Logo BeritaSatu

KPK Akui Kesulitan Periksa Tersangka Korupsi E-KTP Paulus Tannos

Jumat, 1 Oktober 2021 | 10:48 WIB
Oleh : Fana F Suparman / CAR

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengakui kesulitan memeriksa Direktur Utama PT Sandipala Arthaputra Paulus Tannos yang menjadi tersangka kasus dugaan korupsi proyek e-KTP. Hal ini lantaran Paulus Tannos berada di Singapura.

“Paulus Tannos ini domisilinya sekarang sudah di Singapura, dan KPK beberapa kali sudah kembali mengirimkan surat panggilan kepada yang bersangkutan. Saya tidak tahu apakah sudah ada balasan, nanti akan kami periksa,” kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di Jakarta, Kamis (30/9/2021).

Alex, sapaan Alexander Marwata menyatakan jika Paulus Tannos tidak bisa diperiksa di gedung KPK, Jakarta, lembaga antikorupsi akan meminta bantuan lembaga antikorupsi Singapura atau Corrupt Practices Investigation Bureau (CPIB). KPK berharap CPIB memfasilitasi untuk memeriksa Paulus Tannos.

“Misalnya, kalau tak bisa diperiksa di KPK karena yang bersangkutan masih di Singapura tentu kami akan minta bantuan CPIB supaya difasilitasi untuk dilakukan pemeriksaaan, dan ini sudah beberapa kali KPK berkoordinasi dengan CPIB untuk melakukan saksi maupun yang menjadi tersangka kami periksa di kantor CPIB. Itu yang kami lakukan terkait dengan perkembangan perkara e-KTP,” ujarnya.

Menurut Alex, pandemi Covid-19 yang masih melanda juga menjadi kendala untuk memeriksa Paulus Tannos di Singapura. Namun, KPK memastikan akan berupaya memeriksa Paulus Tannos yang telah menyandang status tersangka sejak pertengahan Agustus 2019 silam atau lebih dari dua tahun tersebut.

“Ini memang kesulitannya karena pandemi, penyidik KPK juga belum bisa masuk ke Singapura. Mudah-mudahan kalau sudah ada tanggapan dari Paulus Tannos itu dibalas dia mau diperiksa di mana gitu kan itu nanti segera kami tindak lanjuti. Kalau dia maunya diperiksa di CPIB ya tentu kami ke sana,” ucapnya.

Alex mengatakan KPK tidak dapat menjemput paksa Paulus Tannos untuk ditahan. Hal ini karena Indonesia tidak memiliki perjanjian ekstradisi dengan otoritas Singapura. “Apa tidak bisa dilakukan upaya paksa penahanan? Tentu kita tidak punya perjanjian ekstradisi kan dengan Pemerintah Singapura, itu yang terjadi,” katanya.

Diketahui, KPK menetapkan Paulus Tannos sebagai tersangka bersama tiga orang lainnya pada 13 Agustus 2019. Tiga tersangka lain itu yang dijerat KPK, yakni mantan Direktur Utama Perum Percetakan Negara RI (PNRI) Isnu Edhi Wijaya, anggota DPR periode 2014-2019 Miriam S Hariyani, dan mantan Ketua Tim Teknis Teknologi Informasi Penerapan e-KTP Husni Fahmi.

Penetapan keempat orang ini sebagai tersangka merupakan pengembangan dari fakta-fakta yang muncul dalam persidangan terkait korupsi e-KTP sebelumnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Kapolri dan Gubernur DKI Hadiri Peresmian Kantor Pemuda Pancasila

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri peresmian kantor MPP Pemuda Pancasila.

NEWS | 1 Oktober 2022

Hari Kesaktian Pancasila, Nadiem: Jadikan Nilai Pancasila sebagai Petunjuk

Memperingati Hari Kesaktian Pancasila, Mendikbudristek Nadiem Makarim mengajak jadikan nilai Pancasila sebagai petunjuk dan tujuan hidup.

NEWS | 1 Oktober 2022

Ikut Lapak Ganjar, Penjualan UMKM Lampu Hias Naik 50%

Penjualan UMKM lampu hias milik Ahmad Sholikin berhasil meningkat 50% karena mengikuti program Lapak Ganjar.

NEWS | 1 Oktober 2022

Perwira Senior Pengawal Revolusi Iran Tewas dalam Bentrokan

Pengawal Revolusi Iran mengumumkan pada hari Sabtu, bahwa seorang perwira senior tewas dalam bentrokan di tenggara negara itu.

NEWS | 1 Oktober 2022

Jelang KTT G-20, BMKG Siapkan Skenario Terburuk Potensi Bencana

BMKG telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi guna mengantisipasi skenario terburuk apabila terjadi bencana alam saat pelaksanaan KTT G-20.

NEWS | 1 Oktober 2022

Jalan ke Lokasi Wisata Salib Putih Tertutup Longsor Seusai Gempa Tapanuli Utara

Gempa Tapanuli Utara magnitudo 5,8 menyebabkan longsor dan tanah retak selain kerusakan rumah dan fasilitas umum.

NEWS | 1 Oktober 2022

Waspada Gempa Susulan, BMKG: Jangan Tinggal di Rumah yang Rusak

BMKG mengingatkan kepada warga korban gempa Tapanuli Utara untuk mewaspadai gempa susulan, dan meminta warga tidak tinggal di rumah yang rusak akibat gempa.

NEWS | 1 Oktober 2022

"Tuhan! Tuhan!" Ini Video Detik-detik Gempa Tapanuli Utara

Viral video gempa memperlihatkan kepanikan warga Tapanuli Utara ketika merasakan gempa bumi tektonik dengan kekuatan magnitudo (M) 6,0 pada Sabtu (1/10/2022).

NEWS | 1 Oktober 2022

Gempa Tapanuli Utara Terjadi Saat Warga Sedang Tertidur Lelap

Gempa berkekuatan magnitudo (M) 6 yang mengguncang Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) terjadi saat itu banyak warga sedang tertidur lelap.

NEWS | 1 Oktober 2022

Kembangkan Food Estate, Suharso Gandeng Airlangga dan Prabowo

Guna mengembangkan food estate, Menteri PPN Suharso Monoarfa berkolaborasi dengan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menhan Prabowo Subianto.

NEWS | 1 Oktober 2022


TAG POPULER

# Kevin Sanjaya


# Es Teh Indonesia


# Anies Baswedan


# Pertalite Boros


# Ketiak Basah


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Kapolri dan Gubernur DKI Hadiri Peresmian Kantor Pemuda Pancasila

Kapolri dan Gubernur DKI Hadiri Peresmian Kantor Pemuda Pancasila

NEWS | 47 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings