Logo BeritaSatu

MAKI Dorong Kejagung Buktikan Wacana Hukuman Mati untuk Terdakwa Kasus Asabri

Senin, 1 November 2021 | 14:27 WIB
Oleh : Chairul Fikri / JAS

Jakarta , Beritasatu.com - Wacana penerapan hukuman mati kepada para pelaku korupsi yang tengah dikaji Kejaksaan Agung (Kejagung) mendapat dukungan dari Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI). Hukuman mati akan memberikan efek jera kepada para pelaku korupsi di Indonesia termasuk pelaku kasus korupsi Asabri.

MAKI dalam kesempatan ini juga meminta penerapan itu dilakukan pada kasus Asabri yang menimbulkan kerugian besar pada masyarakat. Hal itu diungkapkan Koordinator MAKI, Boyamin Saiman menanggapi pernyataan Jaksa Agung terkait rencana penerapan hukuman mati di Jakarta, Senin (1/11/2021).

"Jangan hanya lips service. Harus segera terapkan pada proses tuntutan berikutnya. Paling dekat kasus Asabri yang saat ini sedang sidang dan sebentar lagi akan agenda tuntutan," ujar Boyamin.

Ditambahkannya, rencana Jaksa Agung tersebut untuk membuat jera para perampok uang rakyat. Dalam kasus korupsi di PT Asabri, ada dua pihak yang bisa dijerat dengan hukuman mati yakni terdakwa Benny Tjokro dan Heru Hidayat.

"Setidaknya ada dua orang yang memenuhi syarat untuk dituntut hukuman mati karena ada pemberatan Pasal 2 ayat 2 UU Pemberantasan Korupsi, yaitu adanya pengulangan, karena sebelumnya pernah melakukan korupsi di Jiwasraya dan kemudian terlibat di Asabri," kata Boyamin.

Menurutnya, hukuman mati bisa dikenakan kepada mereka yang telah berulang kali terlibat kasus korupsi. Hukuman mati juga bisa dikenakan kepada mereka yang korupsi dalam keadaan bencana.

"Soal nanti hakim mengabulkan atau tidak, itu soal lain. Setidaknya upaya JPU menuntut hukuman berat kepada koruptor sudah dilakukan," tegas Boyamin.

Dalam perkara Jiwasraya, baik Heru Hidayat dan Benny Tjokro sama-sama dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. Akibat perbuatannya telah merugikan keuangan negara sebesar Rp 16,807 triliun. Atas perbuatannya Heru diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp 10.728.783.375.000. Sementara Benny Tjokro sebesar Rp 6.078.500.000.000.

Sama halnya dalam perkara korupsi di Asabri. Keduanya juga diduga pihak yang paling berperan dalam penyelewengan dana pensiun milik tentara itu. Taksiran kerugian negaranya mencapai Rp 22 triliun lebih.

Guna mengembalikan kerugian negara, pihak Kejagung menyita sejumlah aset milik terdakwa, termasuk terdakwa Benny Tjokrosaputra dan Heru Hidayat. Hanya saja penyitaan oleh Kejagung atas aset Benny dan rekan-rekannya, menurut kuasa hukumnya telah melebihi tanggungan.

Sebaliknya dengan terdakwa Heru Hidayat, yang sampai saat ini jauh dari memadai, bahkan terkesan hanya pasang badan. Padahal, jumlah kerugian yang diakibatkan Heru itu jauh lebih besar dibanding terdakwa yang lain. Apalagi diduga kuat terdakwa ini melindungi mitranya untuk selamatkan sejumlah aset miliknya.

Itulah sebabnya, sejumlah mitra Heru seperti AP, mantan Dirut PT Inti Agro Resources Tbk yang juga menjabat Komisaris PT Trada Alam Minera (TRAM) dan PT Gunung Bara Utama (GBU), sampai saat ini belum pernah diperiksa penyidik. Padahal berdasar catatan transaksi di Bursa Efek Indonesia, AP mampu melakukan penjualan langsung (menjual dengan nama sendiri ) saham FIRE miliknya ke Asabri dan dibeli oleh Asabri melalui Panin Securitas dalam sehari (26/7/2018) sebanyak 40.920.400 lembar saham senilai Rp 231 miliar dengan harga Rp 5.650 per lembar atau 10 kali lipat harga IPO saham tersebut.

Sebulan sebelumnya, (29/6/2018), AP ternyata juga telah menjual saham FIRE miliknya , yang juga hanya dalam tempo satu hari kepada Aurora Sharia Equity yang dikelola PT Aurora Asset Management untuk Asabri, sebanyak 10.978.000 lembar saham senilai Rp 54.978.000.000dengan harga Rp 5.100 per lembar yang juga 10 kali lipat dari harga IPO.

"Itu (mitra-red) semestinya juga harus dibongkar oleh jaksa penyidik Kejaksaan. Jangan berhenti pada para terdakwa saja , tapi juga mitra-mitranya yang turut bekerja sama. Sebab ada jalan masuknya (penyidikan-red) dari keterangan para terdakwa," kata pakar hukum Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar yang dihubungi terpisah.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA


TAG POPULER

# Apriyani/Fadia Juara


# Elon Musk


# Yusuf Mansur


# Ahmad Dhani


# KM Setia Makmur


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Penyaluran KUR BRI Diestimasi Serap 32,1 Juta Lapangan Kerja

Penyaluran KUR BRI Diestimasi Serap 32,1 Juta Lapangan Kerja

EKONOMI | 10 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings