Sambut Sumpah Pemuda, Satupena Terbitkan Kembali 100 Buku yang Mewarnai Sejarah Indonesia
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Sambut Sumpah Pemuda, Satupena Terbitkan Kembali 100 Buku yang Mewarnai Sejarah Indonesia

Minggu, 24 Oktober 2021 | 12:11 WIB
Oleh : Rully Satriadi / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Menyambut Sumpah Pemuda 28 Oktober 2021, Perkumpulan Penulis Satupena memilih 100 buku yang mewarnai sejarah dan budaya Indonesia sejak era kolonial untuk diterbitkan kembali.

‘Persatuan Penulis Indonesia Satupena mengambil inisiatif agar buku penting itu kembali bisa diakses publik,” ujar Ketua umum Satupena Denny JA dalam keterangan yang diterima Beritasatu.com, Minggu (24/10/2021).

Denny mengatakan ada dua hal yang dilakukan. Pertama, memilih 100 judul buku melalui kriteria, survei, dan penilaian para ahli. Kedua, berupaya menerbitkan kembali 100 buku itu dalam bentuk print on demand.

Dijelaskan 100 buku itu dipilih oleh forum penulis. Sebuah pertanyaan terbuka sudah diedarkan sejak akhir Agustus 2021 hingga pertengahan September 2021 kepada empat grup WA yang masing beranggotakan 100-250 penulis.

Dari undangan melalui grup WA penulis itu terkumpul 42 judul buku non-fiksi dan 73 buku fiksi. Total terkumpul 115 judul buku.

Kemudian Satupena membentuk tim ahli untuk menyempurnakan pilihan forum itu, masing-masing dua orang. Untuk non-fiksi diketuai Azyumardi Azra dan Manuel Kaisiepo. Sedangkan untuk fiksi oleh Nia Samsihono dan Suminto A Sayuti.

Selanjutnya sesuai usulan yang masuk, pilihan dipadatkan dan diperkaya menjadi 100 judul buku saja. Tim selektor juga diberikan wewenang mengusulkan buku lain, termasuk menambah, mengurangi dari daftar itu agar lebih mendekati kriteria.

Sementara kritreria buku yang dipilih dalam daftar harus memenuhi syarat antara lain buku itu dibaca luas di eranya. Buku itu menciptakan genre baru, cara penulisan baru, perspektif baru, yang diikuti banyak buku setelahnya. Buku itu menyampaikan pesan atau pendekatan yang penting, dan diupayakan satu tokoh atau satu penulis diambil satu judul buku saja, kecuali yang sangat fenomenal.

Beberapa judul buku yang terpilih dalam daftar 100 buku itu di antaranya, “Di bawah Bendera Revolusi” karangan Bung Karno (1959). “Renungan Indonesia” karangan Sutan Sjahrir (1947), “Demokrasi Kita” oleh Bung Hatta (1963), “Habis Gelap Terbitlah Terang” oleh RA Kartini (1922).

Selanjutnya “Siti Nurbaya” oleh Marah Rusli menulis (1922), “Layar Terkembang” karya Takdir Alisjahbana (1936), “Azab dan Sengsara” karya Merari Siregar (1920), dan “Perburuan” oleh Pramudya Ananta Toer (1950).

Denny mengatakan buku fiksi dan non fiksi itu sudah sangat sulit dijumpai, dan sangat mungkin susah dibaca di era ini, karena berbedanya ejaan dan tata bahasa.

Sehingga penting kembali menghadirkan buku-buku yang berpengaruh dalam sejarah dan budaya Indonesia itu, diedit kembali sesuai tata bahasa masa kini.

“Buku itu disediakan dalam print on demand, dapat dicetak oleh siapa pun yang memesan,” ujar Denny.

Dari daftar 100 buku itu, buku paling tua tahun 1920 berjudul “Azab dan Sengsara” karya Merari Siregar, dan yang paling baru tahun 2012 “Atas Nama Cinta” karya Denny JA yang melahirkan genre puisi esai.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Inmendagri PPKM Luar Jawa-Bali Diterbitkan, Berlaku Hari Ini

Mendagri menyampaikan instruksi tentang wilayah-wilayah kabupaten kota yang ditetapkan berlevel 3, 2 ataupun 1.

NASIONAL | 7 Desember 2021

Semeru Kembali Luncurkan Awan Panas Guguran

Semeru pada Selasa pukul 00.00-06.00 WIB tercatat mengeluarkan awan panas guguran dan embusan dengan status gunung pada level II atau waspada.

NASIONAL | 7 Desember 2021

Siskaeee Dinilai Kena Kutukan dari Nyi Ageng Serang

Tertangkapnya Siskaeee oleh Ditreskrimsus Polda DIY diyakini tidak lepas dari kutukan pahlawan Kulon Progo.

NASIONAL | 7 Desember 2021

Akademisi Sebut Penetapan Teroris ke KKB Sudah Tepat

Pemerintah mengkategorikan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua sebagai organisasi teroris.

NASIONAL | 7 Desember 2021

Perwira Polri di NTB Selamatkan Ibu Hamil dari Banjir

Perwira Polri di NTB selamatkan ibu hamil dan anak balita.

NASIONAL | 7 Desember 2021

Bali, Banten, dan DKI Jakarta Berpotensi Alami Cuaca Ekstrem

BMKG memberikan peringatan dini akan cuaca ekstrem yang terjadi di 25 wilayah Tanah Air, di antaranya Bali, Banten, dan DKI Jakarta.

NASIONAL | 7 Desember 2021

Keramba Jaring Apung di Danau Toba Berefek Ganda Ekonomi

Budidaya ikan dengan sistem Keramba Jaring Apung (KJA) telah memberi efek ganda ekonomi di Danau Toba, Sumatera Utara.

NASIONAL | 7 Desember 2021

Jokowi Tinjau Daerah Terdampak Erupsi Gunung Semeru

Jokowi akan melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Lumajang dengan menggunakan helikopter Super Puma TNI AU.

NASIONAL | 7 Desember 2021

5 Terdakwa Korupsi Asabri Dituntut 10 hingga 15 Tahun

Jaksa penuntut Kejagung menuntut lima terdakwa perkara dugaan korupsi PT Asabri untuk dihukum antara 10 hingga 15 tahun penjara. 

NASIONAL | 7 Desember 2021

Komjak Beri Atensi Kasus Korban Penganiayaan Jadi Terdakwa

Ketua Komjak, Barita Simanjuntak mengatakan pihaknya akan memeriksa jaksa yang menetapkan WW, seorang korban kasus dugaan penganiayaan yang menjadi terdakwa.

NASIONAL | 7 Desember 2021


TAG POPULER

# Gelombang Ketiga Covid-19


# Investor Milenial


# Darmawan Prasodjo


# Houston Rockets


# Massindo Group



TERKINI
WHO: Jangan Gunakan Plasma Konvalesen untuk Pasien Covid-19

WHO: Jangan Gunakan Plasma Konvalesen untuk Pasien Covid-19

KESEHATAN | 7 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings