KLHK: 2019-2021, Kasus Kebakaran Hutan dan Lahan Turun
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

KLHK: 2019-2021, Kasus Kebakaran Hutan dan Lahan Turun

Senin, 11 Oktober 2021 | 18:00 WIB
Oleh : WM

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyebutkan, adanya tren penurunan terjadinya kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan konservasi Indonesia sejak tahun 2019 hingga tahun 2021.

“Terkait dengan kebakaran hutan di kawasan konservasi, kami coba analisa dari 2019 sampai 2021. Ternyata khusus kawasan konservasi ini untuk tahun 2019 itu 51% lebih banyak di lahan-lahan garapan pertanian di area terbuka tadi,” kata Kepala Subdit Pengendalian Pengelolaan Kawasan Konservasi Direktorat Jenderal KSDAE KLHK Hendra Wijaya dalam webinar Sinergitas Upaya Pengendalian Karhutla dalam Rangka Mendukung Implementasi NDC Indonesia, di Jakarta, Senin (11/10/2021)

Hendra menjelaskan, bila melihat persentase pada areal pertanian lahan kering, dapat terlihat bahwa ada aktivitas manusia yang tinggi seperti pembersihan lahan, telah memicu terjadinya kebakaran hutan.

Selain kawasan pertanian lahan kering, pada tahun 2019 sebesar 15% kebakaran juga terjadi di semak belukar rawa dan 12% terjadi di savana yang ada di area konservasi.

Ia mengatakan, memasuki tahun 2020, proporsi areal bekas kebakaran (burnt area) mengalami perbedaan di mana sebesar 48% terjadi di kebun campur, 26% terjadi di lahan terbuka sementara 10% terjadi di rawa.

Hendra menuturkan, pemicu terjadinya kebakaran di kebun campur adalah tingginya aktivitas manusia pada saat berkebun.

Tren pada kebakaran di kawasan konservasi, kata dia, kembali berubah pada tahun 2021. Pada saat ini areal kebun campur dan lahan terbuka tidak lagi menjadi areal dengan kebakaran hutan dan lahan terbesar seperti 2020.

Menurut data yang KLHK miliki, kebakaran di tahun 2021 justru paling banyak terjadi di savana dan semak belukar dengan persentase masing-masing sebesar 27%. Dilanjutkan dengan lahan pertanian kering sebesar 19%.

“Kita lihat untuk 2021, kebetulan kami juga dari tim monitoring hotspot, ternyata dari 2021 sampai kemarin, tren kebakarannya lebih banyak di daerah savana dan semak belukar. Memang kami memantau juga di hotspot. Biasanya satu hari besok sudah hilang,” kata dia.

Kebakaran itu, disebabkan oleh adanya material seperti rumput yang menyebabkan mudah menimbulkan kebakaran, hujan yang tidak turun dalam waktu yang cukup lama dan tutupan lahan berupa savana dan semak belukar.

Wilayah yang tertutup tersebutlah yang membuat kejadian kebakaran menjadi cukup tinggi dan berulang. Hendra memberikan contoh seperti yang pernah terjadi di Taman Nasional Tambora, Taman Nasional Baluran, Taman Nasional Way Kambas dan Taman Nasional Rinjani.

Lebih lanjut dia menegaskan, kebakaran-kebakaran itu terjadi akibat faktor manusia terutama terkait dengan pemebrsihan lahan dan motif perburuan.

Meskipun KLHK terus memperhatikan dan mengawasi kondisi daratan mulai dari lahan datar hingga lahan dengan topografi yang sulit seperti daerah gambut, Hendra berharap seluruh lapisan masyarakat dapat bekerja sama dan selalu bertanggung jawab dengan aktivitas yang dilakukan di kawasan alam Tanah Air agar tidak terjadi kebakaran hutan maupun lahan.

“Keterlibatan semua pihak termasuk ada mitra-mitra LSM perlu ditingkatkan dalam upaya-upaya pengendalian kebakaran,” ucap dia.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: ANTARA

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Fermented Mother Liquor, Nutrisi Pakan Ternak Alternatif

Fermented Mother Liquor (FML) merupakan cairan yang berasal dari hasil pengolahan produk samping dari proses produksi Monosodium Glutamat (MSG).

NASIONAL | 1 Desember 2021

Inovasi Sejumlah Pemkot Bangun Smart City

Berbagai daerah terus berupaya menata menuju kota cerdas atau smart city untuk mewujudkan pelayanan publik yang efektif dan efisien. 

NASIONAL | 1 Desember 2021

Pemerintah Bakal Lebih Serius Tangani Difabel Intelektual

Pemerintah segera mencari upaya yang lebih komprehensif untuk mengembangkan anak-anak bertalenta khusus atau difabel intelektual.

NASIONAL | 1 Desember 2021

Densus Tangkap 2 Terduga Teroris Jaringan JI di Luwu Timur

Dua terduga teroris yang ditangkap Densus 88 Antiteror di Luwu Timur merupakan jaringan Jamaah Islamiyah (JI) 

NASIONAL | 1 Desember 2021

Penderita HIV/AIDS di Kota Ternate Capai 641 Orang

Penderita HIV/AIDS di Kota Ternate mencapai 641 orang.

NASIONAL | 1 Desember 2021

ACSI dan SGU Kerja Sama SDM Keamanan Siber

ACSI atau Acer Cyber Security Inc (PT. Alpha Citra Siber Indonesia) bekerja sama Swiss German University (SGU) untuk mengisi kekurangan sumber daya manusia (SDM) tenaga ahli dalam bidang keamanan siber.

NASIONAL | 1 Desember 2021

Longsor Telan Korban Jiwa dan Rumah Rusak di Toraja Utara

Bencana tanah longsor menelan korban jiwa dan menimbulkan kerusakan rumah warga di Desa Karua, Kecamatan Balusu, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, Rabu (1/12/2021).

NASIONAL | 1 Desember 2021

Gus Yaqut: ASN Kemenag Harus Jadi Teladan Antikorupsi

Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut menyatakan para ASN di Kemenag harus menjadi teladan kebaikan terutama dalam perang melawan korupsi. 

NASIONAL | 1 Desember 2021

FKDB Gencarkan Gerakan Menanam Pohon di Sukabumi

Gerakan menanam pohon merupakan bagian dari program prioritas Forum Komunikasi Doa Bangsa (FKDB).

NASIONAL | 1 Desember 2021

Bangun Gizi Masyarakat dengan Gemar Makan Ikan

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) kembali menggelar workshop tentang manfaat mengonsumsi ikan.

NASIONAL | 1 Desember 2021


TAG POPULER

# Reshuffle Kabinet


# Reuni 212


# Kota Termahal di Dunia


# Ganjil Genap di Tol


# Militer Inggris



TERKINI
DPRD Tetapkan APBD Kabupaten Bekasi Rp 6,3 Triliun

DPRD Tetapkan APBD Kabupaten Bekasi Rp 6,3 Triliun

MEGAPOLITAN | 2 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings