Logo BeritaSatu

Polri Waspadai Transaksi Crypto untuk Peredaran Narkoba

Rabu, 27 Oktober 2021 | 17:46 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Pandemi Covid-19 tidak menyurutkan peredaran narkoba di Indonesia, bahkan ada kecenderungan meningkat. Untuk itu, Polri meminta masyarakat mewaspadai peredaran narkoba yang kini memanfaatkan media sosial dan menggunakan transaksi cryptocurrency yang sudah dilacak.

Demikian benang merah pemikiran yang mengemuka dalam webinar bertajuk "Geliat Narkoba dalam Bayangan Corona", yang diselenggarakan Divisi Humas Polri, Rabu (27/10) siang.

Cryptocurrency atau sering orang menyebut singkat dengan crypto adalah sebuah mata uang digital atau virtual yang dijamin oleh cryptography.

Cryptography, atau yang diterjemahkan menjadi kriptografi dalam bahasa Indonesia, merupakan sebuah proses mengubah pesan untuk menyembunyikan maknanya. Dengan adanya cryptography, mata uang digital ini menjadi hampir tidak mungkin dipalsukan.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Prabowo Argo Yuwono dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Biro (Karo) Pusat Informasi dan Data (PID), Brigjen Pol M Hendra Suhartiyono, mengingatkan, keberlangsungan masa depan bangsa dapat terancam penyalahgunaan narkoba karena dapat merusak generasi bangsa sebagai penyambung perjuangan rakyat dan pimpinan di masa depan.

Menurut Argo, permasalahan narkoba di Indonesia bersifat urgent dan kompleks, karenanya tergolong dalam kejahatan luar biasa atau extra ordinary crime.

Ia menunjuk hasil temuan Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) yang mempublikasikan rekening jumbo milik sindikat narkoba sebesar Rp 120 triliun. Belum lagi ada penggagalan peredaran 1.120 kg narkoba jenis sabu.

"Pekan lalu sebanyak 1,32 ton narkoba jenis ganja berhasil diamankan oleh jajaran Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Metro Jaya, dengan estimasi nilai Rp 6,85 miliar," sambung Argo.

Serangkaian fakta itu, sambung Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono, tentu mengundang keprihatinan kita semua.

Argo mengutip Kapolri Jendral Pol Listyo Sigit Prabowo yang menyampaikan keprihatinannya di tengah situasi pandemi Covid-19 peredaran narkoba makin marak, seolah mencari lengah aparat penegak hukum.

Senada dengan Argo, Kombes Pol I Ketut Arta dari Dirtipid Narkoba Bareskrim Polri menambahkan, pandemi Covid-19 tidak berdampak terhadap penurunan kasus penyalahgunaan narkoba.

Bahkan penyitaan yang dilakukan Polri untuk barang bukti narkoba jenis sabu terjadi peningkatan penyitaan yang sangat signifikan. "Tahun 2019 ada 43.957 kasus dengan 52.222 tersangka. Tahun 2020 ada 44.398 kasus dengan 57.459 tersangka," terang Artha.

Ia juga mengungkapkan, sedikitnya 40-50 setiap hari atau 15.000 orang per tahun meninggal karena jadi korban penyalahgunaan narkoba.

Ke depan, menurut Kombes Pol I Ketut Artha perlu diwaspadai ancaman kejahatan cyber, yaitu peredaran narkoba melalui medsos dan website, peredaran narkoba melalui jaringan internet tersembunyi yang sangat sulit dilacak dan transaksi menggunakan cryptocurrency melalui internet yang tidak mudah dilacak, dan identitas tersembunyi.

Selain itu, lanjut Artha, perlu antisipasi untuk penyalahgunaan narkoba jenis baru, penggunaan situs-situs dan web untuk melakukan transaksi narkoba, serta penggunaan cryptocurrency sebagai media pembayaran bisnis narkoba.

Adapun Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN, Brigjen Pol I Wayan Sugiri mengemukakan, 80% peredaran narkoba menggunakan jalur laut. Terbanyak di Pula Sumatera.

Mengenai peredaran narkoba di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), I Wayan Sugiri menampik spekulasi tersebut. "Kalau pengendali ya ada yang di Lapas, tapi barangnya tidak di sana," terang Sugiri.

Apresiasi Polri

Langkah Polri yang terus bergerak menghadapi penyebaran narkoba di tengah pandemi Covid-19 diapresiasi anggota DPR RI Arzeti Bilbina. "Jangan kita lengah dengan geliat narkoba," tutut Arzeti.

Arzeti yang juga merupakan publik figur mengingatkan adanya 250 juta warga Indonesia yang berpotensi terpapar narkoba. Padahal, saat ini sudah sekitar 4 juta orang yang ditengarai menjadi pengguna narkoba.

Sosiolog dari Universitas Hasannudin (Unhas), Makassar, Rahmat Muhammad, menyampaikan, sesuai drugs report BNN, 2020, data pengguna narkoba Indonesia, terbanyak berusia produktif, 35-44 tahun.

Kisaran usia pertama kali mencoba narkoba 17-19 tahun, laki-laki cenderung terpapar narkoba, pengguna perkotaan cenderung lebih tinggi dibanding pedesaan.

Adapun faktor utama pengguna narkoba, kata dia, lingkungan, pergaulan, keluarga. Karena itu, tegas Rahmat, pencegahan harus dilakukan dengan promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif, represif.

"Langkah preventif untuk pencegahan yang belum pernah mengenal narkoba sangat efektif apabila selain dilakukan oleh pemerintah dibantu oleh institusi lain, termasuk lembaga-lembaga profesional, LSM, kampus, perkumpulan, ormas, dan lain sebagainya," tutur Rahmat.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Polisi Gelar Rekonstruksi Mayat Perempuan di Kolong Tol Becakayu

Polda Metro Jaya menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan seorang wanita yang mayatnya dibuang di kolong Tol Becakayu, Jakarta Timur.

NEWS | 7 Desember 2022

Dicurigai Mau Gulingkan Pemerintahan, 25 Anggota Sayap Kanan Ditangkap

Pihak berwenang Jerman pada Rabu (7/12/2022) menahan 25 anggota sayap kanan yang dicurigai berniat gulingkan pemerintahan dengan kekerasan.

NEWS | 7 Desember 2022

Jelang Pernikahan Kaesang, Taman Pura Mangkunegaran Dipercantik

Taman di depan pendopo Pura Mangkunegaran, Kota Solo, yang akan menjadi lokasi Tasyakuran pernikahan Kaesang Pangarep dan Erina Gudono pada Minggu dipercantik.

NEWS | 7 Desember 2022

Jangan Sebar Foto dan Video Bom Bandung

Mabes Polri mengingatkan masyarakat untuk tidak menyebar foto bom Bandung. Hal ini mengingat teror bertujuan menebar ketakutan dan ketidakstabilan negara.

NEWS | 7 Desember 2022

Polda Banten Tingkatkan Pengamanan Usai Bom Bunuh Diri di Bandung

Polda Banten dan jajarannya telah meningkatkan pengamanan usai terjadinya bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar Polrestabes Bandung.

NEWS | 7 Desember 2022

Isak Tangis Keluarga Sambut Jenazah Aipda Sofyan Korban Bom Bandung

Jenazah Anggota Polsek Astana Anyar, Aipda Sofyan yang menjadi korban bom Bandung, tiba di rumah duka.

NEWS | 7 Desember 2022

Bisa Susun Skenario, Ferdy Sambo Beruntung CCTV Rumah Dinas Rusak

Ferdy Sambo sempat merasa beruntung karena CCTV rusak di rumah dinasnya di Kompleks Polri, Duren Tiga, karena dengan demikian ia bisa menyusun cerita fiktif.

NEWS | 7 Desember 2022

Ferdy Sambo Ungkap Perintahnya ke Bharada E: Hajar Cad...

Ferdy Sambo mengungkapkan perintah yang dia katakan  Bharada E untuk Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

NEWS | 7 Desember 2022

Moeldoko: Stop Aksi Bom Bunuh Diri, Apa Untungnya?

Moeldoko menyatakan peristiwa bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar menyadarkan semua pihak bahwa ideologi yang berlandaskan kekerasan tidak bermanfaat.

NEWS | 7 Desember 2022

Bom Bunuh Diri, BNPT: Tak Mudah Baca Pemikiran Pelaku Terorisme

Terkait bom bunuh diri Bandung, Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar mengakui tidak mudah untuk membaca pemikiran para pelaku terorisme.

NEWS | 7 Desember 2022


TAG POPULER

# Bom Bandung


# Ferdy Sambo


# Gempa Cianjur


# Pernikahan Kaesang


# KKB Tembak Mati


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Kapolri Sampaikan Dukacita kepada Korban Bom Bandung

Kapolri Sampaikan Dukacita kepada Korban Bom Bandung

NEWS | 7 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE