Gandeng NOAA, BMKG Ingin Jadi Lembaga Kelas Dunia
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Gandeng NOAA, BMKG Ingin Jadi Lembaga Kelas Dunia

Kamis, 30 September 2021 | 19:21 WIB
Oleh : Hendro D Situmorang / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) ingin membawa lembaga yang dipimpinnya menjadi lembaga atau organisasi kelas dunia. Harapan itu disampaikan Dwikorita saat gelaran “16th Annual Indonesia – U.S. BMKG - National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) Partnership Workshop.”

“Salah satu prioritas kami yaitu menjadikan BMKG sebagai organisasi kelas dunia,” kata Dwikorita katanya secara virtual, Kamis (30/9/2021).

Melalui kerja sama tersebut, Dwikorita ingin BMKG bisa sejajar dengan pusat iklim global lainnya. Dwikorita mengatakan, harapan ini muncul karena Indonesia berada di “kolam hangat” Samudra Hindia dan Pasifik Barat. Dengan posisi ini, Indonesia memainkan peran penting dalam pemantauan cuaca dan iklim global.

“Sebagai negara kepulauan, persebaran daratan-laut dan topografi yang kompleks membuat prediksi bencana menjadi tantangan bagi Indonesia,” ucap dia.

Dwikorita mengatakan, prediksi cuaca ekstrem dengan siklus diurnal, sistem cuaca sinoptik, Osilasi Madden-Julian (MJO), El Nino, dan monsun memberi manfaat bagi kesejahteraan sosial ekonomi Indonesia.

Selain cuaca ekstrem, lanjut dia, Indonesia juga merupakan kawasan rawan gempa. Posisi Indonesia di perbatasan tiga lempeng tektonik utama dunia, diantaranya, India-Australia, Eurasia, dan Pasifik.

“Oleh karena itu, negara kita juga sangat rawan terhadap kejadian tsunami,” ucap dia.

Dwikorita berharap, sebagai bagian dari komunitas cuaca dan iklim global, BMKG memiliki sejarah panjang dalam berkontribusi pada program terkoordinasi di seluruh dunia.

“Kolaborasi dengan NOAA adalah salah satu cara, kami memainkan peran ini,” ujar dia.

Dwikorita menyebut, bahwa BMKG selalu berusaha untuk melibatkan diri dalam berbagai proyek ini sebagai komitmen untuk memajukan pengetahuan di iklim tropis. Ina-Prima, salah satu agenda kemitraan BMKG-NOAA, merupakan salah satu cara BMKG menunjukkan komitmennya terhadap komunitas cuaca dan iklim global.

“Kami sangat mengapresiasi kepada NOAA atas dedikasinya dalam program kerja sama ini,” ujar dia.

Pada workshop tahun ini, tema Sub-seasonal to Seasonal Forecast: Detecting Extreme Weather Events at Climate Scale menjadi sorotan penting. Tema ini ingin menegaskan semangat BMKG dalam mengabdi kepada negara dan mendukung program pemerintah untuk kesejahteraan bangsa.

Informasi skala waktu sub-musim hingga musiman sangat dibutuhkan di berbagai sektor, terutama pengurangan risiko bencana hidrometeorologi terkait dengan kejadian cuaca ekstrem, pertanian, energi, ketahanan pangan, dll. Akurasi prakiraan cuaca sangat penting untuk memastikan kebijakan pemerintah terkait sektor pertanian, energi, ketahanan pangan, dan lain-lain dapat dirancang dengan baik.

“Tujuan lokakarya ini antara lain untuk mendemonstrasikan peran penting Observasi Samudera Hindia, seperti Indonesia PRIMA, Years of the Maritime Continent (YMC) dan Indonesian Trough Flow (ITF) dalam upaya memahami sepenuhnya interaksi atmosfer darat-laut di Benua Maritim juga mengembangkan kapasitas manusia dan pengetahuan praktis sebagai bagian dari pengembangan Weather Marine Information (Sistem Informasi Cuaca Laut) dan Climate Early Warning System (Sistem Peringatan Dini Iklim)” ujar dia.

NOAA Bantu Penanganan Covid-19
Sementara itu, Menteri Koodinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menyapaikan terima kasih kepada NOAA karena turut membatu penanganan isu Covid-19. Selain menggunakan data dari Facebook, Google, dan NASA, Luhut mengatakan menggunakan data NOAA untuk membuat strategi penanganan kebijakan Covid-19.

“Atas kesempatan ini, pemerintah Indonesia berterima kasih kepada NOAA, tidak hanya perubahan iklim, NOAA juga membantu penanganan Covid-19,” ucap Luhut, sebagai keynote speaker.

Luhut mengatakan bahwa pada perayaan Hari Maritim Nasional 23 September, Presiden Joko Widodo mengingatkan untuk melanjutkan restorasi dan penguatan identitas sebagai negara maritim. Tidak hanya jargon tapi juga kerja nyata.

Dia juga menyebut, Jokowi mengingatkan mengenai konektivitas dan keamanan maritim untuk meningkatkan pendapatan nasional.

“Pemberdayaan kekuatan maritim menjadi kunci pertumbuhan nasional,” ucap dia.

Luhut mengatakan sebagai negara maritim, Indonesia menghadapi tantangan perubahan iklim dan cuaca. Selain itu, Indonesia juga berhadapan dengan bencana gempa bumi dan tsunami.

Untuk itu, kata dia, pemahaman fundamental atas sains dan teknologi terapan melalui kerja sama global diharapkan dapat berbasis karakteristik yang kompleks atas Indonesia.

“Saya mendukung penuh kerja sama BMKG dan NOAA untuk penyediaan informasi tentang tsunami, cuaca, dan iklim. Indonesia bisa menjadi laboratorium dari persoalan ini,” ucap dia.

Luhut mengatakan kerja sama BMKG dan NOAA bisa menghasilkan beberapa hasil misalnya penelitian mengenai sistem perubahan iklim, sistem kondisi udara dan laut, cuaca ekstrem, dan ketersediaan air.

“Secara umum sistem itu bisa berdampak pada pertanian masyarakat, industri perikanan, dan kesehatan,” kata dia.

Dia juga menekankan kerja sama jangka panjang berupa kemampuan sumber daya manusia dalam penelitian, sebagai bagian dari komunitas cuaca dan iklim dan berkontribusi koordinasi global.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Mahfud MD: Pemerintah Berkomitmen Lindungi Pembela HAM

Menko Polhukam Mahfud MD menegaskan pemerintah berkomitmen melindungi dan mendorong para pembela hak asasi manusia (HAM) untuk berjuang menegakkan HAM.

NASIONAL | 27 Januari 2022

Universitas Harus Cetak SDM Cerdas di Era Transformasi Digital

Rektor Binus University Harjanto Prabowo mengatakan sebagai Perguruan Tinggi Indonesia, pihaknya menyadari pentingnya mencetak SDM cerdas.

NASIONAL | 27 Januari 2022

DPR: Perjanjian Ekstradisi Indonesia-Singapura Berlaku Setelah Diratifikasi

Perjanjian antara Indonesia dan Singapura terkait perjanjian ekstradisi, perjanjian FIR dan perjanjian pertahanan akan berlaku setelah diratifikasi DPR.

NASIONAL | 27 Januari 2022

Kantor Imigrasi Depok Ingin Pertahankan Predikat Wilayah Bebas Korupsi

Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Depok ingin mempertahankan penghargaan dan predikat wilayah bebas korupsi pada tahun 2022.

NASIONAL | 27 Januari 2022

Jadi Tersangka Suap Dana PEN Daerah, Eks Dirjen Keuangan Daerah Diultimatum KPK

Mantan Dirjen Keuangan Daerah, Mochamad Ardian Noervianto yang menjadi tersangka kasus dugaan suap dana PEN Kolaka Timur diultimatum KPK. 

NASIONAL | 27 Januari 2022

Hadapi Era 4.0, Penyuluh Pertanian Wajib Lakukan Transformasi

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengutarakan pertanian harus terus bersinergi dengan kemajuan teknologi.

NASIONAL | 27 Januari 2022

Puan dan Ganjar Kompak Sukseskan Program Bebas Stunting

Puan Maharani dan  Ganjar Pranowo, serta sejumlah kader PDI Perjuangan (PDI) terlihat kompak menyukseskan program bebas stunting.

NASIONAL | 27 Januari 2022


Dugaan Ujaran Kebencian, Edy Mulyadi Siap Diperiksa Besok

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri terus memproses laporan dugaan ujaran kebencian oleh Youtuber Edy Mulyadi. 

NASIONAL | 27 Januari 2022

Khawatir Paham Radikal Makin Merajalela, Sahroni Minta BNPT Antisipasi

Ahmad Sahroni khawatir paham radikal makin merajalela. Karenanya, Sahroni meminta BNPT mengantisipasi penyebaran paham radikal.

NASIONAL | 27 Januari 2022


TAG POPULER

# Edy Mulyadi


# JKN-KIS


# Presidential Threshold


# Omicron


# Wiyanto Halim



TERKINI
AS Sudah Kirim 400 Juta Dosis Vaksin Covid-19 ke 112 Negara

AS Sudah Kirim 400 Juta Dosis Vaksin Covid-19 ke 112 Negara

DUNIA | 2 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings