Bekas Tambang Pasir Lereng Merapi Segera Direhabilitasi
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Bekas Tambang Pasir Lereng Merapi Segera Direhabilitasi

Jumat, 15 Oktober 2021 | 22:34 WIB
Oleh : Willy Masaharu / WM

Sleman, Beritasatu.com - Penghageng Kawedanan Agung Panitera Pura Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat GKR Condrokirono mendatangi 7 lokasi bekas tambang pasir yang telah ditutup di wilayah Kepanewonan Cangkringan, Sleman, Selasa (12/10/2021).

Kunjungan GKR Condrokirono adalah tindak lanjut dari penutupan belasan tambang pasir di lereng Gunung Merapi oleh Sultan Hamengku Buwono (Sultan HBX) karena aktivitas pengerukan pasir dan material vulkanik yang dilakukan secara ilegal dan merambah tanah keraton (Sultan Ground/SG).

"Masih dalam rangka menindaklanjuti dawuh Ngarsa Dalem (Sultan HBX) yaitu gunung bali gunung," ujar GKR Condrokirono.

Putri kedua Sultan HBX itu mengaku prihatin atas parahnya kerusakan lingkungan akibat penambangan yang sembrono. Dia menyebut, hal itu dapat dipastikan berdampak pada kemampuan tanah menyerap dan menyimpan air.

"Karena posisi tambang berada di Sultan Ground, jadi keraton memiliki wewenang untuk memperbaiki. Saat ini, kami masih diskusi dengan dinas terkait, kira-kira tanaman apa yang cocok (untuk reboisasi) dan dapat bermanfaat bagi warga sekitar," imbuh GKR Condrokirono.

Secara teknis, masih menurut GKR Condrokirono, pihak keraton dan dinas terkait akan berdialog dengan para lurah yang memangku wilayah tempat tambang berada.

Pasalnya, program pemulihan yang akan dilakukan itu dapat dipastikan akan berpengaruh terhadap pendapatan warga yang selama ini bergantung pada hasil tambang pasir dan batuan.

"Kita tidak boleh tutup mata, karena ini pasti akan menyebabkan alihprofesi warga. Jadi areal SG yang sudah rusak itu harus diperbaiki dengan pertimbangan memiliki dampak positif untuk masyarakat sekitar," terangnya.

Terkait bentuk riil program rehabilitasi yang akan dilakukan, GKR Condrokirono menyebut bisa berupa pariwisata, pertanian, perkebunan, peternakan dan lainnya.

Namun, dia menekankan harus ada upaya untuk meminimalisir potensi bahaya sebelum program rehabilitasi dimulai. GKR Condrokirono memastikan, keraton tidak ingin rehabilitasi secara serampangan sehingga justru akan menimbulkan bencana ikutan, seperti tanah longsor misalnya.

"Saya berharap, dawuh Ngarsa Dalem ini dilaksanakan. Ke depan, saya minta masyarakat di sekitar program rehabilitasi ikut menjaga," katanya.

GKR Condrokirono mengingatkan, jika masyarakat terus abai terhadap praktik-praktik yang merusak, kekeringan dikhawatirkan akan melanda.

"Mungkin dampak kekeringan belum terasa sekarang. Karena yang dirusak tambang itu adalah daerah tangkapan air. Jadi mari bersama-sama lebih berperan, proaktif ikut menjaga kelestarian, dalam hal ini khususnya lereng Merapi," tegasnya.

Sementara ditemui di sela kunjungan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY, Kuncoro Cahyo Aji menyebut, kondisi lahan bekas penambangan masuk dalam kategori rusak parah.

"Parah, ini bahkan merusak daerah tangkapan air. Jadi harus segera dikembalikan sesuai fungsinya," kata Kuncoro.

Membenarkan pendapat GKR Condrokirono, menurut dia lahan rusak tersebut memerlukan proses cukup panjang untuk dapat kembali menopang sumber-sumber air di lereng Gunung Merapi.

"Kita, perlu melakukan studi tanah terlebih dahulu sebelum memulai rehabilitasi dan reboisasi," ujarnya.

Ditanya terkait rencana ke depan untuk merehabilitasi lereng Gunung Merapi, Kuncoro mengatakan, akan segera membahas rancangan teknisnya.

"Dalam waktu dekat akan kami bahas mengenai rancangan teknisnya. Tapi yang jelas kami tidak bisa bekerja sendiri, kami akan bekerja bersama-sama dengan instansi terkait seperti Dinas Pertanian, Dinas PU serta pihak kalurahan akan kami libatkan," katanya.

Soal pembiayaan Kuncoro menambahkan, untuk sementara ini masih dianggarkan per Organisai Perangkat Daerah (OPD).

"Nanti setelah kita membuat grand design, mungkin akan terlihat siapa mengerjakan apa," ungkapnya.




Luasan Lahan Rusak Belum Dihitung
Sementara, Kepala Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Energi Sumber Daya Mineral (DPUP ESDM) DIY, Pramuji Ruswandono yang juga turut dalam kunjungan menyatakan pihaknya belum memiliki data luasan lahan yang mengalami kerusakan secara detail.

"Ini kami belum mengukur, karena ini Sultan Ground, jadi saya belum punya data. Kalau kami dari dinas (DPUP ESDM DIY) mengurus (area penambangan) yang berizin. Kalau perusahaan-perusaan pemegang IUP itu kita tahu. Tapi kalau yang kemarin diportal itu kita tidak tahu, luasannya kan bervariasi itu," kata Pramuji.

Pramuji mengatakan pihaknya baru melakukan pengawasan setelah pihak Keraton Yogyakarta memasang portal di jalan akses tambang ilegal.

"Kalau setelah pemasangan portal kita lakukan kontrol. Ada kerusakan tidak di alamnya," terangnya.

Selain tidak memiliki data lahan yang mengalami kerusakan, Pramuji mengakui selama ini tidak ada pengawasan di lahan-lahan pertambangan itu karena pihaknya hanya memonitor perusahaan yang berizin.

"Monitoring itu kan sebenarnya hanya inventarisasi dan identifikasi. Kalau yang kami kendalikan, kan yang memiliki izin. Kalau yang tidak memiliki izin hanya didata seperti ini kemudian untuk kemudian ditidaklanjuti BPBD berupa pemasangan portal."

Lebih jauh, Pramuji menyatakan pihaknya tidak pernah mengeluarkan izin di lahan bukan sungai dan palungnya.

"Tidak mungkin terbit izin penambangan yang bukan di wilayah sungai. Yang kita plot untuk wilayah penambangan itu yang berada di palung sungai. Selain itu (di palung sungai) tidak akan kita terbitkan (izin)," katanya.

Sementara, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Biwara Yuswantantara menambahkan, pihaknya sejauh ini masih mengkaji potensi bahaya yang mu gkin timbul jika tidak segera dilakukan rehabilitasi

"Seperti yang kita lihat, potensinya bencananya sangat besar. Untuk itu langkah pertamanya kita melakukan penutupan (lokasi penambangan). Kita menunggu hasil kajian untuk langkah selanjutnya," ujar Biwara



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Fermented Mother Liquor, Nutrisi Pakan Ternak Alternatif

Fermented Mother Liquor (FML) merupakan cairan yang berasal dari hasil pengolahan produk samping dari proses produksi Monosodium Glutamat (MSG).

NASIONAL | 1 Desember 2021

Inovasi Sejumlah Pemkot Bangun Smart City

Berbagai daerah terus berupaya menata menuju kota cerdas atau smart city untuk mewujudkan pelayanan publik yang efektif dan efisien. 

NASIONAL | 1 Desember 2021

Pemerintah Bakal Lebih Serius Tangani Difabel Intelektual

Pemerintah segera mencari upaya yang lebih komprehensif untuk mengembangkan anak-anak bertalenta khusus atau difabel intelektual.

NASIONAL | 1 Desember 2021

Densus Tangkap 2 Terduga Teroris Jaringan JI di Luwu Timur

Dua terduga teroris yang ditangkap Densus 88 Antiteror di Luwu Timur merupakan jaringan Jamaah Islamiyah (JI) 

NASIONAL | 1 Desember 2021

Penderita HIV/AIDS di Kota Ternate Capai 641 Orang

Penderita HIV/AIDS di Kota Ternate mencapai 641 orang.

NASIONAL | 1 Desember 2021

ACSI dan SGU Kerja Sama SDM Keamanan Siber

ACSI atau Acer Cyber Security Inc (PT. Alpha Citra Siber Indonesia) bekerja sama Swiss German University (SGU) untuk mengisi kekurangan sumber daya manusia (SDM) tenaga ahli dalam bidang keamanan siber.

NASIONAL | 1 Desember 2021

Longsor Telan Korban Jiwa dan Rumah Rusak di Toraja Utara

Bencana tanah longsor menelan korban jiwa dan menimbulkan kerusakan rumah warga di Desa Karua, Kecamatan Balusu, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, Rabu (1/12/2021).

NASIONAL | 1 Desember 2021

Gus Yaqut: ASN Kemenag Harus Jadi Teladan Antikorupsi

Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut menyatakan para ASN di Kemenag harus menjadi teladan kebaikan terutama dalam perang melawan korupsi. 

NASIONAL | 1 Desember 2021

FKDB Gencarkan Gerakan Menanam Pohon di Sukabumi

Gerakan menanam pohon merupakan bagian dari program prioritas Forum Komunikasi Doa Bangsa (FKDB).

NASIONAL | 1 Desember 2021

Bangun Gizi Masyarakat dengan Gemar Makan Ikan

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) kembali menggelar workshop tentang manfaat mengonsumsi ikan.

NASIONAL | 1 Desember 2021


TAG POPULER

# Reshuffle Kabinet


# Reuni 212


# Kota Termahal di Dunia


# Ganjil Genap di Tol


# Militer Inggris



TERKINI
Axelsen Gusur Momota di Peringkat Pertama BWF

Axelsen Gusur Momota di Peringkat Pertama BWF

OLAHRAGA | 5 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings