Logo BeritaSatu

Eks Dirkeu PT Jasindo Didakwa Rugikan Negara Rp 7,58 Miliar

Senin, 11 Oktober 2021 | 21:22 WIB
Oleh : Fana F Suparman / FFS

Jakarta, Beritasatu.com - Jaksa penuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendakwa mantan Direktur Keuangan dan Investasi PT Asuransi Jasa Indonesia (PT Jasindo), Solihah telah melakukan korupsi bersama-sama dengan mantan Direktur Utama (Dirut) PT Jasindo, Budi Tjahjono terkait pembayaran komisi terhadap kegiatan agen asuransi fiktif pada PT Jasindo. Atas perbuatannya itu, Solihah didakwa telah memperkaya diri sendiri maupun orang lain dan merugikan keuangan negara sebesar US$ 766.955 atau sekitar Rp7.584.102.194 (Rp7,58 miliar).

"Terdakwa melakukan atau turut serta melakukan beberapa perbuatan yang ada hubungannya sedemikian rupa sehingga dipandang sebagai perbuatan berlanjut, secara melawan hukum, yaitu merekayasa kegiatan agen dan melakukan pembayaran komisi terhadap kegiatan agen asuransi fiktif atas nama Supomo Hidjazie pada PT Asuransi Jasa Indonesia Persero (PT Asuransi Jasindo) dalam penutupan asuransi aset dan kontruksi pada BP Migas-KKKS," kata Jaksa KPK saat membacakan surat dakwaan Solihah di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (11/10/2021).

Solihah disebut telah memperkaya diri sendiri sejumlah US$ 198.340. Kemudian, Solihah juga memperkaya Budi Tjahjono sebesar US$ 462.795 dan Supomo Hidjazie senilai US$ 136. Akibat perbuatannya itu, negara dirugikan senilai US$ 766.955 atau setara Rp7,58 miliar.

"Merugikan keuangan negara c.q PT Asuransi Jasindo sebesar US$ 766.955 atau setara dengan Rp7.584.102.194 (Rp7,58 miliar) atau setidak-tidaknya sejumlah itu," ungkap Jaksa.

Perkara ini bermula pada akhir 2011 silam. Saat itu, Budi Tjahjono bertemu dengan Raden Priyono selaku Kepala BP Migas agar Jasindo tetap menjadi leader konsorsium asuransi oil and gas di BP Migas karena Budi Tjahjono mendapat informasi akan terjadi perubahan Renewal For Proposal (RFP) dalam pengadaan penutupan asuransi aset dan konstruksi pada BP Migas-KKKS tahun 2012 - 2014 yang akan membahayakan posisi Jasindo sebagai leader konsorsium. Atas permintaan Budi Tjahjono tersebut, Raden Priyono menyanggupinya.

Dalam rapat direksi Jasindo disepakati adanya pemberian fee kepada pihak BP Migas serta biaya-biaya lainnya yang diperlukan dalam rangka pengurusan PT Asuransi Jasindo tetap menjadi leader konsorsium dengan mekanisme pengeluaran uang melalui pembayaran uang komisi kepada agen Asuransi PT Asuransi Jasindo. Rapat direksi juga menyepakati Supomo Hidjazie ditunjuk untuk menggantikan Kiagus Emil Fahmy Cornain/ KM Iman Tauhid Khan sebagai agen fiktif periode sebelumnya.

"Disepakati pula terdakwa diberikan tugas dan tanggung jawab untuk mengumpulkan kembali uang komisi agen yang telah dibayarkan oleh PT Asuransi Jasindo kepada agen asuransi dalam hal ini Supomo Hidjazie untuk selanjutnya dipergunakan untuk memberikan fee kepada pihak BP Migas dan keperluan-keperluan operasional lainnya sesuai dengan perintah Budi Tjahjono," kata jaksa.

Pada 20 Januari 2012, panitia pengadaan dari BP Migas mengumumkan pengadaan penutupan asuransi proyek konstruksi KKKS dan penutupan asuransi aset industri, sumur dan aset LNG BP Migas-KKKS tahun 2012 - 2014, yang terbuka untuk perusahaan-perusahaan asuransi nasional dengan ruang lingkup pekerjaan penutupan asuransi. Pengadaan tersebut dilakukan dengan metode beauty contest tanpa menggunakan agen asuransi. Kemudian pada 21 Februari 2012, BP Migas menunjuk PT Asuransi Jasindo sebagai leader konsorsium. Selanjutnya, berdasarkan perintah dari Budi Tjahjono sebagaimana kegiatan penutupan asuransi periode sebelumnya (2009-2012), maka Divisi Underwriting Oil & Gas memberikan kode sumber akuisisi 200 pada nomor polis yang diterbitkan sehingga secara administrasi keuangan polis tersebut seolah-olah diperoleh atas peran Supomo Hidjazie selaku agen.

"Padahal pada kenyataannya untuk menjadi leader konsorsium dalam pengadaan penutupan asuransi aset dan konstruksi pada BP Migas-KKKS tahun 2012 - 2014 di BP Migas tersebut adalah atas usaha dari PT
Asuransi Jasindo sendiri," kata jaksa.

Dari total uang penerimaan komisi kegiatan fiktif agen Supomo Hidjazie yang dikumpulkan oleh Terdakwa sebesar US$ 661.136,20, sebanyak 70% atau setidaknya sekitar US$ 462.795,34 diberikan kepada Budi Tjahjono. Sedangkan sisanya, yakni sebesar 30% atau setidaknya sebesar US$ 198.340,86 dikuasai Solihah atas perintah Budi Tjahjono.

Atas perbuatannya tersebut, Solihah didakwa melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 juncto Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA


TAG POPULER

# Malaysia Open


# Rusia


# Roy Suryo


# Tjahjo Kumolo Meninggal


# Ayu Anjani


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Epidemiolog Tekankan Pentingnya Vaksin Booster untuk Anak

Epidemiolog Tekankan Pentingnya Vaksin Booster untuk Anak

NEWS | 4 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings