Logo BeritaSatu

Kishore Mahbubani Dorong Indonesia Aplikasikan Musyawarah Mufakat sebagai Presidensi G-20

Rabu, 27 Oktober 2021 | 17:18 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho / FFS

Jakarta, Beritasatu.com - Akademisi dari Singapura, Profesor Kishore Mahbubani meyakini Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan mampu membawa perubahan baik dalam peran Presidensi G20. Khisore mengusulkan Indonesia membawa prinsip musyawarah dan mufakat yang termaktub dalam pelaksanaan demokrasi Pancasila untuk diaplikasikan di G20.

Semua poin pemikiran itu disampaikan oleh Kishore dalam kuliah umum Golkar Institute bertema “Kepemimpinan Indonesia dalam G20: Tantangan Pascapandemi dan Harapan Negara Berkembang”, Rabu (27/10/2021).

Kishore mengatakan Presiden Jokowi merupakan presiden dengan elektabilitas terkuat di dunia yang mampu mempertahankan demokrasi dengan baik di negara sebesar Indonesia.

“Jika kita lihat bagaimana negara-negara di dunia kesulitan, seperti Amerika Serikat dan Brasil, dalam mempertahankan demokrasinya, maka tidak demikian dengan Indonesia,” kata Kishore.

Akademisi yang tenar dengan menyatakan Jokowi sebagai presiden jenius itu meyakini Indonesia merupakan negara yang bisa membawa G20 ke level yang lebih tinggi.

“Sebab saya tahu, Indonesia mempunyai budaya musyawarah mufakat yang dibutuhkan G20,” ungkap Kishore.

Lebih lanjut Kishore menyebut G20 adalah salah satu badan yang penting di dunia dan ada peran yang bisa dimainkan Indonesia ketika menjadi Presidensi G20.

Kishore mengakui pada awalnya G20 dibentuk terkait kerjasama membahas ekonomi, dan akan ada satu sistem ekonomi yang terbentuk. Namun pada kenyataannya, tidak ada formula khusus dalam memilih negara anggota. Jika anggota G20 dipilih berdasarkan kekuatan ekonomi, maka harus ada kalkulasi tentang Gross National Product (GNP).

Tapi G20 adalah badan yang sangat penting di dunia saat ini. Sebab kita bisa membayangkan hubungan antar manusia dengan manusia sekarang sudah tidak ada lagi sekat perbedaan. Tidak ada lagi manusia dalam perahu yang berbeda.

“Maka negara-negara harus bekerjasama lewat institusi global seperti G20,” ungkapnya.

Dalam kuliah umum ini, Kishore menuturkan sejarah awalnya G20 dibentuk Amerika Serikat setelah krisis finansial tahun 2008. Kemudian Inggris mengajak sejumlah negara untuk bekerjasama dan bangkit dari krisis tersebut.

Setelah London Meeting itu berhasil, maka ekspektasinya meluas bahwa G20 dapat menyelesaiakan masalah global lainnya.

Ada pertanyaan, mengapa tahun lalu saat pandemi mulai merebak G20 tidak mengajak negara-negara untuk bekerjasama dalam mengatasinya? Kenapa G20 tidak melakukan pertemuan?

“Ini terjadi karena ada konflik geopolitik antara Amerika dan Tiongkok, yakni dalam perang dagang. Perang antara Tiongkok dan Amerika ini bukan soal personel dari masing-masing presidennya, tapi terkait tekanan struktural,” jelasnya.

Kishore menyebut ada tiga hal dalam tekanan struktural yang dimaksud. Pertama terkait bangkitnya kekuatan ekonomi Tiongkok dan Amerika mencoba mencegah bangkitnya Tiongkok menjadi kekuatan global, hal ini wajar terjadi dalam geopolitik.

Kedua terkait perebutan pengaruh di Asia atau pear of the yellow peril.

Ketiga adalah terkait konsensus bipartisan dari Amerika Serikat untuk kerjasama global. Amerika Serikat kecewa Tiongkok tidak menjadi negara demokrasi.

Kishore menegaskan Indonesia perlu membawa budaya musyawarah mufakat yang menjadi ciri khasnya dan mengajak negara-negara untuk mencapai konsensus bersama.

“Jika kita bisa mendamaikan dua negara yang berseteru, maka itu menjadi pencapaian yang sangat besar. Seperti halnya saat Indonesia membawa isu musyawarah mufakat di ASEAN pada isu Malaysia dan Filipina,” kata Kishore.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Tembakan Salvo Tandai Pemakaman Polisi Korban Tragedi Kanjuruhan

Polisi korban tragedi Kanjuruhan dimakamkan di Desa Sukosari, Trenggalek, Jawa Timur, Minggu, 2 Oktober 2022.

NEWS | 3 Oktober 2022

Peretas Jual Data Nomor Ponsel PM Inggris dan Pejabat Tinggi

Peretas menjual data rahasia nomor PM Inggris dan para pejabat tinggi lainnya. Situs web AS mencantumkan rincian kontak terbaru hampir semua menteri Inggris.

NEWS | 3 Oktober 2022

Rabu, Polri Limpahkan Tahap II Ferdy Sambo Dkk

Pelimpahan tahap II Ferdy Sambo dan kawan-kawan (dkk), tersangka tindak pidana pembunuhan Brigadir J dilaksanakan pada Rabu (5/10/2022).

NEWS | 3 Oktober 2022

Tiga Mahasiswa Tewas Tenggelam di Pantai Klui Lombok Utara

Sebanyak tiga mahasiswa tewas tenggelam di Pantai Klui, Dusun Kelui, Desa Malaka, Kabupaten Lombok Utara, NTB. Minggu (2/10/2022).

NEWS | 3 Oktober 2022

Musim Dingin di Eropa, Ilmuwan Peringatkan Cuaca Lebih Dingin

Ilmuwan memperingatkan perubahan cuaca yang lebih dingin dari biasanya saat musim dingin mendatang di Eropa

NEWS | 3 Oktober 2022

5 Tahun Dipimpin Anies, Dino Patti Djalal Sebut Jakarta Berkembang Pesat

Pendiri FPCI, Dino Patti Djalal menilai Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah membawa Jakarta berkembang pesat selama lima tahun belakangan.

NEWS | 3 Oktober 2022

Tragedi Kanjuruhan, Ridwan Kamil Dukung Kompetisi Sepak Bola Dihentikan

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mendukung agar kompetisi sepak bola dihentikan sementara imbas tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan orang. 

NEWS | 3 Oktober 2022

Relawan Perkenalkan Ganjar Pranowo Lewat Turnamen PUBG Mobile

Sahabat Ganjar memperkenalkan sosok Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kepada masyarakat di Kabupaten Belitung, Bangka Belitung melalui turnamen PUBG mobile.

NEWS | 2 Oktober 2022

Kasus Ferdy Sambo, Mahfud MD Sebut Divisi Propram Polri Akan Dirombak

Mahfud MD mengatakan pemerintah merekomendasikan perombakan secara terbatas Divisi Propam Polri buntut dari kasus Brigadir J yang menjerat Ferdy Sambo. 

NEWS | 2 Oktober 2022

Waspada, Gas Air Mata Bisa Berdampak Fatal

Dokter spesialis mata Eka Hospital Bekasi, Moh Arief Herdiawan meminta masyarakat agar mewaspadai gas air mata karena bisa berdampak fatal.

NEWS | 3 Oktober 2022


TAG POPULER

# Tragedi Kanjuruhan


# Lesti Kejora


# Pembantaian di Papua Barat


# Arema FC


# Raja Charles III


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
5 Tahun Dipimpin Anies, Dino Patti Djalal Sebut Jakarta Berkembang Pesat

5 Tahun Dipimpin Anies, Dino Patti Djalal Sebut Jakarta Berkembang Pesat

NEWS | 1 jam yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings