Pakar Hukum Pidana Minta Kejagung Sidik Kasus Asabri Secara Komprehensif
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Pakar Hukum Pidana Minta Kejagung Sidik Kasus Asabri Secara Komprehensif

Kamis, 7 Oktober 2021 | 23:38 WIB
Oleh : Chairul Fikri / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Pakar hukum pidana Universitas Islam Indonesia (UII), Prof Mudzakir meminta pihak tim penyidik Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) yang mengusut kasus korupsi PT Asabri secara komprehensif dan jeli, terutama dalam menyelidiki jumlah kerugian negara yang timbul dari korupsi tersebut termasuk sitaan aset yang dilakukan negara dari hasil korupsi tersebut.

"Kalau mau komprehensif angkat saja perbuatannya. Siapa saja yang terlibat libas saja semuanya dong. Tim penyidik juga harus gencar memburu sejumlah aset milik tersangka ini guna menutupi jumlah kerugian negara dalam kasus Asabri yang jumlahnya mencapai Rp 22 triliun lebih. Karena saya menilai sejumlah mitra tersangka lain yang juga diduga turut menjadi aktor dan merupakan pemilik saham yang turut bertransaksi secara langsung ke Asabri hingga saat ini belum tersentuh secara hukum," ungkap Mudzakir.

Ditambahkannya, langkah ini harus segera diambil tim penyidik lantaran hingga kini saham yang mereka punya masih bertengger di saham Asabri. Bahkan dianggap melebihi batas kepemilikan saham yakni 5 %. Itu yang membuat mereka dianggap ikut menikmati hasil korupsi yang terjadi di PT Asabri itu.

"Para pihak yang diduga memiliki keterkaitan dan keterlibatan dengan perkara Asabri harus diperiksa. Sehingga dengan keterangan saksi tersebut akan terang perbuatan melanggar hukumnya. Tujuan untuk memastikan apakah terperiksa adalah pelaku atau bukan," tambahnya.

Ditegaskannya, jika selama ini penyidik Kejagung masih berkesimpulan terperiksa diduga bukan pelaku kejahatan, tentu saja asetnya tidak bisa disita.

"Jika aset hasil tindak pidana disita demi untuk pembuktian tindak pidana. Dan kalau aset bukan hasil tindak pidana untuk kepentingan pemulihan kerugian keuangan negara," tandasnya.

Senada dengan Mudzakir, Direktur Eksekutif Indonesia Justice Watch, Akbar Hidayatullah juga melihat ada kejanggalan penanganan penyidikan terkait kasus korupsi PT Asabri.

Lantaran selama ini, dirinya melihat ada tebang pilih yang dilakukan Kejagung terkait pemeriksaan dan penetapan tersangka kasus korupsi yang terjadi di tubuh PT Asabri itu.

"Menurut saya sebuah keganjilan. Nanti publik mengira-ngira ada tebang pilih atau bagaimana. Ada satu pihak diperiksa tapi satu pihak cenderung aman, oleh sebab itu kita mendorong Kejagung agar siapapun yang diduga ada kaitan dengan kasus Asabri harus dipanggil dan diperiksa. Kejaksaan harus bersikap adil pada semua pihak. Apalagi diduga ada keganjilan. Kedua mitra Heru ini masing masing pernah dalam satu hari dapat menjual saham FIRE senilai ratusan miliar rupiah dengan harga diatas Rp 5000 per- lembarnya atau diatas 10 kali lipat harga IPO," tegasnya.

Sementara itu, Direktur Penyidikan Kejagung Supardi menyatakan, timnya masih bekerja keras dengan memeriksa sejumlah saksi untuk menemukan para aktor dalam kasus mega skandal korupsi ini. Bahkan Supardi , Direktur Penyidikan memastikan tak gentar sedikitpun untuk menyeret siapapun yang terlibat.

"Kita tunggu progres penyidikan berikutnya. Punya hubungan dengan siapapun, yang penting ada alat bukti pendukungnya, pasti kita dalami, kita akan bekerja profesional dan transparan dalam mengusut kasus Asabri ini termasuk menyeret siapapun pihak yang diduga terlibat dalam kasus yang merugikan negara Rp 22,7 triliun itu," tandas Dirdik yang ditemui terpisah.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Menko Marves dan Menteri ATR Tinjau Proyek Bandara Kediri

Turut mendampingi kunjungan ini Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar.

NASIONAL | 30 November 2021

Pemkot Kediri Daftarkan KIK untuk Tahu Takwa dan Tenun Ikat

Tahu takwa diakui dalam jenis Pengetahuan Tradisional “Kemahiran membuat kerajinan tradisional, makanan/minuman tradisional, moda transportasi tradisional.

NASIONAL | 30 November 2021

66,6% Anak Lelaki Melihat Pornografi di Media Online

Terungkap 66,6% anak lelaki dan 63,2% anak perempuan pernah menyaksikan kegiatan seksual di media online.

NASIONAL | 30 November 2021

Ahmad Sahroni Kecam Aksi Penganiayaan di Sel Tahanan

Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengecam aksi penganiayaan di sel tahanan.

NASIONAL | 30 November 2021

Shopee dan TNI Bantu Warga Bali Mendapat Akses Air Bersih

Shopee dan TNI dari Komando Daerah Militer (Kodam) IX Udayana yang berkolaborasi untuk menyediakan akses ke air bersih bagi warga sejumlah desa di Bali.

NASIONAL | 30 November 2021

Kinobi Rampungkan Kerja Sama dengan 51 Universitas di Asia

Di Indonesia sendiri, Kinobi sudah bekerja sama dengan 23 universitas untuk meningkatkan persiapan karir mahasiswanya.

NASIONAL | 30 November 2021

BPK, BAKN Bahas Hasil Pemeriksaan Tata Ruang dan Agraria

BPK telah melaksanakan pemeriksaan pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

NASIONAL | 30 November 2021

Banyak Bangun Bendungan, Jokowi: Kita Belum Impor Beras

Presiden Jokowi mengatakan tiga tahun ini, Indonesia sudah menghentikan impor beras.

NASIONAL | 30 November 2021

Tanam Padi, Jokowi Berharap Masa Panen Bisa Ditingkatkan

Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan tanam padi bersama petani di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.

NASIONAL | 30 November 2021

Waspada! Pukul 10.00-13.00 Rawan Kecelakaan di Jalan Tol

Menurut KNKT, dari statistik jam 10.00 sampai 13.00 itu ngantuk-ngantuknya orang di jalan tol sehingga rawan terjadinya kecelakaan.

NASIONAL | 30 November 2021


TAG POPULER

# Ameer Azzikra


# Omicron


# Bens Leo


# Cristiano Ronaldo


# Infeksi Lever



TERKINI
Mandiri Sekuritas Jagokan Sektor Ini pada 2022

Mandiri Sekuritas Jagokan Sektor Ini pada 2022

EKONOMI | 1 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings