Pengamat Terorisme: JI Telah Bertransformasi, Penangkapan Tokoh MUI dan Ketua Umum PDRI Salah Sasaran
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Pengamat Terorisme: JI Telah Bertransformasi, Penangkapan Tokoh MUI dan Ketua Umum PDRI Salah Sasaran

Rabu, 17 November 2021 | 18:23 WIB
Oleh : Chairul Fikri / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Penangkapan Ketua Umum Partai Dakwah Republik Indonesia (PDRI) Ustaz Farid Ahmad Okbah dan anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ahmad Zain An-Najah lantaran dugaan menjadi bagian jaringan terorisme Jamaah Islamiyah (JI) dianggap salah sasaran. JI kini telah bertransformasi menjadi lembaga yang bersifat humanisme dan tidak lagi terkait dengan jaringan terorisme.

Hal itu diungkapkan pengamat terorisme Al Chaidar kepada Beritasatu.com, Rabu (17/11/2021).

"Saya pikir apa yang dilakukan teman-teman Densus itu salah sasaran jika memang masih menyebut JI itu sebagai bagian dari jaringan terorisme. Pasalnya sejak kemunculannya, JI itu telah 4 kali bertransformasi. Di mana Ustaz Farid dan Ustaz Zain masuk ke dalam tubuh lembaga JI setelah adanya transformasi ketiga dan keempat yang tidak ada sangkut pautnya dengan terorisme," ungkap Chaidar.

Ditambahkannya, sejak kemunculannya tahun 1992, JI sudah bertransformasi empat kali yakni di tahun 1992 - 1999 mereka jadi organisasi jihadin di mana banyak anggotanya yang menjadi relawan perang di beberapa negara seperti Afganistan dan beberapa negara timur tengah yang telah berkonflik, misalnya, tokohnya Amrozi dan Imam Samudra.

Lalu di fase kedua transformasi JI ada di tahun 2000 - 2007 mereka memang jadi lembaga gerakan teroris dengan melakukan aksi pemboman di beberapa lokasi di Indonesia. Sedangkan untuk fase ketiga itu ada di tahun 2007 -2013 mereka bertransformasi menjadi organisasi dakwah.

"Dan transformasi keempat terjadi tahun 2013 hingga saat ini, di mana mereka (JI) menjadi organisasi humanitarian atau organisasi kemanusiaan yang banyak mengumpulkan dana kemanusian. Jadi saya pikir Ustaz Farid dan Ustaz Zain yang masuk ke JI di fase ketiga dan keempat tidak terlibat dengan aksi terorisme organisasi JI," lanjutnya.

Chaidar menyatakan, kepolisian harus bisa membuktikan keterlibatan mereka dalam aksi terorisme bila memang mereka menyatakan punya bukti terkait keterlibatannya dalam aksi terorisme.

"Polisi harus bisa men-display bukti-bukti keterlibatan mereka dalam aksi terorisme dan penggalang dana aksi tersebut. Karena sejak penangkapan ustaz Sara Wijayanto dan ustaz Zulkarnaen dan yang terakhir Abu Rusdan, polisi tidak bisa menyertakan bukti-bukti mereka terlibat aksi terorisme. Padahal yang ditangkap pada saat yang bersamaan adalah pihak ISIS dan ketika mereka men-display mereka menggabungkan mereka dengan para tersangka terorisme secara bersamaan yang menyebabkan publik mendata mereka bagian dari terorisme sehingga harus ada perbedaan antara pengikut JHD dan JI ini," terangnya.

Chaidir juga berharap, polisi berani menyatakan mereka tidak tergabung dengan aksi-aksi teror bila memang bukti yang didapat tidak membuktikan mereka terlibat.

"Kalau memang mereka terbukti sebagai bagian dari jaringan terorisme, polisi harus menjatuhkan hukuman setimpal dengan apa yang mereka lakukan. Sedangkan kalau dalam penyelidikan dan penyidikan, polisi tidak bisa membuktikan mereka terlibat maka polisi dan pemerintah harus berani mengungkapkan itu dan membersihkan nama baik mereka atau me-repatriasi nama baik mereka. Bahkan negara harus berani memberikan ganti rugi sejumlah dana yang diberikan kepada mereka karena selama ditangkap sektor ekonomi mereka pasti terganggu, dan pemerintah juga harus mengganti rugi kerugian imaterialnya karena cap terorisme itu agar nama baik mereka bisa pulih lagi," katanya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Indonesia Kembali Terima Donasi Vaksin Covid-19 dari COVAX

Indonesia menerima kedatangan vaksin Pfizer yang merupakan donasi COVAX, Sabtu (22/1/2022) malam

NASIONAL | 22 Januari 2022

MAKI Laporkan Dugaan Pungli Oknum Bea Cukai Bandara Soetta

Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) melaporkan dugaan pungli oleh oknum pegawai Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) kepada Kejaksaan Tinggi Banten.

NASIONAL | 22 Januari 2022

UPN Veteran Jakarta Buka Jalur untuk Youtuber, Ketua OSIS, dan Hafiz Quran

UPN Veteran Jakarta  para Youtuber, ketua OSIS, dan juga mereka yang hafal kitab suci Alquran atau hafiz minimal 10 juz.

NASIONAL | 22 Januari 2022

Arteria Punya Pelat Mobil Dinas Polri, Pakar: Mungkin Diskresi Pejabat Polri

Adrianus Meliala menduga bahwa Arteria Dahlan memiliki pelat nomor mobil dinas Polri karena adanya diskresi dari pejabat Polri tertentu

NASIONAL | 22 Januari 2022

Polisi Limpahkan Berkas Dua Tersangka Kasus Pelecehan Mahasiswi Unsri

Berkas hasil penyidikan kasus pelecehan mahasiswi Unsri yang diberikan kepada jaksa tersebut sudah lengkap beserta barang bukti masing-masing.

NASIONAL | 22 Januari 2022

Antisipasi Covid-19 pada PTM, IDAI Sarankan Metode Hybrid Learning

Untuk mengantisipasi penularan Covid-19 pada pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM), IDAI menyarankan untuk menerapkan sistem hybrid learning

NASIONAL | 22 Januari 2022

Mobil Arteria Dahlan Pakai Pelat Nomor Dinas Polisi, Ini Tanggapan Sosiolog

Sosiolog UGM Sunyoto Usman menduga mobil Arteria Dahlan yang menggunakan pelat nomor dinas Polri karena Arteria ingin membuat jarak sosial yang lebar

NASIONAL | 22 Januari 2022

Pemkab Rembang Gencarkan Program Vaksinasi Anak

Wakil Bupati Rembang, Mochamad Hanies Cholil Barro berharap upaya percepatan vaksinasi anak ini akan bisa melindungi anak-anak dari bahaya Covid-19.

NASIONAL | 22 Januari 2022

Perhumas Ikut Sukseskan Pertemuan G-20 Lewat Indonesia Bicara Baik

Perhumas juga ikut ambil bagian untuk mensukseskan pertemuan G-20 melalui kegiatan Indonesia Bicara Baik.

NASIONAL | 22 Januari 2022


TAG POPULER

# Tabrakan Beruntun Balikpapan


# Update Covid-19


# Omicron


# Rahmat Effendi


# Vaksinasi Covid-19



TERKINI
Rehabilitasi, Pesisisr Pantai Pangandaraan Ditanami 20.000 Pohon

Rehabilitasi, Pesisisr Pantai Pangandaraan Ditanami 20.000 Pohon

NASIONAL | 5 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings