Polri Masih Terus Proses Kasus Dugaan Penistaan Agama Muhammad Kace dan Yahya Waloni
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Polri Masih Terus Proses Kasus Dugaan Penistaan Agama Muhammad Kace dan Yahya Waloni

Selasa, 5 Oktober 2021 | 18:23 WIB
Oleh : lorem ipsum / JEM

Jakarta, Beritasatu.com - Polri menegaskan, masih terus memproses kasus dugaan menyebarkan informasi yang dapat memunculkan rasa kebencian dan permusuhan di masyarakat, serta penodaan agama, yang diduga dilakukan tersangka Muhamad Kasman alias Muhammad Kace dan Yahya Waloni.

"Perkembangan kasus yang mereka lakukan, masih berlangsung penyidikan, masih terus. Kan keduanya masih ditahan di Bareskrim," ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan, ketika dikonfirmasi Beritasatu.com, Selasa (5/10/2021).

Menyoal apa upaya pencegahan yang dilakukan Polri untuk mengantisipasi, termasuk menertibkan konten-konten berisi ujaran kebencian atau penistaan yang dapat memecah persatuan bangsa, Ramadhan menyampaikan, Polri terus memonitor melalui virtual police dan berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) untuk melakukan take down.

"Virtual police berjalan. Tentunya kita juga berkoordinasi dengan Kementerian Kominfo. Ketika ada postingan ataupun konten yang sifatnya memecah belah tentu dilakukan take down. Ini sifatnya pencegahan," ungkapnya.

Ramadhan menyampaikan, Polri juga melakukan upaya preemtif (menangkal) dan memberikan edukasi kepada masyarakat agar bermedia sosial yang sehat. Unggahan-unggahan yang mengandung unsur SARA dapat memecah belah persatuan bangsa, dan itu melanggar hukum. Tentunya, Polri akan menindak tegas konten-konten yang sifatnya memecah belah persatuan bangsa.

"Upaya preemtif, edukasi, sosialisasi juga terus kita lakukan. Kami imbau untuk bermedsos dengan sehat," katanya.

Sebelumnya Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono menyampaikan, penyidik masih menyusun berkas perkara tersangka M Kace dan Yahya Waloni. Diharapkan, berkasnya segera rampung dan dilimpahkan tahap satu ke kejaksaan.

"Mudah-mudahan tidak berapa lama lagi berkas selesai, bisa tahap satu, diselesaikan ke kejaksaan," ucapnya.

Sebelumnya, Polri juga telah menyatakan akan memproses setiap kasus dugaan menyebarkan informasi yang dapat memunculkan rasa kebencian dan permusuhan di masyarakat, serta penodaan agama, secara tegas dan profesional.

Diketahui, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, mengeluarkan Surat Edaran Kapolri Nomor: SE/2/11/2021 tentang Kesadaran Budaya Beretika untuk Mewujudkan Ruang Digital Indonesia yang Bersih, Sehat, dan Produktif. Isi surat itu salah satunya meminta penyidik Polri mengedepan restorative justice dalam penyelesaian perkara yang menerapkan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

"Penyidik berprinsip bahwa hukum pidana merupakan upaya terakhir dalam penegakan hukum (ultimatum remidium), dan mengedepankan restorative justice dalam penyelesaian perkara. Terhadap para pihak dan/atau korban yang akan mengambil langkah damai agar menjadi bagian prioritas penyidik untuk dilaksanakan restorative justice, terkecuali perkara yang bersifat berpotensi memecah belah, SARA, radikalisme, dan separatisme," begitu bunyi sebagian isi surat edaran itu.

Dalam kasus tersangka Muhammad Kace dan Yahya Waloni, penyidik memang menjerat yang bersangkutan dengan Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45 A ayat 2 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE, dengan ancaman pidana 6 tahun penjara.

Kendati demikian, perkara yang dilakukan keduanya merupakan hal yang dikecualikan dalam SE Kapolri. Sebab perkara yang bersangkutan bersifat berpotensi memecah belah dan mengandung unsur SARA. Karena itu, Polri mengatakan, bakal memproses perkara ini dengan tegas.

"Polri telah berkomitmen apabila ada tindakan-tindakan yang memang telah mengganggu kebinekaan, mengganggu situasi kamtibmas, mengganggu atau memecah belah dari pada bangsa, ini tentunya Polri akan tegas terhadap perilaku-perilaku ini," kata Rusdi.

Muhammad Kace, ditangkap Bareskrim Polri, terkait kasus dugaan menyebarkan informasi yang dapat memunculkan rasa kebencian dan permusuhan di masyarakat, serta penodaan agama, di Banjar Untal-Untal, Desa Dulang, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, sekitar pukul 19.30 Wita, Selasa (24/8/2021) malam. Dia ditangkap di tempat persembunyiannya seorang diri.

Setelah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka, penyidik kemudian menahan yang bersangkutan, di Rumah Tahanan Negara Bareskrim Polri, sekitar pukul 20.30 WIB, Rabu (25/8/2021) malam.

Sehari kemudian, penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, menangkap Yahya Waloni, di Perumahan Permata, Klaster Dragon, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sekitar pukul 17.00 WIB, Kamis (26/8/2021).

Yahya ditangkap terkait laporan LP/B/0287/IV/2021/BARESKRIM, yang dibuat komunitas Cinta Pluralisme soal dugaan ujaran kebencian berdasarkan SARA dan penodaan agama, pada Selasa (27/4/2021) lalu.

Dalam laporan itu, yang bersangkutan diduga telah melakukan satu tindak pidana berupa ujaran kebencian berdasarkan SARA dan juga penodaan terhadap agama tertentu melalui ceramah yang diunggah pada video di akun Youtube Tri Datu.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

SMAN 1 Oksibil Dibakar Orang Tak Dikenal

Bangunan SMA Negeri 1 Oksibil, Distrik Serambakom, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Minggu (5/12/2021), sekitar pukul 03.45 WIT, dibakar oleh orang tak dikenal (OTK).

NASIONAL | 5 Desember 2021

Presiden Jokowi Sebut "Hati-hati" 25 Kali, Ada Apa?

Presiden memberikan penekanan pada beberapa aspek terkait dampak pandemi dengan menyebut kata “hati-hati” sebanyak 25 kali.

NASIONAL | 5 Desember 2021

Ini Penyakit Akibat Letusan Gunung Berapi dan Pencegahannya

Asap dan debu vulkanik dari letusan gunung berapi seperti Semeru bisa berisiko memunculkan penyakit, termasuk infeksi saluran pernapasan atas (ISPA). 

NASIONAL | 5 Desember 2021

Erupsi Semeru, 13 Meninggal dan 41 Orang Alami Luka Bakar

Sebanyak 13 orang dilaporkan meninggal dunia dan 41 mengalami luka-luka akibat erupsi Gunung Semeru Sabtu (4/12/2021) kemarin.

NASIONAL | 5 Desember 2021

BNPB: 13 Warga Meninggal Dunia Akibat Erupsi Semeru

BNPB melaporkan sebanyak 13 warga meninggal akibat erupsi Gunung Semeru, Sabtu (4/12/2021).

NASIONAL | 5 Desember 2021

Gelar ACFFest, KPK Kampanyekan Antikorupsi Lewat Film

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar malam anugerah Anti-Corruption Film Festival (ACFFest) 2021, Sabtu (4/12/2021).

NASIONAL | 5 Desember 2021

Semeru Erupsi, BNPB Kirim Dukungan Logistik Awal 

BNPB melalui Kedeputian Bidang Logistik dan Peralatan telah mengirimkan bantuan dalam rangka penanganan darurat pascaerupsi Gunung Semeru pada Sabtu (4/12/2021).

NASIONAL | 5 Desember 2021

PVMBG: Abu Vulkanik Gunung Semeru Bisa Tersebar Lebih Jauh

PVMBG menyatakan bahwa material lontaran seukuran abu dari Gunung Semeru di Jawa Timur dapat tersebar lebih jauh tergantung angin.

NASIONAL | 5 Desember 2021

Mahasiswi Bunuh Diri, Bripda Randy Jadi Tersangka Aborsi

Anggota Polres Pasuruan, Bripda Randy Bagus ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan aborsi dan dugaan pelanggaran kode etik kepolisian.

NASIONAL | 5 Desember 2021

Semeru Meletus, Jokowi: Lakukan Penanganan Darurat Bencana

Presiden Jokowi memerintahkan Kepala BNPB Suharyanto melakukan langkah-langkah tanggap darurat penanganan bencana guguran awan panas Gunung Semeru.

NASIONAL | 5 Desember 2021


TAG POPULER

# Semeru


# Omicron


# Mahasiswi Bunuh Diri


# Pasien Covid-19


# Monumen Pahlawan Covid-19



TERKINI
Menlu Finlandia Positif Covid-19

Menlu Finlandia Positif Covid-19

DUNIA | 10 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings