Logo BeritaSatu

Vox Point Ajak Semua Pihak Sudahi Polemik Pernyataan Menag Yaqut Cholil

Minggu, 31 Oktober 2021 | 23:52 WIB
Oleh : Yustinus Paat / FFS

Jakarta, Beritasatu.com - Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Vox Point Indonesia meminta semua pihak untuk menyudahi polemik pernyataan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas yang sedang ramai diperbincangkan.

Vox Point Indonesia menilai persoalan tersebut tidak perlu dibesar-besarkan lagi karena substansinya jelas untuk internal. Apalagi Menag Yaqut Cholil telah mengklarifikasi ungkapan itu ditujukan untuk memotivasi para santri dan pondok pesantren bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional beberapa waktu lalu.

"Vox Point Indonesia mengajak kita semua anak bangsa untuk menahan diri dan tidak mengeluarkan statement yang justru dapat mengganggu kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Kami mohon agar kita hentikan polemik ini dengan tidak membahasnya lagi,” kata Ketua Umum Vox Point Indonesia, Yohanes Handojo Budhisedjati, di Jakarta, Minggu (31/10/2021).

Handojo mengatakan, polemik ini semestinya tidak perlu diperdebatkan apalagi mengaitkannya ke dalam isu SARA. Sebab, katanya, Gus Yaqut sapaan Yaqut Cholil Qoumas merupakan sosok menteri nasionalis yang menjunjung tinggi kebhinekaan. Tokoh yang dikenal rakyat sangat toleran dan selama ini aktif dalam menyuarakan kebaikan untuk keutuhan NKRI.

“Bapak Menteri Agama salah satu tokoh yang sangat peduli dengan kerukunan kehidupan berbangsa dan bernegara yang mengedepankan nilai-nilai kebangsaan. Untuk itu, mari kita bersikap dewasa dan tak perlu membicarakannya lagi. Kita tak perlu buang energi dengan hal-hal yang tak berguna. Lebih baik kita bersama-sama salurkan energi, bersatu dan bersinergi menjaga dan memajukan bangsa Indonesia," lanjutnya.

Handojo juga meminta semua pihak tidak gegabah dalam menilai atau menyimpulkan pernyataan seseorang. Apalagi jika belum paham maksud dan tujuannya secara utuh.

“Karena hal tersebut dapat menimbulkan kesimpulan yang tak utuh. Dampaknya dapat dinilai berbeda-beda. Ini sangat berbahaya kehidupan berbangsa dan bernegara. Untuk itu, jika kita belum paham dan tak mendapat informasi utuh, mohon untuk tahan diri dan tidak menyebarkan informasi tersebut,” tegas Handojo.

Handojo juga mengajak semua pihak agar dapat menyelesaikan persoalan bangsa dengan cara-cara yang menyejukkan. Salah satunya mengedepankan dialog dengan semangat persaudaraan dan kerukunan.

“Bangsa Indonesia sudah mempunyai banyak pengalaman dalam menyelesaikan persoalan, yakni dapat diselesaikan dengan dialog. Dengan cara-cara yang mengedepankan persaudaraan. Kita lakukan seperti itu, sehingga bangsa Indonesia tetap aman,” ujar Handojo.

Pada kesempatan tersebut Handojo juga meminta semua pihak bersatu membantu pemerintah dalam menjalankan tugas pelayanan di tengah situasi pandemi Covid-19 seperti saat ini.

Handojo menyebut, dalam menghadapi pandemi diperlukan sinergisitas, bukan malah saling menyalahkan. Dikatakan, seluruh pihak seharusnya saling mendukung dan berkolaborasi membantu rakyat terutama terkait protokol kesehatan dan upaya untuk meningkatkan perekonomian rakyat.

“Pemerintah masih banyak tugas untuk rakyat. Kita semua harus mendukung kerja-kerja pemerintah di semua bidang pelayanan terutama di situasi pandemi Covid-19 ini. Kita bersama pemerintah, bersatu, bergandengan tangan untuk kemajuan bangsa Indonesia,” kata Handojo.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Hadiah Kursi Roda dari Puan Bahagiakan Ibu dari Anak Penderita Polio

Petani bunga di Badung, Bali, Ni Ketut Ratko sangat gembira menerima bantuan kursi roda untuk anaknya yang menderita polio.

NEWS | 30 September 2022

DKI: Pembangunan Rusun di Pulau G Akan Dilakukan Swasta

Pemprov DKI Jakarta mengatakan, pembangunan rusun (rumah susun) di Pulau G kemungkinan akan dilakukan oleh pihak swasta.

NEWS | 30 September 2022

Ali Ibrahim Undang Presiden Jokowi Buka Sail Tidore 2022

Ali Ibrahim mengundang dan meminta secara khusus Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk hadir dan membuka acara Puncak Sail Tidore pada November 2022.

NEWS | 29 September 2022

DPR Siap Tunjukkan Komitmen Indonesia Kurangi Emisi

DPR siap menjadi tuan rumah perhelatan The 8th G-20 Parliamentary Speaker Summit (P-20) yang akan diselenggarakan pekan depan.

NEWS | 29 September 2022

UBK Kerja Sama dengan Persatuan Alumni GMNI

UBK melakukan kerja sama dengan Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia

NEWS | 29 September 2022

Moeldoko Dorong Swasta Terlibat Percepatan Vaksinasi Covid-19

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mendorong keterlibatan pihak swasta dalam percepatan vaksinasi Covid-19.

NEWS | 29 September 2022

Komnas HAM Harap Jaksa Maksimal Dakwa Ferdy Sambo Cs

Komnas HAM berharap jaksa bisa menyusun dakwaan terhadap para tersangka secara maksimal.

NEWS | 29 September 2022

Peraturan Menkumham, Masa Berlaku Paspor Menjadi 10 Tahun

Masa berlaku paspor dari semula lima tahun diubah menjadi 10 tahun. Hal ini diatur dalam Peraturan Menkumham Nomor 18 Tahun 2022.

NEWS | 29 September 2022

Polri Kirim Surat Pemecatan Ferdy Sambo ke Sekmil Presiden

Polri telah mengirim berkas putusan pemecatan mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo ke Sekretariat Militer (Sekmil) Presiden.

NEWS | 29 September 2022

Soal Mobil Dinas Listrik, Pemprov DKI Punya 2 Pilihan

Pemprov DKI akan melakukan 2 pilihan terkait mobil dinas listrik. Dua pilihan itu, adalah memodifikasi kendaraan dinas lama dan membeli mobil listrik.

NEWS | 29 September 2022


TAG POPULER

# Kevin Sanjaya


# Es Teh Indonesia


# Anies Baswedan


# Pertalite Boros


# Ketiak Basah


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Wall Street Melemah, S&P 500 Anjlok ke Level Terendah 2022

Wall Street Melemah, S&P 500 Anjlok ke Level Terendah 2022

EKONOMI | 5 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings