Kemendikbudristek: Tangkal Intoleransi dan Radikalisme di Lingkungan Pendidikan Butuh Kolaborasi Semua Pihak
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kemendikbudristek: Tangkal Intoleransi dan Radikalisme di Lingkungan Pendidikan Butuh Kolaborasi Semua Pihak

Rabu, 27 Oktober 2021 | 23:51 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Untuk menangkal intoleransi dan radikalisme di lingkungan pendidikan, Plt. Dirjen Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi (Diktiristek) Kemendikbudristek, Nizam mengatakan, membutuhkan kolaborasi semua pihak. Dalam hal ini, tidak hanya sekolah maupun perguruan tinggi.

“Ki Hadjar Dewantara mengingatkan kita, bahwa pendidikan tidak hanya terjadi di sekolah. Tapi dalam keluarga, di persekolahan, dan di masyarakat. Untuk menghapus radikalisme dan paham-paham eksklusif harus dilakukan melalui ketiga sentra pendidikan tersebut. Meski di kampus sudah dididik dalam semangat inklusif, kalau di masyarakat salah bergaul bisa saja menjadi radikal,” ucapnya Nizam saat dihubungi Beritasatu.com, Rabu (27/10/2021).

Nizam menyebutkan, intoleransi adalah benih perpecahan. Oleh karena itu, tidak boleh ada intoleransi di lingkungan pendidikan. Menurutnya, Sumpah Pemuda mengajarkan pada semua, bahwa kemerdekaan Indonesia terjadi berkat persatuan anak bangsa. Untuk itu, kesadaran akan Bhinneka Tunggal Ika ini harus terus dikokohkan dan diaktualisasikan di lingkungan pendidikan.

“Kampus adalah tempat para intelektual muda mengembangkan diri dan intelektualitasnya. Seorang intelektual sejati akan memandang segala sesuatu secara kritis dan objektif, terbuka terhadap pandangan orang lain. Jadi tidak ada tempat untuk intoleransi dan eksklusifisme,” terangnya.

Ia menuturkan, kesadaran akan pentingnya persatuan dimulai dari saling mengenal dan memahami perbedaan. Lanjut dia, sejak dini pendidikan harus mengembangkan pendidikan yang inklusif. Dalam pendidikan yang inklusif murid akan berada dalam lingkungan yang heterogen, beragam latar belakang dan kemampuan.

“Murid akan saling mengenal dan terbiasa memahami perbedaan dalam suasana saling asah asih dan asuh. Pendidikan inklusif akan melahirkan sikap toleransi yang kuat,” ucapnya.

Selanjutnya, Nizam mengatakan, semangat Sumpah Pemuda yang diikrarkan 93 tahun lalu adalah lompatan sejarah. Deklarasi yang menyatukan rakyat Indonesia untuk menjadi satu bangsa dalam satu kesatuan negara.

“Betul-betul visioner, para pemuda kala itu telah memvisikan negara kesatuan Indonesia yang terdiri dari beragam suku bangsa dan agama. Jangan sampai kita malah kembali ke zaman sebelumnya, menjadi bangsa yang terpecah belah sehingga mudah ditaklukkan penjajah,” tukasnya.

Mantan Dekan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) ini juga menyebutkan, pemuda identik dengan perubahan. Sementara itu, perubahan dibutuhkan untuk setiap kemajuan.

“Karenanya, di tangan pemuda lah kita berharap perubahan menuju kemajuan akan terjadi. Tugas pemuda, generasi milenial saat ini, adalah mengaktualisasikan Sumpah Pemuda dalam karya nyata untuk mewujudkan Indonesia yang jaya,” ucapnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Waspada Gelombang hingga 6 Meter di Selat Sunda

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi hingga mencapai 6 meter di Selat Sunda.

NASIONAL | 6 Desember 2021

Kemenkes: Logistik Kesehatan untuk Korban Semeru Aman

Kemenkes menegaskan logistik kesehatan untuk korban erupsi Gunung Semeru aman dan sudah disalurkan.

NASIONAL | 6 Desember 2021

PMI Terjunkan 100 Relawan Tangani Korban Erupsi Semeru

Sekjen PMI Sudirman Said mengatakan tim PMI telah menerjunkan 100 relawan ke lokasi terdampak erupsi Semeru.

NASIONAL | 6 Desember 2021

Korban Erupsi Semeru Diberi Dana Sewa Rumah Rp 3 Juta

Korban yang huniannya rusak akibat erupsi Gunung Semeru mendapat dana sewa rumah Rp 3 juta per 6 bulan.

NASIONAL | 6 Desember 2021

Penanganan Bencana Semeru, Khofifah Berkantor di Lumajang

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memilih berkantor di Kabupaten Lumajang untuk mengawal upaya penanganan bencana guguran awan panas Gunung Semeru.

NASIONAL | 5 Desember 2021

Mahfud Bicara Soal Putusan MK di Forum Guru Besar KAHMI

Mahfud MD menyambut baik dan mendorong diskusi dan perdebatan terkait putusan MK mengenai UU Cipta Kerja.

NASIONAL | 5 Desember 2021

Wayan Sudirta Dikukuhkan sebagai Ketua Hima PDH UKI

UKI mengukuhkan I Wayan Sudirta sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Program Doktor Hukum (Hima PDH) untuk periode 2021-2023.

NASIONAL | 5 Desember 2021

Bakamla Evakuasi Longboat Mati Mesin di Tual

Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi sebuah longboat yang mengalami mati mesin di perairan Tanjung Tamedan, Tual, Maluku Minggu (5/12/21).

NASIONAL | 5 Desember 2021

Banjir Terjang Pulau Kangean Sumenep

Banjir menerjang perkampungan warga di Kepulauan Kangean, Kecamatan Arjasa Sumenep, Jawa Timur.

NASIONAL | 5 Desember 2021

Polisi Ungkap Alasan KKB Bakar SMAN 1 Oksibil

Satgas Nemangkawi menduga SMAN 1 Oksibil dibakar KKB yang tak suka melihat pemuda Oksibil bersekolah dan berpendidikan untuk memajukan Papua. 

NASIONAL | 5 Desember 2021


TAG POPULER

# Mahasiswi Bunuh Diri


# Kasus Anak Ahok


# Kereta Api Tabrak Angkot


# Marcus/Kevin


# Jokowi 3 Periode



TERKINI
Azis Syamsuddin Didakwa Suap Eks Penyidik KPK Rp 3,6 M

Azis Syamsuddin Didakwa Suap Eks Penyidik KPK Rp 3,6 M

NASIONAL | 13 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings