Bedah Buku Abdul Aziz: Terpenting Bagaimana Kekuasaan Dijalankan
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Bedah Buku Abdul Aziz: Terpenting Bagaimana Kekuasaan Dijalankan

Jumat, 15 Oktober 2021 | 21:44 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho / FFS

Jakarta, Beritasatu.com - Pandangan tentang agama dan kekuasaan menjadi materi yang sulit ditemukan relasinya oleh para tokoh pemikir Islam seperti Ibnu Khaldun, Al Mawardi, maupun Ibnu Taimiah. Hal ini lantaran para pemikir Islam itu menilai yang terpenting bukan bentuk kekuasaan, melainkan bagaimana kekuasaan itu dijalankan.

Hal ini mengemuka dalam diskusi buku "Negara Rasional dan Farewell Party" karya Abdul Aziz, Jumat (15/10/2021). Diskusi itu menghadirkan Ketua Umum Partai Gelora, Anis Matta; peneliti LIPI, Hamdan Basyar, Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari, dan Helmy Wahid dari PBNU.

Anis Matta dalam paparannya mengatakan, analisis dalam buku karya Abdul Aziz menggambarkan seputar perkembangan dari entitas umat Islam kepada entitas yang lebih menyeluruh, yakni tentang negara dan kekuasaan. Dikatakan, bentuk negara dalam Islam fleksibel tergantung hasil kesepakatan.

"Islam mempunyai referensi model, sementara bentuk negara dalam Islam tidak kaku, tapi fleksibel. Karena tergantung ruang dan waktu dan jelas semua adalah hasil kesepakatan," ungkap Anis Matta.

Kata Anis Matta, saat ini semakin terlihat model-model kepemimpinan lebih menyesuaikan dengan kondisi yang berkembang. Semacam ada siklus perubahan.

"Bahkan preferensi kepemimpinan juga berkembang tergantung pada referensi, luas wilayah, jumlah populasi, dan sekarang teknologi. Jadi dalam sistem kepemimpinan itu, hasil kesepakatan bersama jauh lebih penting daripada model," ungkap Anis Matta.

Peneliti LIPI, Hamdan Basyar mengatakan, dalam buku Abdul Azis ini digambarkan dengan sangat baik tentang ashobiah atau solidaritas dari pemikiran Ibnu Khaldun. Dikatakan, jika sekelompok orang ingin berkuasa, maka bentuk kepemimpinan atau kekuasaan itu bukan yang utama, tapi bagaimana kekuasaan itu akan dijalankan.

"Maka solidaritas itu dijadikan sebagai keutamaan. Di sinilah maka ashobiah dilihat sebagai solidaritas kelompok yang kuat," jelasnya.

Dalam buku Abdul Azis ini, lanjut Hamdan, digambarkan juga bagaimana Ibnu Khaldun menyatakan kekuasaan itu tidak berkaitan dengan agama. Dengan demikian, tanpa agama pun kekuasaan akan terus ada, karena bagaimana pun orang beragama tidak akan menyurutkan adanya kekuasaan.

"Kalau ada orang ingin membuktikan kekuasaan dari sisi agama, maka tidak ada buktinya. Yang bisa dilihat adalah solidaritas dan itu yang lebih penting," tegasnya.

Sementara itu, M. Qodari lebih banyak menyampaikan sosok penulis buku, yakni Abdul Aziz. Pakar politik itu menuturkan pertama kali bertemu Abdul Aziz sekitar 25 tahun lalu, saat ia masih menjadi mahasiswa Fakultas Psikologi UI. Saat menyusun skripsi, Qodari mengaku kesulitan mencari bahan referensi sampai ke Malang dan Yogyakarta, namun tidak menemukan referensi yang dibutuhkan.

"Ternyata referensi penting itu ketemunya di Departemen Agama dan penelitinya bernama Abdul Azis. Beliau peneliti dan pengajar sosiologi," kata Qodari.

Qodari melanjutkan, sosok Abdul Aziz semakin dikenal setelah menjadi anggota KPU. Bahkan pada awalnya tidak banyak yang tahu bahwa Abdul Aziz adalah aktivis GP Ansor NU. Abdul Azis menjabat sebagai Sekjen GP Ansor di masa kepemimpinan almarhum Slamet Efendi Yusuf.

"Begitu saya tahu beliau Sekjen GP Ansor, radar saya langsung berbunyi. Aktivis GP Ansor itu ketuanya minimal jadi menteri, dan kalau Sekjen GP Ansor minimal Duta Besar Arab Saudi," ungkap Qodari sambil berkelakar, karena Abdul Azis saat ini dicalonkan menjadi Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Pakar Hukum Nilai Tuntutan Mati Terdakwa Asabri Tidak Tepat

Pakar hukum pidana Nur Basuki Minarno menilai tidak tepat jaksa menuntut pidana mati terdakwa perkara korupsi Asabri, Heru Hidayat.

NASIONAL | 7 Desember 2021

Besok, Jokowi Resmikan Bandara Tebelian Sintang

Menhub Budi Karya Sumadi mengatakan, Bandar Udara (Bandara) Tebelian Sintang, di Kalimantan Barat, siap diresmikan Presiden Joko Widodo pada Rabu (8/12/2021)

NASIONAL | 7 Desember 2021

Pengembangan SDM Jadi Kunci Keberhasilan RB

Salah satu tujuan pembangunan Presiden Joko Widodo di periode kedua ini adalah memajukan kualitas SDM dan reformasi birokrasi.

NASIONAL | 7 Desember 2021

MAKI Apresiasi Jaksa Tuntut Mati Terdakwa Korupsi Asabri

Koordinator MAKI Boyamin Saiman mengapresiasi tuntutan hukuman mati terhadap terdakwa kasus korupsi ASABRI, Heru Hidayat oleh kejaksaa

NASIONAL | 7 Desember 2021

Hakim MK Arief Hidayat Terpilih sebagai Ketua Umum PA GMNI

Hakim Mahkamah Konstitusi (MK), Arief Hidayat terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI).

NASIONAL | 7 Desember 2021

Saksi Sebut Angin Prayitno Sosok Sederhana 

Taufan Arif Nugroho saksi perkara suap pengurusan pajak menyebut mantan pejabat Ditjen Pajak, Angin Prayitno yang menjadi terdakwa merupakan sosok sederhana. 

NASIONAL | 7 Desember 2021

Beasiswa S2 ke Jepang Dibuka, Ini Persyaratannya

Ajinomoto Foundation kembali memberikan beasiswa program pascasarjana (post-graduate) kepada mahasiswa Indonesia.

NASIONAL | 7 Desember 2021

Jangan Tergesa-gesa Buka Sekolah dengan Kapasitas Normal

Kemendikbudristek diingatkan untuk tidak tergesa-gesa dan mempertimbangkan kembali rencana pembukaan sekolah dengan kapasitas normal pada Januari 2022

NASIONAL | 7 Desember 2021

Muktamar NU Tetap Digelar 23-25 Desember di Lampung

PBNU memutuskan Muktamar ke-34 NU tetap digelar pada 23-25 Desember di Lampung. Hal ini menyusul dibatalkannya PPKM level 3 menjelang libur Nataru. 

NASIONAL | 7 Desember 2021

Jaksa KPK Dalami 81 Bidang Tanah Milik Eks Pejabat Pajak

Jaksa KPK mendalami 81 bidang tanah yang diduga milik mantan pejabat Ditjen Pajak, Angin Prayitno Aji yang menjadi terdakwa perkara suap pajak.  

NASIONAL | 7 Desember 2021


TAG POPULER

# Semeru


# PPKM


# Moeldoko


# Cuaca Jakarta


# Angin Prayitno Aji



TERKINI
Efektifkah Masker Cegah Omicron?

Efektifkah Masker Cegah Omicron?

BERITA GRAFIK | 12 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings