Logo BeritaSatu

Kapolri Diminta Atensinya atas Penanganan Kasus di Polres Bantul

Kamis, 28 Oktober 2021 | 23:51 WIB
Oleh : Willy Masaharu / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo diminta untuk memberikan atensi terhadap penanganan kasus yang sedang ditangani Polres Bantul. Dua kali surat dilayangkan kepada Kapolres Bantul, Yogyakarta, AKBP Ihsan SIK tidak mendapat tanggapan sama sekali. Surat pertama dikirim per tanggal 23 September 2021 dan yang kedua dikirim per tanggal 18 Oktober 2021 serta keduanya tidak mendapat tanggapan.

Demikian diungkapkan AM Putut Prabantoro kuasa hukum dari Leohardy Fanany yang dilaporkan oleh PT Pixel Perdana Jaya ke Polres Bantul, Rabu (27/10/2021). Karena tidak mendapatkan tanggapan dari Polres Bantul, surat kedua dikirimkan lagi dan ditembuskan kepada Kapolda, Irwasda dan Dirreskrimum Polda DIY.

AM Putut Prabantoro menjelaskan, kedua surat tersebut berisi permohonan audit independen menggunakan laporan SPT Pajak Tahunan PT Pixel Perdana Jaya periode 2016 – 2020. Permintaan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan dari penyidik yang meminta Leohardy Fanany melakukan audit sendiri. Arahan itu muncul dalam pertemuan di kantor Polres Bantul, Yogyakarta pada tanggal 18 September 2021 yang dihadiri Kapolres Bantul AKPB Ihsan SIK, AM Putut Prabantoro dan dua penyidik dari Polres Bantul.

Menurut kuasa hukum Leohardy Fanany tersebut, pemilihan SPT Pajak Tahunan periode 2016 – 2020 dijadikan dasar sebagai audit independen, karena itu merupakan hasil laporan pajak PT Pixel Perdana Jaya yang dilaporkan sebagai kebenaran kepada negara dan hal itu tidak dapat disanggah oleh siapapun termasuk PT Pixel Perdana Jaya. AM Putut Prabantoro merasa aneh jika permintaan ini sulit dikabulkan.

Dalam pertemuan pada 18 September 2021 tersebut, diakui oleh penyidik bahwa auditor publik yang menghasilkan audit independen ditunjuk dan dibiayai sendiri oleh PT Pixel Perdana Jaya. Pemilihan auditor independen itu tidak melalui persetujuan dari AM Putut Prabantoro. Dari hasil audit yang diaku independen oleh penyidik dijadikan dasar penetapan status tersangka terhadap Leohardy Fanany. Karena merasa adanya keberpihakan penyidik terhadap PT Pixel Perdana Jaya, dalam pertemuan itu sebagai kuasa hukum, AM Putut Prabantoro menyatakan keberatan. Dan sebagai tanggapan, pihak Leohardy Fanany diminta untuk melakukan audit sendiri.

“Bagaimana mau independen, penunjukan itu tanpa melalui persetujuan kami sebagai pihak terlapor dan sekaligus pihak yang memermasalahkan. Hasil pertemuan dengan Kapolres Bantul pada 18 September 2021 itu ada dalam dua surat yang kami kirimkan. Dan penyidik tidak memegang hasil pertemuan di Polres Bantul tersebut,” ujar AM Putut Prabantoro yang alumnus Lemhannas PPSA XXI ini.

Keberpihakan penyidik terhadap pelapor, menurut AM Putut Prabantoro, sudah terlihat sejak pertama kliennya dipanggil ke Polres Bantul. Penyidik tidak menggubris adanya sita paksa sertifikat tanah/rumah atas nama Lusi Harianto, isteri dari Leohardy Fanany pada 24 Agustus 2020. Sementara Leohardy Fanany dilaporkan ke Polres Bantul pada 26 Oktober 2020. Pemanggilan pertama Leohardy Fanany sebagai saksi ke Polres Bantul pada 15 Maret 2021.

Polemik perlunya penggunaan audit independen itu berawal dari tidak pastinya nilai kerugian PT Pixel Perdana Jaya atas dugaan perbuatan yang dilakukan oleh Leohardy Fanany. Dalam Berita Acara Serah Terima Penyerahan Sertifikat No. 28/BA/Alianto-Law Firm/VIII.2020 yang ditandatangani oleh Pitoyo sebagai kuasa hukum PT Pixel Perdana Jaya, kerugian yang tertulis adalah Rp 5.500.000.000 (lima miliar lima ratus juta rupiah).

Sementara dalam laporan ke Polres Bantul tanggal 26 Oktober 2020 oleh PT Pixel Perdana Jaya yang diwakili oleh Yustinus Wijaya dalam kapasitas sebagai Regional Sales Manager, kerugian yang dilaporkan sebesar Rp 3.000.000.000 (tiga miliar rupiah). Pada waktu pemanggilan tanggal 15 Maret 2021, dalam berita acara pemeriksaan sebagai saksi, Leohardy Fanany dituduh merugikan perusahaan sebesar Rp 2.200.000.000 (dua miliar dua ratus juta rupiah) yang merupakan hasil audit internal PT Pixel Perdana Jaya. Sementara pengakuan Leohardy Fanany, kerugian yang diderita perusahaan atas perbuatannya sebesar Rp 678.934.200 (enam ratus tujuh puluh delapan juta sembilan ratus tiga puluh empat ribu dua ratus).

Sejak pertama hadir mendampingi kliennya di Polres Bantul tanggal 15 Maret 2021, AM Putut Prabantoro telah memprotes ketidakpastian nilai kerugian. Dan, jelas terlihat bahwa kerugian yang tercantum di Berita Acara Penyerahan Sertifikat ditulis tanpa dilakukan audit terlebih dahulu. Dalam pertemuan dengan Kapolres Bantul sebelumnya yakni, AKBP Wahyu Tri Budi Sulistiyono, disarankan untuk menggunakan audit independen setelah AM Putut Prabantoro menyatakan keberatan atas prosedur penanganan dan besarnya ganti kerugian.

“Saya tidak ingin nasib Novi Lestari, yang juga mantan pegawai PT Pixel Perdana Jaya terjadi atas Leohardy Fanany. Saat ini Novi Lestari sudah mendapat keputusan tetap dengan 4 tahun penjara sekalipun dalam persidangan jelas terlihat ada ketidaksesuaian besarnya kerugian yang diderita oleh perusahaan,” ujar AM Putut Prabantoro.

Oleh AM Putut Prabantoro dijelaskan lebih lanjut bahwa dalam pertemuan 18 September 2021 di Polres Bantul, di hadapan AKBP Ihsan sebagai Kapolres Bantul baru yang menggantikan AKBP Wahyu Tri Budi Sulistiyono, penyidik tersebut mengakui bahwa mereka adalah penyidik atas kasus Novi Lestari.

Ditegaskan oleh AM Putut Prabantoro, penggunaan SPT Pajak Tahunan PT Pixel Perdana Jaya adalah pilihan masuk akal yang dipilihnya untuk mematahkan audit independen yang dihasilkan oleh auditor publik tunjukan dan dibayar oleh PT Pixel Perdana Jaya.

“Apa yang saya minta adalah sebagai tindak lanjut dari arahan penyidik tersebut dalam pertemuan tersebut. Hasil pertemuan itu saya tulis dalam surat yang saya ajukan kepada Kapolres Bantul yang hingga saat ini belum mendapat tanggapan,” ujarnya.

AM Putut Prabantoro mengatakan bahwa keberpihakan penyidik ini kepada PT Pixel Perdana Jaya bisa dilihat dari berbagai alat bukti yang dimilikinya meski belum diungkapkan termasuk foto, rekaman dan lain-lain.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Tembakan Salvo Tandai Pemakaman Polisi Korban Tragedi Kanjuruhan

Polisi korban tragedi Kanjuruhan dimakamkan di Desa Sukosari, Trenggalek, Jawa Timur, Minggu, 2 Oktober 2022.

NEWS | 3 Oktober 2022

Peretas Jual Data Nomor Ponsel PM Inggris dan Pejabat Tinggi

Peretas menjual data rahasia nomor PM Inggris dan para pejabat tinggi lainnya. Situs web AS mencantumkan rincian kontak terbaru hampir semua menteri Inggris.

NEWS | 3 Oktober 2022

Rabu, Polri Limpahkan Tahap II Ferdy Sambo Dkk

Pelimpahan tahap II Ferdy Sambo dan kawan-kawan (dkk), tersangka tindak pidana pembunuhan Brigadir J dilaksanakan pada Rabu (5/10/2022).

NEWS | 3 Oktober 2022

Tiga Mahasiswa Tewas Tenggelam di Pantai Klui Lombok Utara

Sebanyak tiga mahasiswa tewas tenggelam di Pantai Klui, Dusun Kelui, Desa Malaka, Kabupaten Lombok Utara, NTB. Minggu (2/10/2022).

NEWS | 3 Oktober 2022

Musim Dingin di Eropa, Ilmuwan Peringatkan Cuaca Lebih Dingin

Ilmuwan memperingatkan perubahan cuaca yang lebih dingin dari biasanya saat musim dingin mendatang di Eropa

NEWS | 3 Oktober 2022

5 Tahun Dipimpin Anies, Dino Patti Djalal Sebut Jakarta Berkembang Pesat

Pendiri FPCI, Dino Patti Djalal menilai Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah membawa Jakarta berkembang pesat selama lima tahun belakangan.

NEWS | 3 Oktober 2022

Tragedi Kanjuruhan, Ridwan Kamil Dukung Kompetisi Sepak Bola Dihentikan

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mendukung agar kompetisi sepak bola dihentikan sementara imbas tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan orang. 

NEWS | 3 Oktober 2022

Relawan Perkenalkan Ganjar Pranowo Lewat Turnamen PUBG Mobile

Sahabat Ganjar memperkenalkan sosok Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kepada masyarakat di Kabupaten Belitung, Bangka Belitung melalui turnamen PUBG mobile.

NEWS | 2 Oktober 2022

Kasus Ferdy Sambo, Mahfud MD Sebut Divisi Propram Polri Akan Dirombak

Mahfud MD mengatakan pemerintah merekomendasikan perombakan secara terbatas Divisi Propam Polri buntut dari kasus Brigadir J yang menjerat Ferdy Sambo. 

NEWS | 2 Oktober 2022

Waspada, Gas Air Mata Bisa Berdampak Fatal

Dokter spesialis mata Eka Hospital Bekasi, Moh Arief Herdiawan meminta masyarakat agar mewaspadai gas air mata karena bisa berdampak fatal.

NEWS | 3 Oktober 2022


TAG POPULER

# Tragedi Kanjuruhan


# Lesti Kejora


# Pembantaian di Papua Barat


# Arema FC


# Raja Charles III


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Mahfud MD Gelar Rakor Bahas Penanganan Tragedi Kanjuruhan

Mahfud MD Gelar Rakor Bahas Penanganan Tragedi Kanjuruhan

NEWS | 54 detik yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings