahkan rumah ibadah yang kini mulai menunjukkan gerak-gerik adanya praktik intoleransi di dalamnya. Yang ia khawatirkan hal tersebut justru akan makin memperburuk keadaan masyarakat yang kini mulai terpecah belah.

“Saya mendapati dari penelitian, bahwa beberapa institusi pendidikan bahkan rumah ibadah sudah tidak lagi menjalankan rukun dakwah sebagaimana mestinya. Rukun dakwah itu sudah tidak dipakai lagi,” ucap pria yang pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (DPP PITI) itu.

Apalagi, saat ini ia melihat banyaknya masyarakat yang terjerumus pada radikalisme yang diakibatkan oleh keliru dalam memilih majelis dan guru-guru agama. Sehingga ia mengingatkan kepada masyarakat untuk senantiasa cermat dalam memilih institusi pendidikan, majelis dan ulama.

“LPOI terus mengimbau untuk hati-hati karena jangan sampai kita salah guru yang akhirnya menjerumuskan kita menjadi intoleran, harus cermat dan teliti jangan sampai terlanjur terjebak nantinya,” ujarnya.

Silsilah
Ia mengatakan, masyarakat harus tahu akar, silsilah, bahkan historis dari tempat belajar yang akan mereka timba ilmunya. Sikap cermat dan teliti dalam memilih tersebut niscaya akan menghindarkan diri dari doktrin radikal dan intoleransi.

“Sebenarnya ada faktor utama yang menyebabkan seseorang mudah terjerumus dalam radikal dan intoleransi yaitu rendahnya wawasan atau kebodohan,” ucap pria yang juga menjabat sebagai Sekjen Lembaga Persahabatan Ormas Keagamaan (LPOK) ini.

Ia melanjutkan, kurangnya wawasan akan membuat seseorang mudah sekali didoktrinasi, sebagaimana ia memercayai bahwa kebodohan adalah pangkal dari segala sesuatu yang negatif. Maka dari itu di sinilah peran ormas agama untuk ikut membantu memberi pemahaman agar masyarakat tidak mudah dijerumuskan.

“Saya merasa sangat penting sekali dengan ormas keagamaan bisa bermitra dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), karena ormas ini dapat memberikan pengertian bagaimana cara beragama yang baik, inilah fungsi ormas untuk bisa menyentuh hingga ke bawah,” ungkapnya.

Dikatakan Denny, LPOI dan LPOK sebagai lembaga yang bermitra dengan BNPT juga ikut berupaya dalam menangani fenomena radikalisme dan intoleransi, salah satunya melalui memorandum of understanding (MoU) dengan beberapa pemangku kepentingan dalam hal pemberdayaan mantan napiter (narapidana terorisme) yang baru bebas. Salah satunya dengan program pelatihan, pemberian modal usaha, dan pembekalan pada tahap reintegrasi sosial.

“Bahwasanya radikalisme ada pekerjaan rumah yang harus diberikan solusi pemecahannya, dan hal ini harus mendapat perhatian serius baik dari pemerintah dengan mengerahkan seluruh lapisan masyarakat termasuk ormas,” ujarnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: ANTARA

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Keterangan Azis Syamsuddin Berbeda dengan Saksi Lain, Hakim Curiga Ada yang Berbohong

Keterangan mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin berbeda dengan saksi lainnya. Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta mencurigai ada yang berbohong.

NASIONAL | 26 Oktober 2021

Penganiaya Anjing di Aceh Singkil Sepatutnya Diproses Hukum

Haris Azhar meminta penganiaya anjing di Aceh Singkil, Aceh diproses hukum. Apapun alasannya, penyiksaan terhadap hewan tidak dapat dibenarkan.

NASIONAL | 25 Oktober 2021

Anggota Polres Lombok Timur Tewas Ditembak Oknum Polisi

Briptu Khairul Tamimi alias Momon, anggota Polres Lombok Timur, Senin (25/10/2021), ditemukan tewas di rumahnya akibat ditembak rekan seprofesinya

NASIONAL | 25 Oktober 2021

Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bakal Pacu Ekspansi Bisnis

Peluang ekspansi bisnis tidak hanya terbuka untuk Kota Bandung dan Jakarta saja, tetapi juga kawasan di sekitar stasiun pemberhentian, terutama di Karawang.

NASIONAL | 25 Oktober 2021

Kompolnas: Praktik Militeristik Tak Layak Diterapkan di Polri

Kompolnas menyayangkan adanya tindakan kekerasan yang diduga dilakukan oleh Kapolres Nunukan

NASIONAL | 25 Oktober 2021

Pukul Anggota, Kapolres Nunukan Dinonaktifkan

Polda Kaltara akan menerbitkan SKEP Penonaktifan Kapolres Nunukan setelah beredar video pemukulan kepada anggota polisi yang diduga dilakukan Kapolres Nunukan

NASIONAL | 25 Oktober 2021

Ratusan Rumah Warga di Mamuju Terendam Banjir

Menurut warga setempat, bencana banjir tersebut sudah menjadi langganan ketika musim hujan.

NASIONAL | 25 Oktober 2021

Kemenag Gandeng Pesantren Sosialisasikan Ketahanan Keluarga Berbasis Agama dan Budaya

Seminar itu mengusung tema Membangun Ketahanan Keluarga Berbasis Nilai-Nilai Agama dan Budaya Sebagai Tindakan Pencegahan Perceraian dan Perkawinan Anak.

NASIONAL | 25 Oktober 2021

Wakil Ketua MPR Sebut Mahasiswa Harus Dibekali Jiwa Kewirausahaan

Universitas Esa Unggul bekerja sama dengan Academy of Entrepreneurs Australia telah menyelenggarakan Idea to Business International Competition 2021.

NASIONAL | 25 Oktober 2021

Tahap Wawancara Anugerah Tangguh Adhiwirasana Akan Diikuti 30 Nominasi

Hanya akan ada 30 nominasi dari provinsi dan kabupaten/kota yang akan lanjut ke tahapan penjurian sesi wawancara di Anugerah Tangguh Adhiwirasana.

NASIONAL | 25 Oktober 2021


TAG POPULER

# Tes PCR


# Greysia Polii/Apriyani Rahayu


# Cristiano Ronaldo


# PSIS


# Sekjen Kemendagri



TERKINI
IPTV Gelar Kegiatan Gaet Loyalitas Pengguna Vision+

IPTV Gelar Kegiatan Gaet Loyalitas Pengguna Vision+

EKONOMI | 3 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings