KPK Bakal Dalami Soal 'Atasan' Eks Penyidik di Suap Penanganan Perkara
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

KPK Bakal Dalami Soal 'Atasan' Eks Penyidik di Suap Penanganan Perkara

Rabu, 13 Oktober 2021 | 23:31 WIB
Oleh : Fana F Suparman / FFS

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal mendalami informasi dari mantan Wali Kota Tanjungbalai, M Syarial yang menyebut mantan penyidik Stepanus Robin Pattuju kerap membawa nama 'atasan' untuk meminta uang suap. Pendalaman mengenai informasi itu akan dilakukan KPK dengan mengonfirmasi kepada sejumlah saksi lainnya.

"Setiap fakta sidang tentu menjadi informasi penting untuk didalami lebih lanjut dan KPK akan memanggil para saksi lain untuk mengonfirmasi keterangan tersebut pada persidangan berikutnya," kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Rabu (13/10/2021).

Dalam persidangan perkara dugaan suap penanganan perkara dengan terdakwa Stepanus di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Senin (11/10/2021) lalu, Syahrial yang dihadirkan sebagai saksi mengaku kerap diminta Stepanus untuk segera memberikan uang suap terkait penanganan perkara dugaan korupsi di Pemkot Tanjungbalai. Menurut Syahrial, Stepanus mengaku permintaan uang itu harus cepat karena 'atasan' meminta. Menurut Syahrial 'atasan' itu adalah pimpinan KPK.

Ali mengatakan, keterangan Syahrial masih bersifat testomonium de auditu atau keterangan karena mendengar dari orang lain. Untuk itu, KPK perlu mengonfirmasi keterangan tersebut dengan keterangan saksi lainnya.

"Sehingga fakta ini kemudian apakah terkonfirmasi atau tidak," kata Ali.

Ali mengatakan, dalam perkara suap ini, Stefanus diduga memanfaatkan jabatannya selaku penyidik KPK untuk meminta uang kepada Syahrial dan sejumlah pihak lain dengan dalih bisa mengamankan perkara. Padahal, kata Ali, Stepanus bukanlah satgas yang menangani perkara dugaan korupsi di Tanjungbalai yang menyeret nama Syahrial.

"Namun karena pihak lain percaya bahwa yang bersangkutan bisa membantu amankan perkara di KPK maka terjadilah dugaan transaksi dimaksud," kata Ali.

Dalam kesempatan ini, Ali mengatakan, seluruh perkara yang diklaim dapat diurus Stepanus sampai saat ini masih berproses penanganannya. Tidak ada penghentian penanganan sebagaimana dijanjikan Stepanus kepada pihak-pihak tertentu.

Dikatakan Ali, penanganan perkara di KPK sangat berlapis dan ketat. Melibatkan banyak personil dari berbagai tim lintas satgas maupun unit, baik penyelidikan, penyidikan, maupun penuntutan.

"Sistem tersebut membuat orang per orang tidak memungkinkan bisa mengatur sebuah perkara. Artinya dalam satu tim saja sangat mustahil dapat mengondisikan perkara agar tidak berlanjut, terlebih sampai pada tingkat direktorat, kedeputian, bahkan sampai pimpinan. Karena kontrol perkara dipastikan juga secara berjenjang dari satgas, direktorat, kemudian kedeputian penindakan sampai dengan lima pimpinan secara kolektif kolegial," katanya.

Untuk itu, KPK mengingatkan masyarakat untuk terus waspada dan hati-hati terhadap penipuan dan pemerasan dengan modus untuk mengurus perkara di lembaga antikorupsi yang marak terjadi.

"Bagi masyarakat yang menjadi korban pemerasan oknum pegawai KPK atau pihak lain yang mengaku sebagai pegawai KPK, segera laporkan kepada kami atau aparat penegak hukum lainnya," kata Ali.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Mabes Polri: Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Langkat, Ilegal

Bangunan tersebut belum terdaftar dan tidak memiliki izin sepeti diatur dalam UU.

NASIONAL | 25 Januari 2022

Polisi: Kerangkeng di Rumah Bupati Langkat untuk Rehab Korban Narkoba

Kerangkeng digunakan untuk penampungan orang kecanduan narkoba dan terlibat kenakalan remaja.

NASIONAL | 25 Januari 2022


Soal Temuan Kerangkeng Manusia Saat OTT Bupati Langkat, Ini Kata KPK

Kerangkeng manusia ditemukan saat KPK melakukan OTT di rumah Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Perangin Angin.

NASIONAL | 25 Januari 2022

Mabes Polri Belum Buka Penyebab Bentrok Sorong yang Menewaskan 19 Orang

Mabes Polri belum membuka ihwal penyebab dua kelompok di Sorong, bentrok hingga menyebabkan 19 orang tewas.

NASIONAL | 25 Januari 2022

BNPT Sebut 600 Akun Terindikasi Sebarkan Paham Radikalisme

BNPT mengatakan pihakanya mencatat sebanyak 600 akun media sosial atau situs di internet yang terindikasi menyebarkan paham radikalisme sepanjang tahun 2021.

NASIONAL | 25 Januari 2022

Polda Papua Barat Temui 2 Kelompok yang Bentrok di Sorong

Polda Papua Barat melakukan pertemuan dengan dua kelompok yang bertikai di Sorong, pascabentrokan yang menyebabkan 19 orang tewas.

NASIONAL | 25 Januari 2022

BNPT: BUMN Rentan Disusupi Kelompok Teroris

Boy Rafli Amar mengungkapkan, saat ini ada ancaman kelompok terorisme melakukan penyusupan ke istitusi-institusi pemerintah.

NASIONAL | 25 Januari 2022

364 Teroris Ditindak Sepanjang 2021, BNPT: 16 Terafiliasi ke FPI

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mencatat, sepanjang 2021, pihaknya bersama dengan Densus 88 Antiteror Polri menindak 364 pelaku terorisme.

NASIONAL | 25 Januari 2022

Diiringi Rebana, Presiden Jokowi Terima PM Lee di Bintan

Presiden Jokowi menerima kunjungan PM Singapura, Lee Hsien Loong, di The Sanchaya Resort Bintan.

NASIONAL | 25 Januari 2022


TAG POPULER

# Kakek Dihakimi Massa


# Alinea


# Omicron


# Covid-19


# Arsenal



TERKINI
ICDX Bidik Lima Pedagang Emas Digital di Semester I 2022

ICDX Bidik Lima Pedagang Emas Digital di Semester I 2022

EKONOMI | 4 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings