Suksesi di Pura Mangkunegaran Solo Bakal Mulus
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Suksesi di Pura Mangkunegaran Solo Bakal Mulus

Senin, 27 September 2021 | 20:14 WIB
Oleh : Dwi Argo Santosa / DAS

Jakarta, Beritasatu.com - Suksesi kepemimpinan di Pura Mangkunegaran, Solo, Jawa Tengah, bakal berjalan mulus selepas wafatnya Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara IX pada 13 Agustus 2021 lalu. Tidak akan terjadi konflik antarketurunan raja atau perebutan kekuasaan.

“Di Mangkunegaran ini (suksesi) akan smooth,” kata Seno Adjie, pengusaha yang dekat dengan kalangan Pura Mangkunegaran, kepada Beritasatu.com, Minggu (26/9/2021).

Suksesi di Pura Mangkunegaran Solo Bakal Mulus
Kiri ke kanan: GPH Paundra, KRMH Roy, dan GPH Bhre. (Istimewa)

Seno Adjie yang juga adalah adik musisi kondang dan pengusaha Setiawan Djody ini cukup mengetahui kondisi perkeratonan.

Ia merupakan sosok yang berperan menyelesaikan konflik di Keraton Solo beberapa tahun silam. Seno Adjie dianggap bisa diterima tiga kubu yang beronflik waktu itu. Karena itu, Presdir PT Layani Nahdlatul Utama ini cukup bisa menggambarkan suasana kebatinan kalangan keraton.

“Di Mangkunegaran ini lebih soft karena kekerabatannya lebih menyatu ketimbang di Keraton (Kesultanan Surakarta),” katanya terkait suksesi.

Tiga nama yang disebut-sebut menjadi calon pengganti adalah dua putra kandung Mangkunegara IX, yakni Gusti Pangeran Haryo (GPH) Paundrakarna Sukmaputra Jiwanegara, dan GPH Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo, serta cucu KGPAA Mangkunegara VIII, Kanjeng Raden Mas Haryo (KRMH) Roy Rahajasa Yamin.

Paundra merupakan putra pertama dari pernikahan Mangkunegara IX dengan Sukmawati Soekarnoputri. Pasangan ini kemudian bercerai.

Suksesi di Pura Mangkunegaran Solo Bakal Mulus
Permaisuri Mangkunegara IX (kedua dari kiri) dan Sukmawati Soekarnoputri (Kedua dari kanan). (Instagram/@poppydharsono)

Sedangkan Bhre adalah putra dari pernikahan Mangkunegara IX dengan Prisca Marina Yogi Supardi yang kemudian dinobatkan menjadi permaisuri Mangkunegara IX sampai saat ini.

Sementara itu, Roy Rahajasa Yamin juga disebut-sebut menjadi salah satu calon pewaris takhta meski bukan anak kandung Mangkunegara IX melainkan keponakan.

Roy Rahajasa Yamin adalah cucu KGPAA Mangkunegara VIII. Roy juga adalah cucu Mohammad Yamin, pahlawan nasional yang dikenal sebagai pelopor Sumpah Pemuda.

"Dalam sejarah Magkunegaran tidak ada aturan baku bahwa pengganti raja otomatis adalah putra mahkota atau anak kandung dari Mangkunegara sebelumnya," kata Seno Adjie.

Sejarah Mangkunegaran
Mangkunegaran adalah sebuah wilayah otonom di wilayah Surakarta sejak 1757 dan bila merunut sejarah, pemerintahan ini merupakan pecahan dari dinasti Mataram Islam, tepatnya dari Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Kerajaan Mataram Islam didirikan oleh Ki Ageng Pamanahan pada abad ke-16. Awalnya berpusat di Kotagede, Yogyakarta. Pada masa kejayaannnya, Kerajaan Mataram Islam pernah menyatukan sebagian besar Pulau Jawa kecuali Kesultanan Banten dan Kesultanan Cirebon.

Suksesi di Pura Mangkunegaran Solo Bakal Mulus
Lambang kerajaan setelah Mataram terpecah. (Beritasatu.com)

Kebesaran kerajaan ini menyusut karena konflik internal perebutan kekuasaan antarkerabat istana. Terjadi perang saudara berkepanjangan seiring kehadiran Vereenigde Oostindische Compagnie atau VOC dengan politik memecah belah atau devide et impera.

Mataram adalah penentang kebijakan VOC hingga pemerintahan Amangkurat IV, penguasa Mataram periode 1719-1726. Amangkurat IV memiliki 4 anak dari seorang permaisuri dan 3 selir. Keturunan Amangkurat IV ini kemudian saling berkonflik. VOC adalah pemenangnya karena menjadi pihak yang mendapatkan banyak keuntungan.

Anak pertama Amangkurat IV dari selir atau garwa ampeyan Mas Ayu Karoh, yakni Arya Mangkunegara (lahir 1703).

Namun Arya kemudian diasingkan oleh VOC ke Sri Lanka hingga meninggalnya di Afrika Selatan. Pasalnya, Arya adalah penentang kebijakan VOC, serikat dagang Belanda yang memiliki tentara.

Arya memiliki anak bernama Raden Mas (RM) Said (lahir 1725) atau Pangeran Sambernyawa. Anak inilah yang meneruskan perjuangan sang ayah, anti-VOC.

Anak Amangkurat IV lainnya adalah dari permaisuri GKR Kencana, yakni Pangeran Prabasuyasa (lahir 1711). Prabasuyasa dengan gelar Pakubuwono II ini yang meneruskan pemerintahan Mataram yang berpusat di Kartasura.

Pangeran Sambernyawa berkonflik dengan internal kerajaan karena mengklaim dirinya berhak atas takhta Mataram yang diduduki pamannya, Pakubuwono II, lantaran ayahnya (Arya Mangkunegara) adalah putra sulung Amangkurat IV.

Sedangkan Pakubuwono II yang awalnya menentang VOC belakangan malah bersekutu. Pasalnya, sepupu Pakubuwono II bernama Sunan Kuning, bersama warga Tionghoa, memberontak dan berhasil merebut Kartasura. Sunan Kuning dinobatkan sebagai Raja Mataram dengan gelar Amangkurat V.

Suksesi di Pura Mangkunegaran Solo Bakal Mulus
Peninggalan tembok benteng Keraton Mataram di Kartasura yang berlubang. (Istimewa)

Pakubuwono II terusir dari keraton sehingga bersekutu meminta bantuan VOC untuk merebut kembali Kartasura pada 1742. Karena kondisi keraton di Kartasura hancur, maka pada 1745 Pakubuwono II memindahkannya ke desa Sala (Solo) yang kemudian dinamai Surakarta.

Pemerintahan Pakubuwono II yang dibantu VOC mendapat perlawanan dari dari keponakannya, yakni Pangeran Sambernyawa, dan putera Amangkurat IV lainnya dari selir Mas Ayu Tejawati, RM Sujana (lahir 1717).

Pada 11 Desember 1749, dalam keadaan sakit parah, Pakubuwono II menandatangani penyerahan kekuasaan Mataram kepada VOC.

Pakubuwono II akhirnya meninggal dunia pada tanggal 20 Desember 1749, diusianya yang ke-38. Ia digantikan oleh Raden Mas Suryadi, putranya yang kemudian bergelar Pakubuwono III.

Perlawanan oleh Pengeran Sambernyawa dan RM Sujana alias Pangeran Mangkubumi membuat Pakubuwono III menyepakati perjanjian dengan Pangeran Mangkubumi, tanpa mengikutsertakan Pangeran Sambernyawa. Tentu saja VOC campur tangan dalam hal ini demi mempertahankan hegemoninya.

Melalui perjanjian Giyanti pada 13 Februari 1755, Kerajaan Mataram terpecah menjadi dua, yakni Kasunanan Surakarta Hadiningrat di bawah Sunan Pakubuwono II, dan Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat di bawah Pangeran Mangkubumi. Nama terakhir ini kemudian menggunakan gelar Sultan Hamengku Buwana (HB) I.

Suksesi di Pura Mangkunegaran Solo Bakal Mulus
Empat penguasa keraton di Jawa dalam satu frame. Dari kiri: KGPAA Mangkunegara IX, KGPAA Paku Alam VIII, Sri Susuhunan Paku Buwono XII, dan Sri Sultan Hamengku Buwono X. Foto diambil sekitar tahun 1992 di Yogyakarta. (Istimewa)

Selain memecah Mataram menjadi dua, kekuasaan VOC semakin kuat mencengkeram tanah Jawa. Salah satu klausul dalam perjanjian itu menyebut, sebelum pepatih dalem dan para bupati melaksanakan tugasnya, mereka harus melakukan sumpah setia pada VOC. Pepatih dalem adalah pemegang kekuasaan eksekutif sehari-hari.

Sedangkan Sri Sultan tidak akan mengangkat atau memberhentikan pepatih dalem dan bupati sebelum mendapatkan persetujuan dari VOC.

Perjanjian Giyanti itu ditentang keras Pangeran Sambernyawa sehingga ia harus menghadapi tiga lawan sekaligus yakni VOC, sepupunya sendiri Sunan Pakubuwono III dan pamannya Sultan HB I.

Atas permintaan VOC, Pakubuwono III mengajak damai Pangeran Sambernyawa hingga terjadilah Perjanjian Salatiga, pada 17 Maret 1757.

Suksesi di Pura Mangkunegaran Solo Bakal Mulus
Pendopo Ageng Pura Mangkunegaran. (Istimewa)

RM Said alias Pangeran Sambernyawa diberi kekuasaan. Ia diangkat sebagai Adipati Miji alias mandiri dengan gelar Mangkunegara I. Formalnya disebut Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara Senopati Ing Ayudha Sudibyaningprang.

Meskipun berstatus otonom, sama dengan kerajaan pecahan Mataram lainnya, penguasa Mangkunegaran tidak memiliki otoritas yang sama tinggi dengan Kasunanan Surakarta maupun Kasultanan Yogyakarta. Mangkunegara semacam raja kecil. Penguasanya tidak berhak menyandang gelar sunan atau sultan tetapi pangeran adipati arya.

Suksesi di Pura Mangkunegaran Solo Bakal Mulus
KGPAA Mangkunegara I hingga IX. (Beritasatu.com)

Sepanjang periode 1757-1946, Mangkunegaran adalah kerajaan yang memiliki wilayah dan tentara sendiri, lepas dari Kasunanan Surakarta.

Pada September 1946, Mangkunegara VIII menyatakan bergabung dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Inilah cikal bakal Mangunegaran dengan istana bernama Pura Mangkunegaran, berada di tengah kota Solo, yang kini tengah mencari pangeran adipati arya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Fermented Mother Liquor, Nutrisi Pakan Ternak Alternatif

Fermented Mother Liquor (FML) merupakan cairan yang berasal dari hasil pengolahan produk samping dari proses produksi Monosodium Glutamat (MSG).

NASIONAL | 1 Desember 2021

Inovasi Sejumlah Pemkot Bangun Smart City

Berbagai daerah terus berupaya menata menuju kota cerdas atau smart city untuk mewujudkan pelayanan publik yang efektif dan efisien. 

NASIONAL | 1 Desember 2021

Pemerintah Bakal Lebih Serius Tangani Difabel Intelektual

Pemerintah segera mencari upaya yang lebih komprehensif untuk mengembangkan anak-anak bertalenta khusus atau difabel intelektual.

NASIONAL | 1 Desember 2021

Densus Tangkap 2 Terduga Teroris Jaringan JI di Luwu Timur

Dua terduga teroris yang ditangkap Densus 88 Antiteror di Luwu Timur merupakan jaringan Jamaah Islamiyah (JI) 

NASIONAL | 1 Desember 2021

Penderita HIV/AIDS di Kota Ternate Capai 641 Orang

Penderita HIV/AIDS di Kota Ternate mencapai 641 orang.

NASIONAL | 1 Desember 2021

ACSI dan SGU Kerja Sama SDM Keamanan Siber

ACSI atau Acer Cyber Security Inc (PT. Alpha Citra Siber Indonesia) bekerja sama Swiss German University (SGU) untuk mengisi kekurangan sumber daya manusia (SDM) tenaga ahli dalam bidang keamanan siber.

NASIONAL | 1 Desember 2021

Longsor Telan Korban Jiwa dan Rumah Rusak di Toraja Utara

Bencana tanah longsor menelan korban jiwa dan menimbulkan kerusakan rumah warga di Desa Karua, Kecamatan Balusu, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, Rabu (1/12/2021).

NASIONAL | 1 Desember 2021

Gus Yaqut: ASN Kemenag Harus Jadi Teladan Antikorupsi

Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut menyatakan para ASN di Kemenag harus menjadi teladan kebaikan terutama dalam perang melawan korupsi. 

NASIONAL | 1 Desember 2021

FKDB Gencarkan Gerakan Menanam Pohon di Sukabumi

Gerakan menanam pohon merupakan bagian dari program prioritas Forum Komunikasi Doa Bangsa (FKDB).

NASIONAL | 1 Desember 2021

Bangun Gizi Masyarakat dengan Gemar Makan Ikan

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) kembali menggelar workshop tentang manfaat mengonsumsi ikan.

NASIONAL | 1 Desember 2021


TAG POPULER

# Reshuffle Kabinet


# Reuni 212


# Kota Termahal di Dunia


# Ganjil Genap di Tol


# Militer Inggris



TERKINI
DPRD Tetapkan APBD Kabupaten Bekasi Rp 6,3 Triliun

DPRD Tetapkan APBD Kabupaten Bekasi Rp 6,3 Triliun

MEGAPOLITAN | 2 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings