BNN Wakili Asia Pasifik Jadi Panelis di Pertemuan Internasional
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

BNN Wakili Asia Pasifik Jadi Panelis di Pertemuan Internasional

Jumat, 22 Oktober 2021 | 23:33 WIB
Oleh : Fana F Suparman / FFS

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) terpilih mewakili kawasan Asia Pasifik untuk menjadi panelis dalam pertemuan internasional yang digelar Commission on Narcotic Drugs (CND). BNN menjadi panelis pada dua dari tiga isu tematik dalam Thematic Sessions on the Implementation of all International Drug Policy Commitments yang digelar pada 19 Oktober sampai dengan 21 Oktober 2021.

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari The Ministerial Declaration 2019 yang diadopsi pada pertemuan CND ke-62 terkait penguatan aksi di level nasional, regional dan internasional guna percepatan implementasi komitmen bersama dalam mengatasi dan melawan masalah narkotika di dunia. Pertemuan ini diikuti sebanyak 53 negara anggota CND yang terdiri dari negara-negara observer, berbagai oganisasi internasional dan NGO.

BNN sebagai perwakilan pemerintah Indonesia mengikuti pertemuan tersebut secara daring dari Hotel Aston Lake, Sentul, Bogor didampingi perwakilan dari Kementerian Luar Negeri.

Deputi bidang Hukum dan Kerja Sama BNN, Puji Sarwono menyampaikan pada Thematic Sessions CND kali ini terdapat tiga tema yang dibahas. Hari pertama CND Thematic Sessions membahas mengenai "Increasing Links Between Drug Trafficking, Corruption and Other Forms of Organized Crime, Including Trafficking in Persons, Trafficking in Firearms, Cybercrime and Money-Laundering and, in some cases, Terrorism, Including Money-Laundering in Connection with The Financing of Terrorism, are Observed".

Selanjutnya pada hari kedua, tema yang diangkat adalah "The Value of Confiscated Proceeds of Crime Related to Money Laundering Arising from Drug Trafficking at The Global Level Remains Low", sedangkan tema pada hari ketiga yaitu "The criminal misuse of information and communications technologies for illicit drug-related activities is increasing".

"Indonesia terpilih untuk menjadi panelis pada isu tematik dua dan isu tematik tiga mewakili Asia Pasifik," kata Puji Sarwono seperti dikutip dari Instagram BNN.

Puji Sarwono menyampaikan pada tematik tiga, Indonesia terpilih menjadi panelis mewakili regional Asia Pasifik setelah bersaing dengan calon panelis dari negara Jepang. Hal ini semakin menunjukkan peran Indonesia di tingkat internasional dalam penanganan permasalahan narkotika. Selain itu, Indonesia juga semakin menegaskan kesungguhannya untuk layak dipilih menjadi anggota CND untuk periode 2024-2027.

Dikutip dari situs bnn.go.id, pada sesi tematik “The Value of Confiscated Proceeds of Crime Related to Money-Laundering Arising From Drug Trafficking at The Global Level Remains Low” yang digelar pada Rabu (20/10/2021), Direktur Kerjasama BNN Achmad Djatmiko dan Kasubdit Penyelidikan dan Penyidikan Direktorat Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Mohamad Nasrun menyampaikan kasus narkotika yang terjadi di Indonesia, langkah strategis BNN, dan kendala yang menjadi tantangan ke depan. Salah satu masalah utama yang saat ini terjadi di Indonesia dan cukup menyita perhatian adalah masalah hoax, korupsi, terorisme, dan perdagangan narkoba, termasuk di dalamnya pencucian uang.

Indonesia saat ini sedang berada dalam kondisi darurat narkoba dan kejahatan tersebut memiliki korelasi yang erat dengan TPPU. Berdasarkan data kasus TPPU yang diungkap, BNN pada tahun 2019 telah menyita aset TPPU dari kasus narkotika senilai Rp 180 miliar, kemudian tahun 2020 sebesar Rp 87,5 dan tahun 2021 sampai dengan bulan September telah disita sebanyak Rp 33,3 miliar.

Adapun metode yang banyak digunakan dalam TPPU kasus narkotika antara lain dengan memanfaatkan akun orang lain, menggunakan jasa penukaran uang atau bisnis pengiriman uang, maupun dengan pengangkutan uang tunai ke luar negeri.

Dalam rangka langkah antisiptif, BNN telah melakukan kerjasama dengan PPATK dan Kemenkumham khususnya dalam hal mutual legal assistance (MLA).

Adanya pandemi Covid-19 telah meningkatkan tantangan Indonesia dalam memerangi kasus tindak pidana pencucian uang terkait perdagangan gelap narkoba. Adanya pembatasan kegiatan masyarakat menghambat alur pendataan serta pergerakan dalam melakukan penyidikan serta adanya kendala lain yang ditemui aparat penegak hukum dalam melakukan pendeteksian, pelacakan, penyitaan, maupun pembekuan aset terkait TPPU hasil tindak pidana narkotika.

Sementara pada sesi tematik "The criminal misuse of information and communications technologies for illicit drug-related activities is increasing" yang digelar pada Kamis (21/10/2021), Kepala Pusat Penelitian Data dan Informasi (Kapuslitdatin) BNN Agus Irianto, membeberkan, peredaran gelap narkotika lintas negara telah berkembang pesat dengan memanfatkan kemajuan teknologi informasi dalam melakukan distribusi serta melindungi diri dari operasi penyelidikan yang dilakukan oleh aparat penegak hukum.

Dijelaskan metode penjualan narkotika secara online dilakukan melalui platform media sosial, messenger services, darknet marketplace, maupun clearnet platforms seperti website, blog, atau forum.

“Beberapa kasus di Indonesia menunjukan sosial media seperti Facebook dan Instagram digunakan dalam perdagangan narkotika dengan cara pemesanan melalui chat yang terenkripsi dan pengiriman melalui pos atau layanan kurir pengantar,” tegas Agus Irianto.

Dipaparkan, saat ini sebanyak 5,22 miliar orang atau setara dengan 66,6% populasi dunia menggunakan telepon seluler. Sementara itu sebanyak 59,5% atau setara dengan 4,66 miliar merupakan pengguna internet dan 4,2 miliar adalah pengguna sosial media aktif.

Melihat tingginya angka tersebut dan diyakini akan terus meningkat, dibutuhkan upaya serius untuk mengatasi ancaman kejahatan di dunia maya, khususnya terkait dengan peredaran gelap narkotika. Kerja sama para pemangku kepentingan menjadi sangat penting. Khususnya kerja sama yang berkesinambungan antara BNN sebagai leading sektor dalam penanganan narkotika dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika, Badan Siber dan Sandi Negara dan Direktorat Siber Bareskrim Polri.

“Bukti menunjukan salah satu pendekatan yang dilakukan oleh jaringan pengedar narkotika yaitu dengan mengubah rute perdagangan, modus operandi yang digunakan, mencari cara untuk mengurangi resiko dan memaksimalkan keuntungan,” kata Agus.

Kecanggihan teknologi informasi saat ini digunakan jaringan peredaran gelap narkotika untuk melakukan serangan balik. Mereka memanfaatkan kecanggihan digital untuk menyerang kegiatan intelijen lembaga penegak hukum.

Pada pertemuan internasional tersebut, Agus menegaskan pentingnya pengaturan terkait narkotika dalam perangkat hukum yang mengatur tentang kejahatan dunia maya.

“Tidak adanya ketentuan terkait narkoba dalam undang-undang tentang kejahatan siber harus menjadi perhatian. Tantangan penegakan hukum tersebut harus dapat dipenuhi, harus ada program aksi di tingkat nasional dan internasional dalam melawan kejahatan siber yang tujuannya adalah mencegah tingginya peredaran gelap narkotika di dunia maya,” tegasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Pembatasan Mudik Nataru, 4 Ruas Tol Terapkan Ganjil Genap

Pemerintah berencana menerapkan sistem ganjil genap untuk mobil pribadi di jalan tol selama periode Nataru mulai 20 Desember 2021-2 Januari 2022.

NASIONAL | 1 Desember 2021

Maju Pilpres 2024, Ridwan Kamil Tak Bisa Tentukan Pasangan

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil siap mengikuti kontestasi Pilres 2024.

NASIONAL | 1 Desember 2021

Ditunda, Pembacaan Dakwaan Kasus Dugaan Terorisme Munarman

Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur menunda agenda pembacaan dakwaan kasus dugaan tindak pidana terorisme dengan terdakwa Munarman.

NASIONAL | 1 Desember 2021

Wiku Ingatkan Masyarakat Masuk Arab Saudi Harus Patuh Prokes

Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan warga Indonesia yang masuk ke Arab Saudi termasuk jemaah umrah harus tetap menjaga prokes .

NASIONAL | 1 Desember 2021

Kuasa Hukum Ingin Sidang Munarman Digelar secara Tatap Muka

Kuasa hukum dari terdakwa eks Sekretaris FPI Munarman, Sugito Atmo Prawiro berharap sidang kliennya dapat dilaksanakan secara offline atau tatap muka.

NASIONAL | 1 Desember 2021

Gesekan Antara Oknum Polri-TNI Disesalkan

Selama satu pekan terakhir setidaknya sudah ada tiga peristiwa gesekan antara oknum anggota Polri dan TNI.

NASIONAL | 1 Desember 2021

Universitas Bakrie Kembali Gelar Metamasa

Metamasa kali ini mengusung tema Education for Future sebagai bentuk motivasi untuk generasi muda yang masih terus berjuang untuk pendidikan.

NASIONAL | 1 Desember 2021

Dubes Norwegia: Dunia Tengah Menghadapi Krisis Sampah

Duta Besar Norwegia untuk Indonesia, Rut Kruger mengatakan, selain krisis iklim dan pandemi Covid-19, dunia juga tengah menghadapi krisis sampah.

NASIONAL | 1 Desember 2021

Pemerintah Konsisten Tambah Stok Vaksin untuk Masyarakat

Indonesia kedatangan vaksin dalam tahap ke-138 sebanyak 1.712.300 dosis vaksin AstraZeneca.

NASIONAL | 1 Desember 2021

Kolaborasi Kunci Percepatan Pelepasan Kawasan Hutan di Kotim

Terkait kawasan dan nonkawasan di Kotawaringin Timur, khususnya di Kalteng secara umum, memang ada tantangan tersendiri.

NASIONAL | 1 Desember 2021


TAG POPULER

# Aturan Perjalanan Dalam Negeri


# Fadel Muhammad


# Umrah


# Reuni 212


# Omicron



TERKINI
BPS: Inflasi Tinggi Tanda Perbaikan Ekonomi

BPS: Inflasi Tinggi Tanda Perbaikan Ekonomi

EKONOMI | 4 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings