Kishore Mahbubani Dorong Indonesia Aplikasikan Musyawarah Mufakat sebagai Presidensi G-20
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kishore Mahbubani Dorong Indonesia Aplikasikan Musyawarah Mufakat sebagai Presidensi G-20

Rabu, 27 Oktober 2021 | 17:18 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho / FFS

Jakarta, Beritasatu.com - Akademisi dari Singapura, Profesor Kishore Mahbubani meyakini Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan mampu membawa perubahan baik dalam peran Presidensi G20. Khisore mengusulkan Indonesia membawa prinsip musyawarah dan mufakat yang termaktub dalam pelaksanaan demokrasi Pancasila untuk diaplikasikan di G20.

Semua poin pemikiran itu disampaikan oleh Kishore dalam kuliah umum Golkar Institute bertema “Kepemimpinan Indonesia dalam G20: Tantangan Pascapandemi dan Harapan Negara Berkembang”, Rabu (27/10/2021).

Kishore mengatakan Presiden Jokowi merupakan presiden dengan elektabilitas terkuat di dunia yang mampu mempertahankan demokrasi dengan baik di negara sebesar Indonesia.

“Jika kita lihat bagaimana negara-negara di dunia kesulitan, seperti Amerika Serikat dan Brasil, dalam mempertahankan demokrasinya, maka tidak demikian dengan Indonesia,” kata Kishore.

Akademisi yang tenar dengan menyatakan Jokowi sebagai presiden jenius itu meyakini Indonesia merupakan negara yang bisa membawa G20 ke level yang lebih tinggi.

“Sebab saya tahu, Indonesia mempunyai budaya musyawarah mufakat yang dibutuhkan G20,” ungkap Kishore.

Lebih lanjut Kishore menyebut G20 adalah salah satu badan yang penting di dunia dan ada peran yang bisa dimainkan Indonesia ketika menjadi Presidensi G20.

Kishore mengakui pada awalnya G20 dibentuk terkait kerjasama membahas ekonomi, dan akan ada satu sistem ekonomi yang terbentuk. Namun pada kenyataannya, tidak ada formula khusus dalam memilih negara anggota. Jika anggota G20 dipilih berdasarkan kekuatan ekonomi, maka harus ada kalkulasi tentang Gross National Product (GNP).

Tapi G20 adalah badan yang sangat penting di dunia saat ini. Sebab kita bisa membayangkan hubungan antar manusia dengan manusia sekarang sudah tidak ada lagi sekat perbedaan. Tidak ada lagi manusia dalam perahu yang berbeda.

“Maka negara-negara harus bekerjasama lewat institusi global seperti G20,” ungkapnya.

Dalam kuliah umum ini, Kishore menuturkan sejarah awalnya G20 dibentuk Amerika Serikat setelah krisis finansial tahun 2008. Kemudian Inggris mengajak sejumlah negara untuk bekerjasama dan bangkit dari krisis tersebut.

Setelah London Meeting itu berhasil, maka ekspektasinya meluas bahwa G20 dapat menyelesaiakan masalah global lainnya.

Ada pertanyaan, mengapa tahun lalu saat pandemi mulai merebak G20 tidak mengajak negara-negara untuk bekerjasama dalam mengatasinya? Kenapa G20 tidak melakukan pertemuan?

“Ini terjadi karena ada konflik geopolitik antara Amerika dan Tiongkok, yakni dalam perang dagang. Perang antara Tiongkok dan Amerika ini bukan soal personel dari masing-masing presidennya, tapi terkait tekanan struktural,” jelasnya.

Kishore menyebut ada tiga hal dalam tekanan struktural yang dimaksud. Pertama terkait bangkitnya kekuatan ekonomi Tiongkok dan Amerika mencoba mencegah bangkitnya Tiongkok menjadi kekuatan global, hal ini wajar terjadi dalam geopolitik.

Kedua terkait perebutan pengaruh di Asia atau pear of the yellow peril.

Ketiga adalah terkait konsensus bipartisan dari Amerika Serikat untuk kerjasama global. Amerika Serikat kecewa Tiongkok tidak menjadi negara demokrasi.

Kishore menegaskan Indonesia perlu membawa budaya musyawarah mufakat yang menjadi ciri khasnya dan mengajak negara-negara untuk mencapai konsensus bersama.

“Jika kita bisa mendamaikan dua negara yang berseteru, maka itu menjadi pencapaian yang sangat besar. Seperti halnya saat Indonesia membawa isu musyawarah mufakat di ASEAN pada isu Malaysia dan Filipina,” kata Kishore.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Lagi, Prajurit TNI Gugur Ditembak KKB di Yahukimo, Papua

Prajurit satgas teritorial Koramil Persiapan Suru-suru, Kodim 1715/Yahukimo, Papua, tewas ditebak kelompok kriminal bersenjata atau KKB.

NASIONAL | 4 Desember 2021

Sahabat Ganjar Jaring Potensi Santri di Lombok

Kelompok relawan pendukung Ganjar Pranowo, Sahabat Ganjar mengadakan Lomba Tilawatil Quran untuk menjaring potensi santri di Lombok, Nusa Tenggar Barat. 

NASIONAL | 3 Desember 2021

Melalui IKK, LAN Dorong Pembuatan Kebijakan Berbasis Bukti

Lembaga Administrasi Negara (LAN) sebagai instansi Pembina Jabatan Fungsional Analis Kebijakan terus mendorong pembuatan kebijakan berbasis bukti

NASIONAL | 2 Desember 2021

YLAM dan MHU Gelar Vaksinasi Gotong Royong di Kukar  

Yayasan Life After Mine (YLAM) dan PT Multi Harapan Utama (MHU) memfasilitasi program vaksinasi gotong royong bagi 1.000 warga Kutai Kertanegara (Kukar).

NASIONAL | 3 Desember 2021

The Untold Story: Kopassus untuk Indonesia

Kisah tahun 1960-an ini termuat dalam buku “KOPASSUS UNTUK INDONESIA” – Profesionalisme Prajurit Kopassus.”

NASIONAL | 3 Desember 2021

Sumbara Boat Berikan Sensasi Wisata di Sungai Siak

Sumbara Boat menyajikan wisata memancing dan menyusuri Sungai Siak dengan pontoon boat

NASIONAL | 3 Desember 2021

Telkom Dukung Pemerintah Majukan Pariwisata

Telkom Indonesia mendukung penuh pemerintah dalam memajukan industri pariwisata Indonesia.

NASIONAL | 3 Desember 2021

Jokowi Sentil Polisi Sowan ke Ormas, Ini Kata Sekjen PDIP

Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto.menanggapi Pernyataan Presiden Jokowi yang menyentil kapolda dan kapolres yang kerap sowan ke ormas.

NASIONAL | 3 Desember 2021

Kemendes PDTT: Desa Bukan Ajang Pertarungan Elite

Dirjen PDP Kemendes PDTT Sugito mengatakan desa merupakan arena masyarakat untuk meraih kemuliaan, bukan ajang bertarung para elite meraih kekuasaan.

NASIONAL | 3 Desember 2021

Masa Khidmah Kiai Said Berakhir setelah Muktamar Ke-34 NU

Habib Salim al Jufri mengatakan, masa khidmah Kiai Said berakhir setelah Muktamar ke-34 NU

NASIONAL | 3 Desember 2021


TAG POPULER

# Kento Momota


# Prajurit Santri


# BWF World Tour


# Waskita Karya


# Omicron



TERKINI
Panglima TNI Ungkap Fakta 1.826 Prajurit Terinfeksi HIV/AIDS

Panglima TNI Ungkap Fakta 1.826 Prajurit Terinfeksi HIV/AIDS

ARCHIVE | 2 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings