Logo BeritaSatu

KPK Perpanjang Masa Penahanan Dodi Reza Alex Noerdin

Jumat, 5 November 2021 | 20:28 WIB
Oleh : Fana F Suparman / FFS

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa penahanan Bupati nonaktif Musi Banyuasin (Muba) Dodi Reza Alex Noerdin yang menjadi tersangka kasus dugaan suap proyek. Tak hanya Dodi Reza, KPK juga memperpanjang masa penahanan tiga tersangka lainnya kasus ini, yaitu, Kepala Dina PUPR Pemkab Muba, Herman Mayori; Kabid SDA atau PPK Dinas PUPR Muba, Eddi Umari; dan Direktur PT Selaras Simpati Nusantara, Suhandy.

Plt Jubir KPK, Ali Fikri mengatakan, masa penahanan Dodi Reza Alex Noerdin dan tiga tersangka lainnya diperpanjang selama 40 hari ke depan. Dengan demikian, keempat tersangka bakal mendekam di sel tahanan masing-masing setidaknya hingga 14 Desember 2021.

"Tim Penyidik memperpanjang masa penahanan tersangka DRA (Dodi Reza Alex Noerdin) dan kawan-kawan untuk masing-masing selama 40 hari ke depan terhitung mulai 5 November 2021 sampai dengan 14 Desember 2021," kata Ali dalam keterangannya, Jumat (5/11/2021).

Ali mengatakan perpanjangan masa penahanan ini dilakukan lantaran tim penyidik masih memerlukan waktu untuk menungkap tuntas suap proyek yang terjadi di Musi Banyuasin.

Dodi diketahui ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) KPK cabang Kavling C1. Sedangkan Herman ditahan di Rutan KPK cabang Pomdam Jaya Guntur.

"EU (Eddi Umari) ditahan di Rutan KPK Gedung Merah Putih. Sementara itu, SUH (Suhandy) ditahan di Rutan KPK Gedung Merah Putih," kata Ali.

Diketahui, KPK menetapkan Dodi Reza Alex Noerdin sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait sejumlah proyek di lingkungan Pemkab Muba. Tak hanya Dodi, dalam kasus ini, KPK juga menjerat Kepala Dina PUPR Pemkab Muba, Herman Mayori; Kabid SDA atau PPK Dinas PUPR Muba, Eddi Umari; dan Direktur PT Selaras Simpati Nusantara, Suhandy.

Penetapan tersangka terhadap Dodi dan sejumlah pihak lainnya ini dilakukan KPK melalui gelar perkara setelah memeriksa intensif sejumlah pihak yang diringkus dalam OTT pada Jumat (15/10/2021) malam kemarin.

Dodi Reza Alex Noerdin yang merupakan anak sulung mantan Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin itu diduga menerima suap sekitar Rp 2,6 miliar dari Suhandy yang mendapat empat proyek pekerjaan di Dinas PUPR Muba. Sebagian suap itu telah diserahkan Suhandy kepada Dodi Reza melalui Herman Mayori dan Eddi Umari.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Tragedi Kanjuruhan, DPR: Aparat Harus Tahu Larangan Penggunaan Gas Air Mata

Pengunaan gas air mata menjadi salah satu hal yang disorot publik dalam tragedi Kanjuruhan, usai pertandingan Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan.

NEWS | 2 Oktober 2022

DPR: Tragedi Kanjuruhan Akan Sangat Berpengaruh terhadap Olahraga Nasional

Wakil Ketua Komisi X DPR, Hetifah Sjaifudian menyampaikan keprihatinannya atas tragedi Kanjuruhan, usai pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya.

NEWS | 2 Oktober 2022

Tragedi Kanjuruhan, GMPI Jawa Timur: "Aremania vs Gas Air Mata"

Generasi Muda Pembangunan Indonesia (GMPI) Jawa Timur (Jatim) menyayangkan terjadinya tragedi Kanjuruhan, usai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya.

NEWS | 2 Oktober 2022

Komnas HAM Kirim Tim Usut Tragedi Kanjuruhan Malang yang Tewaskan 174 Orang

Komnas HAM turunkan tim penyelidikan terkait tragedi Kanjuruhan di Stadion Kanjuruhan, Malang yang dilaporkan telah tewaskan 174 orang.

NEWS | 2 Oktober 2022

Komnas HAM Minta Polisi Usut Tuntas Tragedi Kanjuruhan

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) meminta jajaran kepolisian untuk mengusut tuntas tragedi Kanjuruhan.

NEWS | 2 Oktober 2022

Tragedi Kanjuruhan, Mahfud Nilai Sepak Bola Kerap Pancing Suporter Emosi

Mahfud MD menyampaikan penyesalan pemerintah atas terjadinya tragedi Kanjuruhan usai pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022).

NEWS | 2 Oktober 2022

Ahmad Sahroni Kecam Penggunaan Gas Air Mata di Stadion Kanjuruhan

Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengecam pengunaan gas air mata dalam kericuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.

NEWS | 2 Oktober 2022

Komnas HAM Kantongi Berbagai Video Terkait Kerusuhan Kanjuruhan

Komnas HAM mengantongi berbagai video terkait kerusuhan Kanjuruhan seusai pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya di Malang.

NEWS | 2 Oktober 2022

174 Tewas di Tragedi Kanjuruhan, Salah Satu Bencana Stadion Terburuk di Dunia

174 orang tewas terinjak-injak pada pertandingan sepak bola Indonesia yang dikenal dengan tragedi Kanjuruhan dan menjadi salah satu bencana stadion terburuk di dunia.

NEWS | 2 Oktober 2022

Segera ke Malang, Mantan CEO Arema: Saya Ingin Bersama Aremania

Mantan CEO Arema, Agoes Soerjanto segera bergegas ke Malang, karena ingin bersama-sama dengan Aremania, usai tragedi Kanjuruhan.

NEWS | 2 Oktober 2022


TAG POPULER

# Tragedi Kanjuruhan


# Lesti Kejora


# Pembantaian di Papua Barat


# Arema FC


# Raja Charles III


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Kapolri dan Menpora Datangi Stadion Kanjuruhan

Kapolri dan Menpora Datangi Stadion Kanjuruhan

BOLA | 17 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings