2 Oknum Polisi Didakwa Menganiaya dan Membunuh Anggota FPI di KM 50 Tol Japek
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

2 Oknum Polisi Didakwa Menganiaya dan Membunuh Anggota FPI di KM 50 Tol Japek

Senin, 18 Oktober 2021 | 20:03 WIB
Oleh : Tim Beritasatu.com / FFS

Jakarta, Beritasatu.com - Jaksa penuntut umum (JPU) mendakwa dua oknum anggota Polri, Ipda M Yusmin Ohorella dan Briptu Fikri Ramadhan, telah melakukan tindakan pembunuhan serta penganiayaan terhadap empat anggota eks ormas FPI di dalam mobil, di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek (Tol Japek). Jaksa mendakwa keduanya telah melanggar Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan juncto Pasal 351 KUHP terkait penganiayaan.

"Mereka yang melakukan, menyuruh melakukan dan turut serta melakukan penganiayaan mengakibatkan kematian. Perbuatan terdakwa merupakan tindak pidana sebagaimana diatur dan diancam dengan Pasal 338 KUHP juncto Pasal 351 KUHP," kata jaksa saat membacakan dakwaan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (18/10/2021).

Berdasarkan surat dakwaan, perkara ini bermula ketika petinggi FPI Rizieq Syihab tidak memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya untuk kedua kalinya. Kemudian, polisi menerima informasi akan adanya aksi massa mengepung Polda Metro Jaya, pada tanggal 7 Desember 2020 lalu.

Atas informasi itu, Polda Metro Jaya mengambil tindakan antisipasi melalui langkah-langkah tertutup dan memerintahkan terdakwa Ipda Yusmin, Briptu Fikri, Ipda Elwira Priadi Z (almarhum meninggal dunia akibat kecelakaan), kemudian saksi Aipda Toni Suhendar, Bripka Adi Ismanto, Bripka Faisal Khasbi Alaeya, dan Bripka Guntur Pamungkas memantau simpatisan Rizieq yang berada di perumahan The Nature Mutiara Sentul Bogor.

Penugasan itu merujuk pada Surat Perintah Tugas Nomor: SP.Gas 9769/12/2020/SubditIII/Resmob tertanggal 5 Desember 2020 dan Surat Perintah Penyelidikan Nomor: SP.Lidik/5626/XII/Ditreskrimum tertanggal 5 Desember 2020.

Lantas, para anggota dengan menggunakan tiga unit mobil berangkat ke lokasi pada pukul 21.00 WIB, dan tiba sekitar pukul 22.00 WIB, Minggu (6/12/2020). Setelah satu jam berselang, mereka memantau dan membuntuti 10 unit mobil Rizieq yang keluar dari perumahan The Nature Mutiara Sentul Bogor, menuju ke arah pintu tol Sentul 2.

Pada proses pemantauan itu, terlihat satu unit mobil jenis Pajero berwarna putih bergerak lurus ke arah Bogor, Jawa Barat. Selanjutnya, mobil itu diikuti oleh mobil Avanza yang dikemudikan oleh saksi bernama Bripka Guntur Pamungkas. Sementara, dua mobil polisi membuntuti sembilan mobil rombongan Rizieq lainnya.

Di tengah perjalanan, terdapat dua mobil Avanza dan Chevrolet Spin yang dikendarai anggota FPI disebut berupaya menghalangi mobil anggota polisi. Kemudian, mobil Avanza itu menyerempet dan menyenggol mobil yang ditumpangi terdakwa dan saksi, di Jalan Interchange Karawang, sekitar pukul 00.30 WIB.

Selanjutnya, mobil anggota Polri mengejar mobil Avanza yang melakukan penyerempetan. Namun, ketika melakukan pengejaran tiba-tiba mobil Chevrolet Spin yang dikendarai anggota FPI lainnya memepet dan menghentikan mobil anggota Polri.

Sejurus kemudian, empat anggota FPI turun dari dalam mobil sambil menenteng senjata tajam dan melakukan penyerangan, membacok kap mobil serta kaca bagian depan. Merespon tindakan itu, saksi Bripka Faisal Khasbi Alaeya menurunkan kaca mobil dan melepaskan tembakan peringatan sebanyak satu kali ke arah udara. Namun, hal itu justru dibalas dengan tembakan sebanyak tiga kali dari kelompok anggota FPI, mengenai kaca mobil polisi.

Polisi selanjutnya membalas tembakan itu sehingga mengenai dua anggota FPI atas nama Faiz Ahmad Syukur dan Andi Oktiawan.

"Anggota FPI bernama Faiz Ahmad Syukur terkena tembakan pada bagian lengan kiri sisi belakang. Orang kedua anggota FPI yang terkena tembakan bernama Andi Oktiawan pada punggung sisi kiri," kata JPU.

Kendati tertembak, kedua anggota FPI itu masih bisa masuk ke dalam mobil Chevrolet Spin dan berupaya melarikan diri. Selanjutnya, terjadi aksi kejar-kejaran. Ketika melewati bundaran Badami, kedua mobil dalam posisi sejajar. Kemudian, anggota FPI yang duduk di bangku depan sebelah kiri menodongkan senjata api.

Merespons hal itu, para anggota polisi kemudian menembaki mobil yang ditumpangi anggota FPI hingga akhirnya mobil itu berhenti setelah menabrak pembatas jalan di KM 50.

Selanjutnya, anggota polisi mendekati mobil Chevrolet Spin dan melakukan penggeledahan. Ketika itu ditemukan dua orang anggota FPI telah meninggal dunia dan empat orang lainnya masih hidup. Kemudian, keempatnya dibawa masuk ke dalam mobil anggota Polri untuk dibawa ke Polda Metro Jaya.

Namun, JPU menyebutkan keempat orang yang sebelumnya melakukan pembacokan dengan pedang dan samurai itu tidak diikat atau diborgol tangannya pada saat dibawa masuk ke bagian belakang mobil. Padahal menurut aturan atau standar operasional prosedur (SOP), seharusnya pelaku kejahatan yang tertangkap langsung diborgol atau diikat.

Alhasil, belum lama mobil yang dikemudikan terdakwa Ipda Yusmin Ohorella berjalan, satu anggota FPI atas nama M Reza yang tidak diborgol melakukan penyerangan terhadap terdakwa Briptu Fikri dengan cara mencekik leher, di KM 50+200. Kemudian, anggota FPI lainnya mencoba membantu menjambak rambut dan merebut senjata api milik Briptu Fikri.

Singkat cerita, baku hantam terjadi berujung tewasnya empat anggota FPI bernama M Reza, Akhmad Sofiyan, M Suci Khadafi, dan Luthfil Hakim dengan luka tembak di bagian dada. Aksi penembakan itu dilakukan almarhum Ipda Elwira Priadi dan Briptu Fikri di dalam mobil.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

FKDB Silaturahmi dengan Polres Kota-Kabupaten Sukabumi

Pertemuan tersebut digelar dalam rangka silaturahmi dengan jajaran kepolisian di mana FDKB bertindak selaku mitra kerja Polri.

NASIONAL | 2 Desember 2021

Unilever Berkomitmen Dukung Peningkatan Kesehatan Masyarakat

Unilever Indonesia percaya bahwa sanitasi yang baik adalah hak bagi seluruh masyarakat Indonesia tanpa terkecuali.

NASIONAL | 2 Desember 2021

Tersangka Teroris di Luwu Timur Bertugas Simpan Senjata

Densus) 88 Antiteror Polri, membekuk dua tersangka teroris berinisial M alias AFB (48) dan MM alias AMM (44), di Luwu Timur, Sulsel, akhir November.

NASIONAL | 2 Desember 2021

Kunjungi Bali, Jokowi Akan Tinjau Infrastruktur G-20

Presiden Joko Widodo (Jokowi) beserta Ibu Negara Iriana Joko Widodo bertolak menuju Provinsi Bali untuk melakukan kunjungan kerja.

NASIONAL | 2 Desember 2021

Bandara Kediri Tingkatkan Ekonomi Jatim Bagian Selatan

Pembangunan bandara diharapkan menjadi pintu gerbang perekonomian, penunjang kegiatan pariwisata dan perdagangan, serta simpul dalam jaringan transportasi.

NASIONAL | 2 Desember 2021

Kemenhub Diminta Evaluasi Aturan E-Ticket ASDP

Pemberlakuan tiket elektronik dianggap merugikan konsumen layanan jasa penyeberangan ASDP.

NASIONAL | 2 Desember 2021

Guru Dituntut Beradaptasi dengan Platform Digital 

Di tengah kondisi global yang mengalami re-setting ke new normal, dunia pendidikan harus siap bertransformasi.

NASIONAL | 2 Desember 2021

BP Jamsostek dan KKP Serahkan Santunan untuk ABK KM Hentri I

Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono dan Direktur Utama BP Jamsostek Anggoro Eko Cahyo menyerahka santunan mencapai Rp 1,99 Miliar kepada 21 KM Hentri I.

NASIONAL | 2 Desember 2021

Fermented Mother Liquor, Nutrisi Pakan Ternak Alternatif

Fermented Mother Liquor (FML) merupakan cairan yang berasal dari hasil pengolahan produk samping dari proses produksi Monosodium Glutamat (MSG).

NASIONAL | 1 Desember 2021

Inovasi Sejumlah Pemkot Bangun Smart City

Berbagai daerah terus berupaya menata menuju kota cerdas atau smart city untuk mewujudkan pelayanan publik yang efektif dan efisien. 

NASIONAL | 1 Desember 2021


TAG POPULER

# Reshuffle Kabinet


# Vaksin Sinovac


# Reuni 212


# BWF World Tour


# Sri Mulyani



TERKINI
Infrastruktur Transportasi Destinasi Superprioritas Dikebut

Infrastruktur Transportasi Destinasi Superprioritas Dikebut

EKONOMI | 2 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings