Nadiem Ungkap 4 Tujuan Besar Permendikbudristek tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Nadiem Ungkap 4 Tujuan Besar Permendikbudristek tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual

Jumat, 12 November 2021 | 16:33 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) meluncurkan Merdeka Belajar episode ke-14 tentang Kampus Merdeka dari Kekerasan Seksual yang diimplementasikan dalam Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbudristek) 30/2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS).

Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim menuturkan, Permendikbudristek tentang PPKS ini memiliki 4 tujuan besar untuk pendidikan tinggi di antaranya;

Pertama, upaya untuk memenuhi setiap hak warga negara Indonesia (WNI) atas pendidikan tinggi yang aman.

Kedua, memberikan kepastian hukum bagi pemimpin perguruan tinggi untuk bisa mengambil langkah tegas. Menurut Nadiem, saat ini belum ada kerangka hukum bahkan banyak dosen dan rektor yang mendiskusikan hal ini karena mereka belum memiliki payung hukum jelas untuk setiap kasus kekerasan seksual di pendidikan tinggi.

“Jadi kita ingin memberikan bantuan regulasi bagi para rektor, para dekan, dan juga penggerak-penggerak di dalam kampus untuk bisa mengambil tindakan yang nyata,” kata Nadiem saat memberi keterangan pers tentang Merdeka Belajar Episode Keempat Belas: Kampus Merdeka dari Kekerasan Seksual, secara daring, Jumat (12/11/2021).

Ketiga, ingin mengedukasi tentang isu kekerasan seksual dengan menjelaskan apa yang dimaksud dengan kekerasan seksual baik itu fisik maupun nonfisik.

Nadiem menyebutkan, pihaknya ingin mencerahkan pemahaman yang masih abu-abu selama ini menjadi jelas.

Keempat, kolaborasi antara kementerian dan kampus untuk menciptakan budaya akademik yang sehat sesuai dengan akhlak mulia.

Selanjutnya, Nadiem menegaskan, Permendikbudristek tentang PPKS ini menyasar siapapun baik itu pelaku maupun korban yang berada di dalam lingkungan kampus.

“Jadi ini bukan hanya dosen ke mahasiswa, tetapi mahasiswa ke mahasiswa, dosen ke mahasiswa, dosen ke tenaga pendidikan, dosen ke dosen. Bahkan lintas perguruan tinggi pun. Jadi anak-anak kita yang terlibat di Kampus Merdeka atau magang juga karena ruang lingkupnya sangat luas,” terangnya.

Nadiem juga menuturkan, banyak korban kekerasan seksual yang menjadi korban berkali-kali. Hal ini terjadi karena ada area abu-abu tidak menegaskan maksud dari kekerasan seksual secara spesifik dan detail.

Untuk itu, Nadiem mengatakan inovasi dari Permendikbudristek tentang PPKS ini secara eksplisit menjelaskan permutasi dari kekerasan seksual secara fisik, nonfisik, verbal hingga yang melalui teknologi informasi dan komunikasi.

Nadiem menegaskan, bentuk kekerasan seksual secara online atau dalam jaringan (daring) sering dianggap sepele, padahal dampak psikologisnya bisa sama atau bahkan lebih parah daripada kekerasan fisik.

“Ini harus kita tegaskan dalam Permendikbudristek ini dan semua kategorisasi ini kita tidak menciptakan kategorisasi sendiri. Kita mengikuti standar nasional acuan dari Komnas Perempuan dan juga standar internasional seperti standar-standar best practice dari UNICEF dan WHO,” terangnya.

Nadiem juga menegaskan, Permendikbudristek tentang PPKS ini hanya mengatur tentang kekerasan seksual yang merujuk pada tindakan merendahkan, menghina, melecehkan dan menyerang tubuh atau fungsi reproduksi seseorang karena ketimpangan relasi kuasa atau gender yang berakibat penderitaan psikis atau fisik termasuk mengganggu kesehatan reproduksi seseorang hingga hilang kesempatan melaksanakan pendidikan tinggi dengan aman dan optimal.

“Ini sangat penting karena kita harus mendefinisikan kenapa Permendikbudristek ini hanya menyasar kekerasan seksual. Ada banyak sekali isu-isu yang mungkin di luar Permendikbudristek ini yang tidak menyasar kekerasan seksual dan tidak masuk dalam kategori kekerasan seksual dan belum tentu hal-hal tersebut diperbolehkan menurut norma etika atau agama dan itu semua menggunakan peraturan lain yang berlaku maupun norma-norma etika di dalam kampus,” ucapnya.

Nadiem menambahkan, Permendikbudristek tentang PPKS ini tugasnya hanya satu mendefinisikan kekerasan seksual dan memberikan langkah-langkah pencegahan dan penanganan kasus-kasus kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Cegah Omicron, Kapolri Tekankan Disiplin Prokes hingga Vaksinasi Booster

Kapolri mengingatkan masyarakat untuk terus menjaga prokes dan melakukan vaksinasi ketiga atau booster untuk mencegah varian Omicron.

NASIONAL | 19 Januari 2022

Usut Dugaan Korupsi Garuda, Kejagung Koordinasi dengan KPK

Kejagung akan berkoordinasi dengan KPK dalam penyidikan dugaan korupsi PT Garuda Indonesia untuk mencegah terjadinya nebis in idem.

NASIONAL | 19 Januari 2022

Dukung Presidensi G-20, Gernas BBI Kampanyekan Kendaraan Listrik

Gernas BBI menampilkan kendaraaan listrik produksi dalam negeri sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan hidup yang diusung dalam Presidensi G-20.

NASIONAL | 19 Januari 2022

Masyarakat Pasundan Bersatu Deklarasi Dukung La Nyalla Jadi Presiden 2024

Ribuan masyarakat Pasundan Bersatu mendeklarasikan Dukungan ke Ketua DPD La Nyalla Mattalitti untuk maju sebagai calon Presiden 2024.

NASIONAL | 19 Januari 2022

Heru Hidayat Divonis Nihil, Ini Tanggapan KY

Komisi Yudisial (KY) bersikap terbuka bila dipandang ada dugaan pelanggaran dari majelis hakim dalam menetapkan vonis tersebut.

NASIONAL | 19 Januari 2022

BMKG: Waspada Gelombang Tinggi hingga 4 Meter pada 19-20 Januari

Gelombang tinggi hingga 4 meter yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan pada 19-20 Januari 2022.

NASIONAL | 19 Januari 2022

Kemendagri Beberkan Empat Strategi Percepatan Realisasi APBD

Kemendagri memaparkan empat strategi percepatan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah atau APBD.

NASIONAL | 19 Januari 2022

Seleksi PTKIN Dibuka, Menag Ingatkan Peningkatan Mutu

Menag mengingatkan agar PTKIN tidak semata fokus pada perluasan akses, tetapi juga harus berorientasi pada peningkatan mutu.

NASIONAL | 19 Januari 2022

Putusan Heru Hidayat, Jaksa Agung Tegaskan Ajukan Banding

Jaksa Agung menegaskan tidak ada cara lain selain mengajukan banding terhadap putusan vonis nihil itu terhadap Heru Hidayat.

NASIONAL | 19 Januari 2022


TAG POPULER

# IKN


# Nia Ramadhani


# Omicron


# Rahmat Effendi


# Sanksi Antidoping



TERKINI
Pedagang Pasar di Tangerang Kecewa Tak Bisa Jual Minyak Goreng Murah

Pedagang Pasar di Tangerang Kecewa Tak Bisa Jual Minyak Goreng Murah

MEGAPOLITAN | 3 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings