Kasus Dugaan Korupsi Perum Perindo, Kejagung Tetapkan 3 Tersangka
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kasus Dugaan Korupsi Perum Perindo, Kejagung Tetapkan 3 Tersangka

Kamis, 21 Oktober 2021 | 22:55 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung), menetapkan tiga orang tersangka perkara dugaan korupsi pada Perusahaan Umum Perikanan Indonesia (Perum Perindo) tahun 2016-2019. Ketiganya langsung dilakukan penahanan untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak, mengatakan awalnya Kejagung memanggil tujuh orang saksi terkait kasus dugaan korupsi itu. Namun, hanya empat orang yang memenuhi panggilan dan tiga di antaranya ditetapkan sebagai tersangka.

"Tiga diantaranya ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara tindak pidana korupsi pada Perum Perindo tahun 2016-2019," ujar Leonard, Kamis (21/10/2021).

Dikatakan Leonard, ketiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka berinisial NMB, LS dan WP. NMB selaku Direktur PT Prima Pangan Madani ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: Print-35/F.2/Fd.2/10/2021, tanggal 21 Oktober 2021 dan Surat Penetapan Tersangka Nomor: TAP-31/F.2/Fd.2/10/2021, tanggal 21 Oktober 2021; kemudian LS sebagai Direktur PT Kemilau Bintang Timur berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: Print-34/F.2/Fd.2/10/2021, tanggal 21 Oktober 2021 dan Surat Penetapan Tersangka Nomor: TAP-30/F.2/Fd.2/10/2021, tanggal 21 Oktober 2021.

"WP selaku karyawan BUMN/mantan Vice President Perdagangan, Penangkapan dan Pengelolaan Perum Perindo ditetapkan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: Print-25/F.2/Fd.2/08/2021 tanggal 02 Agustus 2021 dan Surat Penetapan Tersangka Nomor: TAP-29/F.2/Fd.2/10/2021 tanggal 21 Oktober 2021," ungkapnya.

Leonard menyampaikan, guna mempercepat penyidikan ketiga tersangka dilakukan penahanan. Tersangka NMB dan LS ditahan selama 20 hari ke depan, sejak 21 Oktober sampai dengan 9 November 2021, di Rutan Salemba cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Keduanya ditahan berdasarkan Surat Perintah Penahanan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: Print-23 dan Print-24/F.2/Fd.2/10/2021, tanggal 21 Oktober 2021.

"Tersangka WP dilakukan penahanan sesuai Surat Perintah Penahanan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: Print-25/F.2/Fd.2/10/2021, tanggal 21 Oktober 2021, selama 20 hari, terhitung sejak 21 Oktober sampai dengan 9 November 2021, di Rumah Tahanan Negara Salemba cabang Kejaksaan Agung," katanya.

Menurut Leonard, perkara dugaan korupsi ini bermula ketika Perum Perindo yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan didirikan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2013, hendak meningkatkan pendapatan perusahaan, pada tahun 2017. Ketika Direktur Utama Perindo dijabat oleh SJ, Perum Perindo menerbitkan Surat Hutang Jangka Menengah atau Medium Term Notes (MTN) dan mendapatkan dana sebesar Rp 200 miliar yang terdiri dari Sertifikat Jumbo MTN Perum Perikanan Indonesia Tahun 2017 – Seri A dan Sertifikat Jumbo MTN Perum Perikanan Indonesia Tahun 2017 – Seri B.

"Tujuan MTN tersebut digunakan untuk pembiayaan di bidang perikanan tangkap. Namun faktanya dana MTN Seri A dan seri B tidak digunakan sesuai dengan peruntukkan sebagaimana prospek atau tujuan penerbitan. MTN seri A dan seri B sebagian besar digunakan untuk bisnis perdagangan ikan yang dikelola oleh Divisi Penangkapan, Perdagangan dan Pengolahan Ikan atau Strategy Bussines Unit (SBU) Fish Trade and Processing (FTP) yang dipimpin oleh tersangka WP," jelasnya.

Leonard melanjutkan, pada Desember 2017, Direktur Utama Perindo berganti kepada RS yang sebelumnya merupakan Direktur Operasional Perum Perindo. Kemudian, RS mengadakan rapat dan pertemuan dengan Divisi Penangkapan, Perdagangan dan Pengolahan (P3) Ikan atau Strategy Bussines Unit Fish Trade and Processing yang diikuti juga oleh saksi IP sebagai Advisor Divisi P3 untuk membahas pengembangan bisnis Perum Perindo menggunakan dana MTN seri A dan seri B, kredit Bank BTN Syariah dan kredit Bank BNI.

Diketahui, saksi IP yang juga diminta hadir untuk menjalani pemeriksaan, meninggal dunia ketika hendak dimintai keterangan di ruang pemeriksaan Kejagung, hari ini.

Menurut Leonard, ada beberapa perusahaan dan perseorangan yang diduga direkomendasikan oleh IP kepada Perindo untuk dijalankan kerja sama perdagangan ikan yaitu, PT Global Prima Santosa, PT Kemilau Bintang Timur dan lainnya.

"Selain beberapa pihak yang dibawa oleh IP, juga terdapat beberapa pihak lain yang kemudian menjalin kerja sama dengan Perindo untuk bisnis perdagangan ikan antara lain: PT Etmico Makmur Abadi, PT SIG Asia, CV Ken Jaya Perkara, CV Tuna Kieraha Utama, PT Prima Pangan Madani, PT Lestari Sukses Makmur, dan PT Tri Dharma Perkasa. Metode yang digunakan dalam bisnis perdagangan ikan tersebut adalah metode jual beli ikan putus. Dalam penunjukan mitra bisnis perdagangan ikan tersebut di atas, Perindo melalui Divisi P3/SBU FTP tidak ada melakukan analisa usaha, rencana keuangan dan proyeksi pengembangan usaha," jelasnya.

Selain dari itu, kata Leonard, dalam melaksanakan bisnis perdagangan ikan tersebut, beberapa pihak tidak dibuatkan perjanjian kerja sama, tidak ada berita acara serah terima barang, tidak ada laporan jual beli ikan, dan tidak ada dari pihak Perindo yang ditempatkan dalam penyerahan ikan dari supplier kepada mitra bisnis Perum Perindo.

"Akibat penyimpangan dalam metode penunjukan mitra bisnis perdagangan ikan oleh Perum Perindo, menimbulkan verifikasi syarat pencairan dana bisnis yang tidak benar dan menimbulkan transaksi-transaksi fiktif yang dilakukan oleh mitra bisnis perdagangan ikan Perum Perindo. Kemudian transaksi-transaksi fiktif tersebut menjadi tunggakan pembayaran mitra bisnis perdagangan ikan kepada Perum Perindo kurang lebih sebesar Rp 149 miliar," katanya.

Leonard menegaskan, proses penyidikan masih difokuskan kepada SBU Perdagangan Ikan. Sementara, untuk SBU penangkapan dan SBU aquacultur penentuan perbuatan melawan hukum serta penentuan pertanggungjawaban hukum dilakukan seiring dengan penyidikan lanjutan.

"Sebelum dilakukan penahanan tersangka NMB, tersangka LS, dan tersangka WP telah dilakukan pemeriksaan kesehatan dan swab antigen dengan hasil dinyatakan sehat dan negatif Covid-19," tandasnya.

Para tersangka dijerat Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU 20/2001 tentang Perubahan Atas UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Pembatasan Mudik Nataru, 4 Ruas Tol Terapkan Ganjil Genap

Pemerintah berencana menerapkan sistem ganjil genap untuk mobil pribadi di jalan tol selama periode Nataru mulai 20 Desember 2021-2 Januari 2022.

NASIONAL | 1 Desember 2021

Maju Pilpres 2024, Ridwan Kamil Tak Bisa Tentukan Pasangan

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil siap mengikuti kontestasi Pilres 2024.

NASIONAL | 1 Desember 2021

Ditunda, Pembacaan Dakwaan Kasus Dugaan Terorisme Munarman

Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur menunda agenda pembacaan dakwaan kasus dugaan tindak pidana terorisme dengan terdakwa Munarman.

NASIONAL | 1 Desember 2021

Wiku Ingatkan Masyarakat Masuk Arab Saudi Harus Patuh Prokes

Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan warga Indonesia yang masuk ke Arab Saudi termasuk jemaah umrah harus tetap menjaga prokes .

NASIONAL | 1 Desember 2021

Kuasa Hukum Ingin Sidang Munarman Digelar secara Tatap Muka

Kuasa hukum dari terdakwa eks Sekretaris FPI Munarman, Sugito Atmo Prawiro berharap sidang kliennya dapat dilaksanakan secara offline atau tatap muka.

NASIONAL | 1 Desember 2021

Gesekan Antara Oknum Polri-TNI Disesalkan

Selama satu pekan terakhir setidaknya sudah ada tiga peristiwa gesekan antara oknum anggota Polri dan TNI.

NASIONAL | 1 Desember 2021

Universitas Bakrie Kembali Gelar Metamasa

Metamasa kali ini mengusung tema Education for Future sebagai bentuk motivasi untuk generasi muda yang masih terus berjuang untuk pendidikan.

NASIONAL | 1 Desember 2021

Dubes Norwegia: Dunia Tengah Menghadapi Krisis Sampah

Duta Besar Norwegia untuk Indonesia, Rut Kruger mengatakan, selain krisis iklim dan pandemi Covid-19, dunia juga tengah menghadapi krisis sampah.

NASIONAL | 1 Desember 2021

Pemerintah Konsisten Tambah Stok Vaksin untuk Masyarakat

Indonesia kedatangan vaksin dalam tahap ke-138 sebanyak 1.712.300 dosis vaksin AstraZeneca.

NASIONAL | 1 Desember 2021

Kolaborasi Kunci Percepatan Pelepasan Kawasan Hutan di Kotim

Terkait kawasan dan nonkawasan di Kotawaringin Timur, khususnya di Kalteng secara umum, memang ada tantangan tersendiri.

NASIONAL | 1 Desember 2021


TAG POPULER

# Aturan Perjalanan Dalam Negeri


# Fadel Muhammad


# Umrah


# Reuni 212


# Omicron



TERKINI
Pemkot Tangerang Larang Pesta Malam Tahun Baru

Pemkot Tangerang Larang Pesta Malam Tahun Baru

MEGAPOLITAN | 4 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings