Menag: Insentif Guru Bukan PNS Madrasah Segera Cair
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Menag: Insentif Guru Bukan PNS Madrasah Segera Cair

Senin, 27 September 2021 | 21:38 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Proses pencairan insentif bagi guru madrasah bukan pegawai negeri sipil (PNS) memasuki tahap akhir. Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menegaskan, insentif ini secara bertahap akan segera cair.

"Surat Perintah Pembayaran Dana sudah terbit. KPPN akan segera menyalurkan anggaran yang sudah teralokasi di RKAKL (Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga)

Kementerian Agama ke Rekening Bank Penyalur insentif guru madrasah bukan PNS,” ujar Menag, Senin ( 27/9/2021).

"Kami perkirakan, semoga akhir September atau awal Oktober 2021, dana ini sudah bisa masuk ke rekening guru bukan PNS penerima insentif," katanya.

Menurut Menag, insentif ini diberikan kepada guru bukan PNS pada Raudlatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA).

Insentif ini bertujuan memotivasi guru bukan PNS untuk lebih berkinerja dalam meningkatkan mutu pendidikan. Dengan begitu diharapkan terjadi peningkatan kualitas proses belajar-mengajar dan prestasi belajar peserta didik di RA dan Madrasah.

Sementara itu, Dirjen Pendidikan Islam M Ali Ramdhani menambahkan, insentif akan diberikan kepada guru yang memenuhi kriteria. Total kuota yang ada, telah dibagi secara proporsional berdasarkan jumlah guru setiap provinsi. Jawa Timur menjadi provinsi dengan kuota terbanyak, karena jumlah guru madrasah bukan PNS juga paling banyak.

"Sebelumnya, anggaran insentif guru ada di daerah. Untuk 2021, pencairan insentif dilakukan secara terpusat, melalui anggaran Ditjen Pendidikan Islam," ujarnya.

"Tunjangan insentif bagi guru bukan PNS pada RA/Madrasah disalurkan kepada guru yang berhak menerimanya secara langsung ke rekening guru yang bersangkutan," lanjutnya.

Sementara Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan M Zain menambahkan, karena keterbatasan anggaran, insentif hanya diberikan kepada guru madrasah bukan PNS yang memenuhi kriteria dan sesuai dengan ketersediaan kuota masing-masing provinsi.

Adapun kriterianya, lanjut M Zain, adalah sebagai berikut:

Pertama, aktif mengajar di RA, MI, MTs atau MA/MAK dan terdaftar di program Sistem Informasi Manajemen Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kementerian Agama (SIMPATIKA)

Kedua, belum lulus sertifikasi.

Ketiga, memiliki Nomor Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kementerian Agama dan/atau Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK).

Keempat, guru yang mengajar pada satuan administrasi pangkal binaan Kementerian Agama.

Kelima, berstatus sebagai guru tetap madrasah, yaitu guru bukan PNS yang diangkat oleh pemerintah/pemerintah daerah, kepala madrasah negeri dan/atau pimpinan penyelenggara pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat untuk jangka waktu paling singkat 2 tahun secara terus menerus, dan tercatat pada satuan administrasi pangkal di madrasah yang memiliki izin pendirian dari Kemenag serta melaksanakan tugas pokok sebagai guru.

"Diprioritaskan bagi guru yang masa pengabdiannya lebih lama dan ini dibuktikan dengan Surat Keterangan Lama Mengabdi," tegas M Zain.

Keenam, memenuhi kualifikasi akademik S-1 atau D-IV.

Ketujuh, memenuhi beban kerja minimal 6 jam tatap muka di satminkalnya.

Delapan, bukan penerima bantuan sejenis yang dananya bersumber dari DIPA Kementerian Agama.

Sembilan, belum usia pensiun atau 60 tahun. "Ini akan diprioritaskan bagi guru yang usianya lebih tua," sebut M Zain.

Kesepuluh, tidak beralih status dari guru RA dan Madrasah.

Kesebelas, tidak terikat sebagai tenaga tetap pada instansi selain RA/Madrasah.

Keduabelas, tidak merangkap jabatan di lembaga eksekutif, yudikatif, atau legislatif.

"Terakhir, tunjangan insentif dibayarkan kepada guru yang dinyatakan layak bayar oleh Simpatika. Ini akan dibuktikan dengan Surat Keterangan Layak Bayar," tandasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Ini Kronologi Penangkapan Jaringan Ganja 1,370 Ton Jaringan Aceh-Jakarta

Kasus jaringan ganja diawali dari tertangkapnya tersangka RH dan AF selaku kurir sekaligus penjaga gudang ganja di Ciputat, Tangerang Selatan.

NASIONAL | 18 Oktober 2021

Menteri Tjahjo Minta Polisi Usut Calo CPNS dan Tindak Anak Artis Nia Daniati

Menteri PANRB Tjahjo Kumolo meminta polisi menindak anak artis Nia Daniati, Olivia Nathania. Polisi juga diharapkan mengusut tuntas percaloan CPNS.

NASIONAL | 18 Oktober 2021


Polri Gelar Festival Mural Wadah Berkreasi di Masa Pandemi

Polri akan menggelar festival mural untuk menjadi wadah berkreasi generasi muda di masa pandemi Covid-19.

NASIONAL | 18 Oktober 2021

Luncurkan Buku "100 Pesantren Ekonomi", Menag Minta Pesantren Harus Berinovasi

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meminta pesantren untuk berinovasi agar bisa beradaptasi dalam era perkembangan teknologi seperti sekarang ini.

NASIONAL | 18 Oktober 2021

Wapres Ajak Generasi Milenial Kuasai Iptek dan Jiwa Kewirausahaan

Wapres Maruf Amin mengajak generasi milenial kuasai ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) serta kewirausahaan untuk menghadapi tantangan era industri 4.0

NASIONAL | 18 Oktober 2021

Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kemenag Koordinasi dengan Arab Saudi

Hilman mengatakan, dari hasil pertemuan terakhir, dubes Arab Saudi menyampaikan bahwa pembukaan umrah untuk jamaah Indonesia akan segera dibuka.

NASIONAL | 18 Oktober 2021

Gus Yahya: Saya Hanya Ingin Mengabdi dan Membesarkan NU

Sebelumnya, PWNU yang menyatakan dukungan antara lain adalah Jawa Timur, Bengkulu, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Gorontalo, dan Sulawesi Selatan

NASIONAL | 18 Oktober 2021

Kompolnas: Kritik kepada Polri Harus Dianggap Bentuk Perhatian

Poengky mengingatkan, pada masa kecanggihan teknologi, pengawas Polri bukan hanya internal dan eksternal seperti Kompolnas saja.

NASIONAL | 18 Oktober 2021

Kasus Pencucian Uang Bupati Probolinggo, KPK Periksa Wakil Bupati Timbul Prihanjoko

Selain timbul, KPK juga memanggil tujuh aparatur sipil negara (ASN) yang terdiri dari kepala dinas (kadis) hingga kepala seksi (kasi) di Pemkab Probolinggo.

NASIONAL | 18 Oktober 2021


TAG POPULER

# Jembatan Gantung


# Merah Putih


# Piala Thomas


# Luhut Pandjaitan


# Kasus Covid-19



TERKINI
Mustafa Kemal Ataturk Akan Jadi Nama Jalan di Menteng, Wagub DKI: Saling Menghormati

Mustafa Kemal Ataturk Akan Jadi Nama Jalan di Menteng, Wagub DKI: Saling Menghormati

MEGAPOLITAN | 6 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings