Logo BeritaSatu

36 Mahasiswa Universitas Jambi Berdayakan Suku Anak Dalam

Senin, 11 Oktober 2021 | 09:17 WIB
Oleh : Rully Satriadi / RSAT

Jambi, Beritasatu.com — Sebanyak 36 mahasiswa Universitas Jambi (Unja) melakukan implementasi ilmunya untuk memberdayakan suku anak dalam (SAD) di Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, Jambi.

Kegiatan berdurasi sekitar 2,5 bulan di permukiman SAD ini menjadi implementasi dari Program Matching Fund yang digagas Universitas Jambi dengan menggandeng PT Sari Aditya Loka.

“Program ini merupakan bagian dari skema implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang dikembangkan oleh Universitas Jambi,” kata Rektor Universitas Jambi, Sutrisno dalam keterangan tertulisnya, Senin (11/10/2021).

Sutrisno menjelaskan Program Matching Fund ini merupakan bentuk akomodasi sinergi antara dunia usaha, industri, dan institusi perguruan tinggi. Untuk tema besar yang diusung pada program kali ini adalah “Pemberdayaan Suku Anak Dalam di Taman Nasional Bukit Duabelas yang Terintegrasi dan Berkelanjutan”.

“Kami ingin menunjukkan pentingnya Universitas Jambi dalam membuka ruang belajar di luar kampus kepada para mahasiswa agar mereka bisa mendapatkan pengalaman berharga yang bermanfaat,” katanya.

Ketua Tim Matching Fund Unja, Fuad Muchlis menjelaskan dalam program ini pihaknya melibatkan partisipasi banyak pihak, mulai dari mahasiswa, komunitas SAD, warga desa penyangga Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD), dan Balai TNBD.

“Program ini merupakan bagian dari skema implementasi MBKM yang dikembangkan oleh Unja. Artinya berbagai aktivitas yang dilakoni mahasiswa selama di lapangan bisa direkognisi menjadi kegiatan akademik hingga 20 SKS, baik mata kuliah tertentu yang relevan, KKN tematik, hingga tugas akhir skripsi,” tuturnya.

Fuad menjelaskan program ini terdiri dari tiga topik utama. Pertama, upaya pemberdayaan ekonomi antara lain meliputi kegiatan inventarisasi dan pengolahan tanaman obat di TNBD, serta budidaya melalui pembuatan demplot tanaman endemik dan kehutanan.

Kedua, kata dia, pemberdayaan pendidikan, terkait pengembangan kurikulum dan modul pembelajaran SAD, penyusunan draft kebijakan model pendidikan SAD.

Ketiga adalah pemberdayaan sosial. “Di sini meliputi pengintegrasian sistem sosial SAD dengan pemerintahan desa setempat, fasilitasi registrasi kependudukan bagi SAD, dan membangun kesadaran hukum bagi SAD,” jelas Fuad.

Fuad juga menjelaskan kegiatan yang didukung penuh oleh Dirjen Dikti Kemendikbudristek melibatkan 36 orang mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu (Prodi) di Unja, serta seorang mahasiswa dari Polbangtan Bogor. Kegiatan ini akan berlangsung hingga Desember 2021.

“Keberadaan mahasiswa di tengah-tengah SAD diharapkan dapat berkontribusi dan mengambil peran dalam upaya percepatan perubahan sosial SAD,” kata Fuad.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA


TAG POPULER

# Anggota TNI Tewas


# Medina Zein


# Vaksinasi Covid-19


# Piala Thomas


# Timnas Indonesia


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
DPR Minta KPU-Bawaslu Lakukan Simulasi Masa Kampanye 75 Hari

DPR Minta KPU-Bawaslu Lakukan Simulasi Masa Kampanye 75 Hari

NEWS | 1 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings