BIN Sebut Penangkapan Teroris Bekasi Sesuai Prosedur
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

BIN Sebut Penangkapan Teroris Bekasi Sesuai Prosedur

Sabtu, 20 November 2021 | 12:44 WIB
Oleh : Chairul Fikri / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Penangkapan tiga terduga teroris pada Selasa (16/11/2021) yang dilakukan oleh Densus 88 Mabes Polri di Bekasi telah sesuai prosedur dan telah cukup alat bukti.

Sehingga penangkapan tersebut tidak dianggap menyudutkan lembaga dan melakukan kriminalisasi ulama.

Hal itu diungkapkan Deputi VII Komunikasi dan Informasi Badan Intelijen Negara (BIN), Wawan H Purwanto dalam diskusi virtual bertema “Menyoal Penangkapan Teroris JI”, Jumat (19/11/2021).

"Kalau berdasarkan informasi di BIN, penangkapan itu sudah sesuai dengan prosedur dan Densus 88 pastinya punya alat bukti yang kuat. Terlebih mereka ini sudah dipantau lama sejak 2014. Jadi tidak serta merta main tangkap karena sudah dilakukan pemantauan. Kita tidak menyudutkan lembaganya dan kriminalisasi ulama. Itu penangkapan orang perorang. Dan saat ini sedang disidik. Yang jelas terjadi terkait penggalangan dana. Yang lain diungkap di sini, dan nanti penyidikan yang akan mengungkap lebih jauh," ungkap Wawan.

Diterangkan Wawan, Densus 88 yang berada di bawah komando Mabes Polri sudah melakukan penyidikan yang sesuai standar operasional prosedur (SOP) dalam penangkapan tiga terduga terorisme.

Artinya dalam penangkapan tersebut Densus 88 Anti-teror sudah memiliki alat bukti yang jelas.

"Densus dan Mabes Polri, dan kita melihat apa yang dilakukan Densus itu on the track, dan jangan sampai ketidakadilan dalam penangkapan itu. Kalau sudah ada alat bukti dan saya kira bagaimana prosesnya itu kita ikuti secara cermat," terangnya.

"Dan terkait infiltrasi ke ormas dan organisasi sosial yang dilakukan mereka di salah satunya dengan masuk MUI dan partai politik, ini mencerminkan paham radikal telah masuk ke berbagai lini kehidupan masyarakat dan kita duga Jamaah Islamiyah (JI) telah bermetamorfosis mengubah pola aksinya, dengan menginfiltrasi lembaga lain," lanjutnya.

Sementara itu, Wakil Sekjen Bidang Hukum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ikhsan Abdullah secara pribadi mengaku sangat kaget dengan penangkapan anggota komisi fatwa MUI. Secara pribadi dirinya malu dengan berbagai macam perasaan dan berpikir kenapa ada orang-orang seperti itu di MUI.

"Yang pasti, saya secara pribadi sangat kaget. Malu dan berbagai macam perasaan, dan mengapa ada orang-orang seperti ini ada di MUI. Saya sama sekali tidak kenal dan anggota Komisi Fatwa dan merupakan utusan dari Ormas yang ada 70 orang di MUI,” kata dia.

Ia mengatakan, sejak kemarin pihak MUI juga tegaskan perbuatan mereka ini sebagai perbuatan individu dan di luar organisasi serta di luar korelasi dan institusi di MUI.

“Kita tidak tahu seribu pengurus MUI itu kita tahu. Tidak tahu juga karena tidak pantau itu. Paham radikal tidak ada tempat di MUI. Kalau ada hama itu musibah dalam suatu tenda besar yang harus disingkirkan," terangnya menambahkan.

Sedangkan mantan napi kasus terorisme, Haris Amir Falah, mengaku terkejut mendengar penangkapan Ustaz Farid Okbah dan juga petinggi MUI Pusat yang dilakukan Mabes Polri.

"Saya kenal beliau sebagai aktivis dakwah biasa, sangat tegas pada masalah Syiah misalnya. Saya yakin Densus tidak akan gegabah menangkap Okbah tanpa alasan kuat. Dan berdasarkan pengalaman, polisi selalu bisa menghadirkan bukti-bukti ke persidangan, sehingga tidak ada terdakwa kasus terorisme yang lolos. Terlebih belakangan ini kan selalu gaduh kalau ada penangkapan. Muncul kata Islamophobia, kriminalisasi ulama dan sebagainya. Padahal saat 2010 pun ada tokoh luar biasa yang ditangkap bareng saya. Dan di pengadilan bisa dibuktikan, bahwa betul ada kaitannya," ucapnya lebih lanjut.

Pengamat intelijen dan terorisme, Stanislaus Riyanta juga tidak sepakat bila tertangkapnya dua anggota MUI dalam kasus terorisme, langsung disimpulkan sebagai bukti infiltrasi paham teroris.

"Penyusupan harus dibuktikan. Kalau dia masuk normal-normal saja tidak mempengaruhi kebijakan dan tidak merekrut rekan-rekannya, berarti dia di situ untuk bertahan hidup,” kata dia.

Menurut Stanislauus, kecuali terbukti yang bersangkutan mempengaruhi rekan-rekannya, menggalang dana, merekrut anggota dan sebagainya itu baru bisa disebut menyusup.

Stanislaus sepakat keberadaan JI perlu terus diwaspadai. Karena sekarang JI sudah mengubah strategi dengan meninggalkan kekerasan yang selama ini justru merugikan mereka sendiri dengan jalan menggunakan cara-cara lain seperti dakwah, penggalangan dana, ada yang punya kebun sawit, mengirim anggotanya ke luar negeri untuk belajar. “Tujuannya lebih bersifat jangka panjang," tandasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Usut Dugaan Korupsi Garuda, Kejagung Koordinasi dengan KPK

Kejagung akan berkoordinasi dengan KPK dalam penyidikan dugaan korupsi PT Garuda Indonesia untuk mencegah terjadinya nebis in idem.

NASIONAL | 19 Januari 2022

Dukung Presidensi G-20, Gernas BBI Kampanyekan Kendaraan Listrik

Gernas BBI menampilkan kendaraaan listrik produksi dalam negeri sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan hidup yang diusung dalam Presidensi G-20.

NASIONAL | 19 Januari 2022

Masyarakat Pasundan Bersatu Deklarasi Dukung La Nyalla Jadi Presiden 2024

Ribuan masyarakat Pasundan Bersatu mendeklarasikan Dukungan ke Ketua DPD La Nyalla Mattalitti untuk maju sebagai calon Presiden 2024.

NASIONAL | 19 Januari 2022

Heru Hidayat Divonis Nihil, Ini Tanggapan KY

Komisi Yudisial (KY) bersikap terbuka bila dipandang ada dugaan pelanggaran dari majelis hakim dalam menetapkan vonis tersebut.

NASIONAL | 19 Januari 2022

BMKG: Waspada Gelombang Tinggi hingga 4 Meter pada 19-20 Januari

Gelombang tinggi hingga 4 meter yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan pada 19-20 Januari 2022.

NASIONAL | 19 Januari 2022

Kemendagri Beberkan Empat Strategi Percepatan Realisasi APBD

Kemendagri memaparkan empat strategi percepatan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah atau APBD.

NASIONAL | 19 Januari 2022

Seleksi PTKIN Dibuka, Menag Ingatkan Peningkatan Mutu

Menag mengingatkan agar PTKIN tidak semata fokus pada perluasan akses, tetapi juga harus berorientasi pada peningkatan mutu.

NASIONAL | 19 Januari 2022

Putusan Heru Hidayat, Jaksa Agung Tegaskan Ajukan Banding

Jaksa Agung menegaskan tidak ada cara lain selain mengajukan banding terhadap putusan vonis nihil itu terhadap Heru Hidayat.

NASIONAL | 19 Januari 2022

Nadiem: Kemendikbudristek selalu Berpihak pada Guru Honorer

Proses rekrutmen guru honorer yang dilakukan Kemendikbudristek selalu berpihak pada guru honorer.

NASIONAL | 19 Januari 2022

Kejagung Putuskan Dugaan Korupsi Garuda Naik Penyidikan

Kejaksaan Agung (Kejagung) meningkatkan status penanganan dugaan korupsi PT Garuda Indonesia (Persero) ke tahap penyidikan.

NASIONAL | 19 Januari 2022


TAG POPULER

# IKN


# Nia Ramadhani


# Omicron


# Rahmat Effendi


# Sanksi Antidoping



TERKINI
Ini Empat Peluang Usaha untuk Ibu Rumah Tangga

Ini Empat Peluang Usaha untuk Ibu Rumah Tangga

GAYA HIDUP | 3 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings