Logo BeritaSatu

BKKBN: Turunkan Angka Stunting Harus Kerja Sama Antarkementerian dan Lembaga Pemerintah

Senin, 15 November 2021 | 16:00 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / EHD

Jakarta, Beritasatu.com – Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo mengatakan angka stunting saat ini 27,6%, sementara pemerintah menargetkan angka stunting turun menjadi 14% pada 2024.

BKKBN yang melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72 Tahun 2022 ditunjuk sebagai ketua tim percepatan penurunan stunting di Indonesia sejauh ini telah melakukan berbagai upaya pencegahan stunting.

Hasto menyebutkan berbagai upaya dilakukan setahun terakhir ini masih membutuhkan sinergitas antarkementerian dan lembaga (K/L).

“Sinergisitas antarkementerian dan lembaga harus selalu kita jalin atau kita kenal dengan konvergensi. Sarana untuk konvergensi harus melalui media-media komunikasi yang terkini,” kata Hasto pada webinar tentang “Keterbukaan Informasi Publik dalam rangka Percepatan Penurunan Stunting” Senin (15/11/2021).

Hasto menyebutkan ada substansi yang sangat penting untuk diintegrasikan antarkementerian dan lembaga yaitu data mengenai siapa dan di mana keluarga berisiko melahirkan bayi stunting serta siapa dan di mana penderita stunting tersebut berada harus diperbaharui termasuk keberadaan ibu hamil berisiko melahirkan bayi stunting.

“Ini adalah data- data penting, data keluarga, sasaran yang harus kita integrasikan menjadi suatu big data bersama Kementerian Dalam Negeri yakni Dukcapil dan juga dengan kementerian dan lembaga yang lainnya,” tambah Hasto.

Dikatakannya, intervensi masalah stunting ini melibatkan kementerian/lembaga lain karena berkaitan dengan gizi, masalah lingkungan, sanitasi, air bersih dan perumahan yang tidak kumuh. Selain itu, faktor lain yang mempengaruhi di antaranya adalah situasi kemiskinan termasuk masyarakat level pendidikan setempat.

Pada kesempatan sama, Hasto menuturkan selama ini pemerintah sudah mengalokasikan lebih dari 20% dari total anggaran stunting yang dipakai untuk melakukan intervensi gizi.

Bahkan, pemerintah akan meningkatkan anggaran tersebut sehingga sangat membutuhkan keterbukaan informasi publik dan pendataan yang real time dengan tingkat validitas data yang tinggi.

Untuk mendukung sistem pendataan ini, Hasto mengatakan, BKKBN telah mengembangkan aplikasi Elektronik Siap Nikah dan Hamil (Elsimil). Melalui aplikasi ini calon pengantin sebelum melakukan acara ijab kabul sebaiknya melakukan skrining atau pemeriksaan kesehatan. Data pemeriksaan tersebut dimasukan dalam aplikasi tersebut.

“Dari situ lah semua perempuan khususnya yang mau nikah harus diketahui status gizinya. Apakah nutrisinya baik atau tidak, tiga bulan sebelumnya apakah dia anemia atau tidak,” ucapnya.

Hasto menegaskan pemeriksaan kondisi calon pengantin seperti untuk mengetahui kondisi anemia tidak membutuhkan biaya mahal seperti pre-wedding yang bisa menghabiskan puluhan juta rupiah. Namun, prakonsepsi ini sangat bermanfaat untuk mencegah stunting.

Dikatakannya, calon ibu yang melakukan pemeriksaan kesehatan dan datanya terekam pada aplikasi Elsimil akan dipantau. Pemantauan ini dilakukan mulai dari pemberian resep obat apabila kondisi calon pengantin mengalami anemia atau memberi tips kepada calon ibu yang mengalami kelebihan berat badan. Aplikasi Elsimil ini juga dirancang untuk melanjutkan pemantaun selama kondisi kehamilan hingga melahirkan.

Hasto juga menambahkan pihaknya juga telah melatih 600.000 sebagai pendamping keluarga Indonesia terdiri dari para bidan, pemberdayaan kesejahteraan keluarga (PKK), dan sejumlah kader untuk melakukan pencatatan yang riil di lapangan agar intervensi dilakukan pemerintah tepat sasaran.

“Pendamping keluarga akan bekerja mulai Januari 2022 sangat bermanfaat untuk mendapatkan data maupun untuk mendampingi semua bantuan dari kementerian dan lembaga dipastikan sampai pada keluarga itu sangat penting,” pungkasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA


TAG POPULER

# Deddy Corbuzier


# UAS


# Timnas Indonesia


# Minyak Goreng


# Lin Che Wei


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Peringatan Harkitnas Diharapkan Tak Sekadar Seremonial

Peringatan Harkitnas Diharapkan Tak Sekadar Seremonial

NEWS | 7 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings