Kepada BEM SI, La Nyalla Urai Konsep Ekonomi Pendiri Bangsa
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kepada BEM SI, La Nyalla Urai Konsep Ekonomi Pendiri Bangsa

Selasa, 28 September 2021 | 12:10 WIB
Oleh : JNS

Yogyakarta, Beritasatu.com - Ketua DPD RI AA La Nyalla Mahmud Mattalitti mengatakan, ekonomi Indonesia layaknya kapal yang memiliki tiga palka.

Ketiga palka yang menunjang ekonomi Indonesia tersebut adalah koperasi, BUMN dan swasta.

"Dengan tiga palka itu, seandainya ada satu palka yang bocor, maka kapal tidak akan sampai tenggelam. Artinya, ketiganya harus dipisahkan dengan jelas antara koperasi atau usaha rakyat, BUMN dan swasta, namun tetap berada di dalam stuktur bangunan ekonomi Indonesia," katanya saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XIV Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) secara virtual, Selasa (28/9/2021).

Dengan begitu, problematika yang dihadapi di salah satu palka tak akan merembet pada hal lainnya.

"Misalnya palka BUMN bocor, masih ada swasta dan koperasi. Kebocoran itu hanya berputar-putar di BUMN saja alias tidak berdampak kepada swasta dan koperasi. Andaikan palka BUMN dan swasta bocor, masih ada koperasi yang tetap solid menjaga kapal tetap stabil," kata La Nyalla.

Demikian pula bagi rakyat yang tidak punya akses modal dan teknologi, negara wajib hadir memberikan ruang koperasi sebagai alat perjuangan ekonomi rakyat.

"Mereka diberi hak mengorganisir dirinya sendiri untuk mendapatkan keadilan ekonomi. Negara menjaga dengan pasti agar BUMN dan swasta yang punya modal dan teknologi tidak masuk ke ruang itu," tegas La Nyalla.

Sebagai contoh, jika ada wilayah tambang yang bisa dikerjakan rakyat secara terorganisir melalui koperasi, maka BUMN dan swasta tidak boleh masuk. Begitu pula dengan sektor-sektor yang lain, apakah itu pertanian atau perikanan dan perkebunan.

"Selama rakyat melalui koperasi mampu mengelola, negara harus menjamin. Bahkan, negara harus membantu akses permodalan dan teknologi atau meminta BUMN sebagai bapak angkat. Inilah yang disebut dengan Ekonomi Gotong Royong atau Ekonomi Pancasila," papar La Nyalla.

Selanjutnya, BUMN hanya masuk ke sektor usaha yang berhubungan dengan hajat hidup orang banyak seperti listrik, pelabuhan, transportasi, telekomunikasi, air bersih dan lainnya. BUMN harus bertugas di sektor yang membutuhkan Hi-Teknologi, sekaligus berisiko tinggi.

"BUMN boleh saja bermitra dengan swasta atau asing, tetapi kendali utama tetap berada di BUMN. Sebab sektor-sektor itu tidak boleh diserahkan kepada mekanisme pasar melalui swasta, apalagi asing," katanya.

Menurut La Nyalla, begitulah pemikiran luhur pendiri bangsa dalam merancang Indonesia masa depan dengan tujuan agar Indonesia sampai kepada tujuan hakiki lahirnya bangsa ini, yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Oleh karena itu, lanjut LaNyalla, DPD RI berpendapat, bahwa Wacana Amandemen perubahan ke-5 yang kini tengah bergulir, harus menjadi momentum untuk melakukan koreksi atas arah perjalanan bangsa ini.

“Kita harus berani melakukan koreksi atas sistem tata negara Indonesia. Termasuk sistem ekonomi negara ini. DPD RI akan sekuat tenaga memperjuangkan hal itu,” jelasnya.

La Nyalla mengaku sering mengunjungi kampus-kampus guna memantik pemikiran kalangan akademisi untuk memikirkan bagaimana Indonesia ke depan bisa lebih baik.

"Bagaimana Indonesia bisa menjadi negara seperti yang dicita-citakan para pendiri bangsa ini, bukan negara dengan mazhab kapitalisme liberal," pungkasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: PR

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Hari Santri Nasional, Muri Sebut NU Pecahkan Rekor Dunia

Peringati Hari Santri Nasional, Muri memberikan sertifikat kepada PBNU untuk kategori "Peringatan Hari Besar Keagamaan dengan Siaran Langsung Media Terbanyak”.

NASIONAL | 23 Oktober 2021

Riza Patria Pastikan Kader Gerindra DKI Dukung Prabowo Jadi Capres 2024

Sebagai kader, seluruh kader Indonesia ya, Partai Gerindra, tentu ingin ketua umumnya tampil di berbagai perhelatan politik.

NASIONAL | 23 Oktober 2021

Pengamat Ungkap 3 Kendala Mendasar Anies Baswedan untuk Jadi Capres 2024

Menurut Ujang, parpol pengusung merupakan syarat mutlak dan pokok yang harus dipenuhi. Anies merupakan tokoh yang tidak berada di salah satu parpol.

NASIONAL | 23 Oktober 2021

2 Tahun Jokowi-Ma'ruf, Jubir: Hasil Survei Masih Stabil dan Baik

Jubir Presiden Fadjroel Rachman mengatakan hasil sejumlah survei menunjukkan dua tahun pemerintahan Presiden Jokowi dan Wapres Ma'ruf Amin masih stabil.

NASIONAL | 23 Oktober 2021

Kapolsek Diduga Perkosa Anak Tahanan Direkomendasikan Dipecat

Hasilnya, direkomendasikan agar yang bersangkutan dikenakan sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) alias dipecat dari kepolisian.

NASIONAL | 23 Oktober 2021

Ini Langkah Kominfo Berantas Hoax

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melakukan langkah-langkah dalam menangkal dan memberantas penyebaran hoax di media sosial.

NASIONAL | 23 Oktober 2021

BMKG Catat 14 Kali Gempa Terjadi di Salatiga Hari Ini

Disebutkan BMKG, gempa terakhir di wilayah Kota Salatiga dan sekitarnya terjadi pada pukul 10.45 WIB dengan magnitudo 2,6.

NASIONAL | 23 Oktober 2021

Pemkab Manggarai Sedang Giat Lakukan Pelatihan Petani Milenial

Untuk regerasi petani, Pemkab Manggarai lakukan pelatihan petani milenial.

NASIONAL | 23 Oktober 2021

Perayaan Milad Satu Dekade Trashbag Community

Tepat pada 11 November 2021 mendatang, Komunitas Peduli Sampah Gunung (Trashbag Community) genap akan berusia 10 tahun (satu dekade).

NASIONAL | 23 Oktober 2021

Wisuda Ke-11 Universitas Bakrie Luluskan 485 Mahasiswa

Pada wisuda ke-11 ini, Universitas Bakrie meluluskan 485 mahasiswa dari 11 program studi.

NASIONAL | 23 Oktober 2021


TAG POPULER

# Alec Baldwin


# Angkutan Sungai dan Danau


# LADI


# Kapal Van Der Wijck


# Pinjol Ilegal



TERKINI
Warga Luar Jakarta Antusias Berakhir Pekan di RTH Taman Menteng

Warga Luar Jakarta Antusias Berakhir Pekan di RTH Taman Menteng

MEGAPOLITAN | 4 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings