Logo BeritaSatu

Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Kembali Dilaporkan Novel Baswedan ke Dewas

Kamis, 21 Oktober 2021 | 21:53 WIB
Oleh : Fana F Suparman / FFS

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Lili Pintauli Siregar kembali dilaporkan ke Dewan Pengawas (Dewas) KPK. Kali ini, Lili dilaporkan mantan penyidik KPK Novel Baswedan dan Rizka Anungnata atas dugaan berkomunikasi dengan calon Bupati Labuhanbatu Utara (Labura), Darno.

"Selanjutnya kami mempercayakan kepada Dewas Pengawas KPK untuk proses-proses selanjutnya demi kepentingan keberlangsungan dan keberlanjutan Komisi Pemberantasan Korupsi, integritas organisasi KPK, dan gerakan pemberantasan korupsi," tulis Novel dan Rizka, dikutip dari surat pengaduan dugaan pelanggaran etik Lili kepada Dewas KPK yang ditandatangani keduanya, Kamis (21/10/2021).

Dalam surat pengaduan itu, Novel dan Rizka mengungkapkan, sebagai tim penyidik perkara Labura yang menjerat mantan Bupati Labuhanbatu Utara Kharuddin Syah Sitorus, keduanya mendapat informasi adanya dugaan komunikasi antara Lili dengan Darno. Fakta ini telah disampaikan keduanya dalam persidangan etik dengan terlapor beberapa waktu lalu.

"Di mana dugaan perbuatan saudari LPS (Lili Pintauli Siregar) saat itu adalah berkomunikasi dengan salah satu kontestan Pilkada serentak Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) yaitu saudara Darno," tulis surat tersebut.

Dalam komunikasi tersebut, Darno diduga meminta kepada Lili agar mempercepat eksekusi mantan Bupati Labura Khairuddin Syah selaku tersangka dugaan suap pengurusan DAK sebelum Pilkada Serentak 2020 digelar. Permintaan itu bertujuan untuk menjatuhkan perolehan suara anak Kharuddin Syah, Hendri Yanto Sitorus, yang turut mencalonkan diri sebagai Bupati Labuhanbatu Utara.

Dugaan komunikasi antara Lili dan Darno tersebut disampaikan Khairuddin kepada Novel dan Rizka.

"Khairuddin Syah juga menyampaikan kepada pelapor bahwa dirinya memiliki bukti-bukti berupa foto-foto pertemuan antara terlapor dengan Saudara Darno dimaksud," demikian surat laporan itu.

Novel dan Rizka mengaku telah menyerahkan sejumlah bukti pendukung menyangkut dugaan pelanggaran etik Lili tersebut dan sudah diterima Sekretariat Dewas pada 12 Agustus 2021.

Namun, berdasarkan Putusan Dewas Nomor 5/Dewas/Etik/07/2021 tertanggal 30 Agustus 2021 terkait putusan etik Lili Pintauli Siregar, menurut Novel dan Rizka, dugaan pelanggaran etik Lili dalam perkara Labuhanbatu Utara tersebut tidak disinggung.

Putusan itu hanya menyinggung soal pelanggaran etik Lili dalam perkara Tanjungbalai. Padahal, dalam surat pelaporannya, Novel dan Rizka mengaku sudah memberikan keterangan klarifikasi tertulis yang menyatakan Lili diduga juga terlibat dalam pengurusan perkara Labuhanbatu Utara.

Atas hal itu, Novel dan Rizka memutuskan untuk melaporkan dugaan pelanggaran etik Lili dalam perkara Labuhanbatu Utara kepada Dewas KPK.

"Sehingga pelapor kemudian menyampaikan pengaduan ini kepada Dewas Pengawas," demikian surat pelaporan Novel dan Rizka.

Sebelumnya, Novel dan Rizka bersama mantan Direktur Pembinaan Jaringan Kerja Antar-Komisi dan Instansi Direktur Komisi Pemberantasan Korupsi (PJKAKI KPK) Sujanarko melaporkan Lili kepada Dewas KPK atas dugaan pelanggaran etik. Laporan ini terkait peran Lili dalam kasus dugaan suap penanganan perkara korupsi di Pemkot Tanjungbalai yang juga telah menjerat mantan penyidik KPK, Stepanus Robin Pattuju.

Setelah melalui proses persidangan, Dewas KPK memutuskan menjatuhkan sanksi berat terhadap Lili Pintauli berupa pemotongan gaji sebesar 40% selama 12 bulan atau satu tahun. Dewas menyatakan Lili terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pelanggaran kode etik dan pedoman perilaku yakni berkomunikasi dengan Wali Kota nonaktif Tanjungbalai, M Syahrial yang menjadi pihak berperkara di KPK.

Dewas menyatakan Lili terbukti menyalahgunakan pengaruh pimpinan KPK dan berhubungan langsung dengan Syahrial. Padahal, KPK sedang mengusut dugaan jual beli jabatan di lingkungan Pemkot Tanjungbalai.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Kapolri Instruksikan Usut Tuntas Bom Bunuh Diri Bandung

Kapolri Sigit menginstruksikan kepada seluruh jajaran kepolisian untuk mengusut tuntas peristiwa bom bunuh diri Bandung tersebut.

NEWS | 7 Desember 2022

KPK Tangkap Ra Latif dan 5 Pejabat Pemkab Bangkalan, Ini Daftarnya

KPK menangkap Bupati Bangkalan, AbduI Latif Amin Imron atau Ra Latif dan lima pejabat di Pemkab Bangkalan terkait kasus jual beli jabatan. 

NEWS | 7 Desember 2022

Bharada E Pastikan Ferdy Sambo Ikut Tembak Brigadir J

Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E menegaskan Ferdy Sambo ikut menembak Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

NEWS | 7 Desember 2022

Kapolri Sampaikan Dukacita kepada Korban Bom Bandung

Saat menjenguk korban bom Bandung di Rumah Sakit Immanuel, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan duka atas wafatnya Aipa Sofyan. 

NEWS | 7 Desember 2022

Ferdy Sambo Akui Tidak Jujur Saat Diperiksa Uji Kebohongan

Ferdy Sambo akui tidak jujur saat diperiksa poligraf atau alat uji kebohongan terkait kasus pembunuhan berencana Brigadir J. 

NEWS | 7 Desember 2022

Efek Bom Bandung, Pengamanan Pernikahan Kaesang Dipertebal

Pengamanan pernikahan Kaesang Pangarep dengan Erina Gudono akan dipertebal mengingat adanya peristiwa bom Bandung. 

NEWS | 7 Desember 2022

Percaya 1.000%, Ferdy Sambo Mengaku Putri Candrawathi Cinta Pertamanya

Ferdy Sambo mengaku Putri Candrawathi merupakan cinta pertamanya. Untuk itu, Sambo percaya 1.000% Putri Candrawathi dilecehkan oleh Brigadir J. 

NEWS | 7 Desember 2022

Ferdy Sambo Kukuh Tak Perintahkan Eliezer Tembak Brigadir J

Mantan Kadiv Propam, Ferdy Sambo kukuh mengeklaim tak perintahkan Richard Eliezer atau Bharada E untuk menembak Brigadir J.

NEWS | 7 Desember 2022

Pengadilan AS Tolak Gugatan ke Putra Mahkota Saudi atas Kematian Khashoggi

Pengadilan AS menolak kasus gugatan ke Putra Mahkota Saudi (Arab Saudi), Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) atas kasus kematian wartawan.

NEWS | 7 Desember 2022

Jenguk Korban Bom Bandung, Mahfud MD: Jaringan Teroris Masih Ada

Mahfud MD menyatakan, bom Bandung menunjukkan jaringan teroris masih ada. Agus Sujatno, pelaku bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar merupakan residivis.

NEWS | 7 Desember 2022


TAG POPULER

# Bom Bandung


# Ferdy Sambo


# Gempa Cianjur


# Pernikahan Kaesang


# KKB Tembak Mati


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Kapolri Instruksikan Usut Tuntas Bom Bunuh Diri Bandung

Kapolri Instruksikan Usut Tuntas Bom Bunuh Diri Bandung

NEWS | 4 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE