ICK Apresiasi dan Dukung Ketegasan Kapolri Tindak Anggotanya yang Melanggar
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

ICK Apresiasi dan Dukung Ketegasan Kapolri Tindak Anggotanya yang Melanggar

Minggu, 31 Oktober 2021 | 20:50 WIB
Oleh : Fana F Suparman / FFS

Jakarta, Beritasatu.com - Indonesia Cinta Kamtibmas (ICK) mengapresiasi dan mendukung ketegasan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menindak hingga memecat anggota polisi yang tidak menjalankan fungsinya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayanan masyarakat, serta melakukan tindak pidana.

ICK berharap ketegasan Kapolri diikuti oleh jajarannya. Aparat penegak hukum berseragam cokelat harus makin profesional dan teruji presisi dalam kerjanya melayani, mengayomi, dan melindungi masyarakat. Polri harus makin maju menegakkan kamtibnas. Jangan pelihara arogansi, dan tingkatkan sikap tegas, namun tetap humanis.

"Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan gebrakan yang kami nilai sangat berani melakukan tindakan tajam ke atas dan tajam ke bawah terhadap anggota polisi yang tidak becus bekerja terutama yang terbukti terlibat kejahatan jangan segan pecat hingga sangsi pidana" kata Ketua Presidium ICK, Gardi Gazarin, dalam siaran persnya, Minggu (31/10/2021).

Gardi Gazarin menyatakan, instruksi Kapolri menindak tegas jajaran Polri agar tajam ke atas dan tajam ke bawah merupakan hal baru dalam sejarah kepolisian di Indonesia. Tindakan tegas Kapolri tanpa melihat pangkat dan jabatan ini merupakan harapan masyarakat untuk mendapat keadilan.

"Siapa pun yang salah, baik anggota polisi berpangkat perwira sampai level paling bawah, terbukti salah harus ditindak tegas sesuai perbuatan yang diatur undang undang maupun etika profesi yang berlaku secara hukum. Karena selama ini kita banyak melihat tindakan tumpul ke atas tapi tajam ke bawah. Dengan demikian, Ini dapat memenuhi rasa keadilan masyarakat," kata Gardi.

Dengan demikian, harapan Kapolri agar polisi makin dicintai rakyat dapat terwujud.

"Harapan Kapolri ini harus pula diikuti seluruh jajaran Kepolisian hingga yang bertugas di pelosok-pelosok negeri dengan menunjukkan karya nyata yang baik dalam melayani, mengayomi dan melindungi masyarakat, sehingga polisi semakin dicintai rakyat," ucap Gardi Gazarin.

Sebelumnya, saat menghadiri acara penutupan pendidikan Sespimti Polri Dikreg ke-30, Sespimen Polri Dikreg ke-61 dan Sespimma Polri Angkatan ke-66, di Lembang, Jawa Barat, Rabu (27/10/2021), Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta seluruh perwira lulusan tersebut bisa menjadi pemimpin yang mengayomi dan melayani bagi warga dan anggotanya. Menjadi seorang pemimpin, kata Listyo, harus memiliki sifat dan sikap yang kuat, menguasai lapangan, bergerak cepat, responsif, peka terhadap perubahan dan berani keluar dari zona nyaman.

Tak hanya itu, mantan Kapolda Banten ini menegaskan, seorang pemimpin harus mau turun ke bawah untuk mendengarkan secara langsung aspirasi dari masyarakat dan anggotanya. Pemimpin yang kuat akan mampu menciptakan rasa saling menghormati antara pimpinan dan jajarannya.

Listyo menekankan, dalam menjalankan tugas, pemimpin tidak boleh mudah terpancing emosinya dalam situasi apa pun. Hal itu, sambung Listyo, dapat berpengaruh pada tindakan yang tidak diinginkan oleh masyarakat.

"Turun langsung ke lapangan agar tahu apa yang dirasakan masyarakat dan anak buah. Jaga emosi, jangan terpancing. Emosi mudah meledak akan akibatkan perbuatan yang tidak terukur. Apalagi diberikan kewenangan oleh undang undang maka tindakan tidak tersebut akan berpotensi menjadi masalah," ujar mantan Kabareskrim Polri ini.

Menurut Listyo, pemimpin harus mampu menjadi teladan bagi semua pihak. Sebagaimana semangat dari lahirnya konsep Presisi atau prediktif, responsibilitas, dan tansparansi berkeadilan.

Listyo menyatakan, konsep Presisi akan bisa dirasakan oleh masyarakat dan internal kepolisian, apabila benar-benar diimplementasikan dengan baik. Dengan melaksanakan gagasan itu, maka Polri akan menjadi institusi yang semakin diharapkan oleh masyarakat Indonesia.

"Itu yang saya tuangkan dalam konsep Presisi. Bagaimana kita menghadirkan pemolisian yang prediktif, responsibilitas dan mampu melaksanakan semua secara transparan dan memenuhi rasa keadilan. Ini menjadi harapan masyarakat dan tugas rekan-rekan untuk mampu mewujudkan semua ini dari level pemimpin sampai dengan pelaksana," kata Listyo.

Dalam perjalanannya, konsep Presisi telah melahirkan kepercayaan masyarakat yang meningkat berdasarkan survei di pertengahan tahun. Listyo mengakui, belakangan ini tren positif kepercayaan itu mengalami penurunan karena adanya beberapa perbuatan oknum. Namun, Listyo meyakini institusi Polri jauh lebih banyak diisi oleh orang-orang yang baik dan memiliki semangat perubahan untuk mewujudkan semangat dari Presisi.

"Kemudian survei di awal Oktober kita turun, karena adanya penyimpangan anggota yang viral dengan cepat dengan didukung perkembangan teknologi informasi dalam dunia media. Ketika banyak anggota yang viral, maka itu menjadi koreksi bagi kita masyarakat. Maka dari itu, perbuatan yang dilakukan oleh personel bila bersifat positif maka dampaknya secara organisasi akan positif. Begitupun sebaliknya. Jadi persepsi itu muncul menjadi generalisasi. Masih sangat banyak polisi yang baik dibanding oknum sehingga manfaatkan perkembangan teknologi untuk memunculkan terobosan kreatif dan positif yang ada." ujar Listyo.

Listyo pun mengutip peribahasa, "ikan busuk mulai dari kepala", kalau pimpinannya bermasalah, maka bawahannya akan bermasalah juga.

"Pimpinan harus jadi teladan, sehingga bawahannya akan meneladani. Karena kita tidak mungkin diikuti kalau kita tidak memulai yang baik. Kita tidak mungkin menegur kalau tidak jadi teladan. Harus mulai dari pemimpin atau diri sendiri. Ini yang saya harapkan rekan-rekan mampu memahami. Hal yang dijalankan penuh keikhlasan akan menjadi buah keikhlasan. Tolong ini diimplementasikan bukan hanya teori dan pepatah," ucapnya.

Listyo beserta pejabat utama Mabes Polri memiliki komitmen untuk memberikan penghargaan bagi personel yang menjalankan tugasnya dengan baik dan bekerja keras untuk melayani serta mengayomi masyarakat.

"Saya dan seluruh pejabat utama memiliki komitmen kepada anggota yang sudah bekerja keras di lapangan, kerja bagus, capek, meninggalkan anak-istri. Akan selalu komitmen memberikan reward, kalau saya lupa tolong diingatkan," katanya.

Sebaliknya, sanksi tegas akan diberikan kepada seluruh personel yang tidak menjalankan tugasnya dengan baik, atau melanggar aturan yang ada. Bahkan, pimpinannya juga akan ditindak tegas apabila tidak mampu menjadi teladan bagi jajarannya.

"Terhadap anggota yang melakukan kesalahan dan berdampak kepada organisasi, maka jangan ragu melakukan tindakan. Kalau tak mampu membersihkan ekor, maka kepalanya akan saya potong. Ini semua untuk kebaikan organisasi yang susah payah berjuang. Menjadi teladan, pelayan dan pahami setiap masalah dan suara masyarakat agar kita bisa ambil kebijakan yang sesuai," tegasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Soal Temuan Kerangkeng Manusia Saat OTT Bupati Langkat, Ini Kata KPK

Kerangkeng manusia ditemukan saat KPK melakukan OTT di rumah Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Perangin Angin.

NASIONAL | 25 Januari 2022

Mabes Polri Belum Buka Penyebab Bentrok Sorong yang Menewaskan 19 Orang

Mabes Polri belum membuka ihwal penyebab dua kelompok di Sorong, bentrok hingga menyebabkan 19 orang tewas.

NASIONAL | 25 Januari 2022

BNPT Sebut 600 Akun Terindikasi Sebarkan Paham Radikalisme

BNPT mengatakan pihakanya mencatat sebanyak 600 akun media sosial atau situs di internet yang terindikasi menyebarkan paham radikalisme sepanjang tahun 2021.

NASIONAL | 25 Januari 2022

Polda Papua Barat Temui 2 Kelompok yang Bentrok di Sorong

Polda Papua Barat melakukan pertemuan dengan dua kelompok yang bertikai di Sorong, pascabentrokan yang menyebabkan 19 orang tewas.

NASIONAL | 25 Januari 2022

BNPT: BUMN Rentan Disusupi Kelompok Teroris

Boy Rafli Amar mengungkapkan, saat ini ada ancaman kelompok terorisme melakukan penyusupan ke istitusi-institusi pemerintah.

NASIONAL | 25 Januari 2022

364 Teroris Ditindak Sepanjang 2021, BNPT: 16 Terafiliasi ke FPI

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mencatat, sepanjang 2021, pihaknya bersama dengan Densus 88 Antiteror Polri menindak 364 pelaku terorisme.

NASIONAL | 25 Januari 2022

Diiringi Rebana, Presiden Jokowi Terima PM Lee di Bintan

Presiden Jokowi menerima kunjungan PM Singapura, Lee Hsien Loong, di The Sanchaya Resort Bintan.

NASIONAL | 25 Januari 2022

Update, Korban Tewas Bentrok Sorong Jadi 19 Orang

Keterangan Mabes Polri, jumlah korban tewas buntut bentrokan antarkelompok di Sorong, Papua Barat menjadi 19 orang.

NASIONAL | 25 Januari 2022

Kasus Suap Rahmat Effendi, KPK Periksa Ketua DPRD Kota Bekasi

KPK menjadwalkan pemeriksaan untuk Ketua DPRD Kota Bekasi Chairoman J Putro dalam kasus korupsi Wali Kota nonaktif Rahmat Effendi.

NASIONAL | 25 Januari 2022


TAG POPULER

# Kakek Dihakimi Massa


# Alinea


# Omicron


# Covid-19


# Arsenal



TERKINI
Koruptor, Bandar Narkoba, dan Donatur Terorisme Tak Bisa Sembunyi di Singapura

Koruptor, Bandar Narkoba, dan Donatur Terorisme Tak Bisa Sembunyi di Singapura

NASIONAL | 7 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings