Kabareskrim: Pabrik Obat Ilegal di DIY Beromzet Rp 2 Miliar Per Hari
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kabareskrim: Pabrik Obat Ilegal di DIY Beromzet Rp 2 Miliar Per Hari

Senin, 27 September 2021 | 18:10 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komjen Pol Agus Andrianto menyatakan, pabrik obat keras dan berbahaya tidak berizin yang digerebek polisi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) , diperkirakan mampu mendapatkan omzet sebesar Rp 2 miliar per hari.

"Kalau produksinya 2 juta butir pil per hari saya kurang tahu harga pastinya berapa, tapi kalau misalnya asumsi satu butir Rp 1.000, kalau 2 juta butir berarti Rp 2 miliar satu hari," kata Kabareskrim seusai konferensi pers pengungkapan kasus peredaran gelap obat keras dan berbahaya, di Yogyakarta, Senin (27/9/2021).

Menurut Agus Andrianto, produksi 2 juta butir pil golongan obat keras dengan omzet Rp 2 miliar itu berasal dari 2 pabrik ilegal yang digerebek polisi di Jalan IKIP PGRI Sonosewu, Desa Ngestiharjo Kasihan, Kabupaten Bantul, dan pabrik di Desa Bayuraden, Gamping, Kabupaten Sleman, DIY.

Salah satu pabrik obat keras yang berhasil diungkap jajaran Bareskrim Polri dan jajaran kepolisian wilayah tersebut sudah beroperasi sejak 2018, dan baru terungkap pada 2021 karena, menurut Kabareskrim, operasionalnya yang tertutup dan tidak memiliki izin.

"Kan mereka (operasional) sangat tertutup dan izinnya juga tidak ada, makanya peran serta masyarakat sangat perlu, kalau ada informasi terkait dengan situasi di sekelilingnya mohon diinformasikan kepada polisi terdekat," kata Kabareskrim.

Menurut dia, saat ini sudah ada 13 orang tersangka mulai pengedar, kemudian distributor yang diamankan dalam kasus peredaran gelap obat keras dan berbahaya jaringan Jawa Barat - DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta - Jawa Timur - Kalimantan Selatan tersebut.

Dari para tersangka, polisi telah menyita barang bukti lebih dari lima juta butir pil golongan obat keras jenis Hexymer, Trihex, DMP, Tramadol, double L, Aprazolam dari berbagai TKP penangkapan tersangka yaitu di Cirebon, Indramayu, Majalengka, Bekasi dan Jakarta Timur.

"Ini akan kami tindaklanjuti karena tidak menutup kemungkinan obat-obatan keras dan berbahaya ini sudah diedarkan di seluruh wilayah Indonesia, tentu dari 13 tersangka akan berkembang, karena nanti akan kita upayakan untuk membuka dari transaksi dan komunikasi yang mereka lakukan," katanya.

Agus Andrianto menyatakan, pasal yang disangkakan kepada para tersangka yaitu Pasal 60 UU 11/2020 tentang Cipta Kerja perubahan atas Pasal 197 UU 36/2009 tentang Kesehatan dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp1,5 miliar.

Kemudian Sub Pasal 196 UU 36/2009 tentang Kesehatan yaitu setiap orang yang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan/atau alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 Ayat (1) dipidana pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 1,5 miliar.

Lebih subsider Pasal 198 UU 36/2009 tentang Kesehatan yaitu setiap orang yang tidak memiliki keahlian dan kewenangan untuk melakukan praktek kefarmasian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108 dipidana dengan denda paling banyak Rp 100 juta.

Serta Pasal 60 UU 5/1997 tentang Psikotropika dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara dan pidana denda paling banyak Rp 200 juta.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Jaksa Agung: Jaksa yang Profesional Tidak Menunda Sidang

Jaksa Agung ST Burhanuddin menyatakan, jaksa yang profesional adalah jaksa yang tidak menunda agenda sidang pembacaan tuntutan dengan alasan apa pun.

NASIONAL | 28 November 2021

Jalan Longsor di Samosir Belum Bisa Dilalui Kendaraan

Jalan yang longsor di wilayah Samosir, Sumut belum bisa dilewat

NASIONAL | 28 November 2021

Jaksa Banding atas Vonis 4 Terdakwa Korupsi Masjid Sriwijaya

Jaksa penuntut Kejati Sumsel mengajukan banding terhadap vonis empat terdakwa kasus korupsi hibah pembangunan Masjid Raya Sriwijaya Palembang.

NASIONAL | 28 November 2021

Hukum Berat Pelaku kekerasan terhadap Anak

Pelaku kekerasan terhadap anak harus dihukum berat.

NASIONAL | 28 November 2021

Penting, Aturan Tamu Wajib Lapor 1x24 Jam

Susaningtyas NH Kertopati atau akrab disapa Nuning menegaskan ketentuan tamu wajib lapor 1x24 jam sangat penting untuk dipertahankan.

NASIONAL | 28 November 2021

Koordinasi Intelijen Dinilai Makin Berjalan Baik

Susaningtyas NH Kertopati atau akrab disapa Nuning mengapresiasi koordinasi intelijen di bawah Badan Intelijen Negara.

NASIONAL | 28 November 2021

Pengaruhi Pikiran, Ciri Agen Intelijen Andal

Seorang agen intelijen yang andal harus dapat memengaruhi pikiran individu, massa, bahkan institusi.

NASIONAL | 28 November 2021

Akademisi Pasuruan Respons Positif Investor

Di Kabupaten Pasuruan yang dikenal sebagai salah satu jantung industri di Jawa Timur berskala nasional, turut menyambut datangnya investor termasuk akademisi.

NASIONAL | 28 November 2021

Nuning Kertopati: Saat Negara Berdiri, Intelijen Sudah Ada

Nuning Kertopati menyebut intelijen sudah ada saat suatu negara dibentuk. Intelijen berperan penting untuk mengetahui ancaman terhadap negara.

NASIONAL | 28 November 2021



TAG POPULER

# Indonesia Terbuka


# Penghinaan Etnis


# Sembunyi di Roda Pesawat


# Razia Vaksinasi Covid-19


# Omicron



TERKINI
MU Curi Satu Angka di Kandang Chelsea

MU Curi Satu Angka di Kandang Chelsea

BOLA | 13 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings