Logo BeritaSatu

Menko Polhukam: Pemeriksaan Tersangka Teroris Sesuai Hukum

Senin, 22 November 2021 | 16:52 WIB
Oleh : WM

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD memastikan pemeriksaan tiga tersangka teroris yang ditangkap oleh Densus 88 Antiteror, di Bekasi, Jawa Barat, sesuai dengan prosedur dan aturan hukum.

"Pemerintah akan memastikan proses hukum terhadap ketiga terduga teroris tersebut berjalan secara terbuka dan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku," kata Mahfud MD, di Jakarta, Senin (22/11/2021).

Mahfud menerangkan, kepolisian dan pemerintah saat ini belum dapat memberi keterangan mengenai alat bukti dan informasi terkait dengan terduga teroris.

Jika informasi tersebut diberikan oleh aparat dan pemerintah saat ini, menurut dia, itu akan mengganggu proses hukum yang masih berjalan.

"Pemerintah tidak bisa dan tidak boleh menjawab sekarang tentang bukti dan alat bukti terkait dengan penyelidikan dan penyidikan terhadap tiga terduga teroris tersebut. Hal itu bisa mengacaukan proses hukum," kata Menko Polhukam.

Ditegaskan pula bahwa sikap itu sejalan dengan aturan yang berlaku pada UU 5/2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

"Jadi, begitu ketentuannya, termasuk kapan (tersangka) boleh didampingi (oleh) pengacara, berapa lama pemeriksaan, dan seterusnya," ujarnya.

Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri pada tanggal 16 November 2021 menangkap tiga terduga teroris berinisial FAO, AA, dan AZA, di Bekasi, Jawa Barat.

AZA, saat penangkapan terjadi, merupakan anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Namun, tak lama kemudian, MUI pun menonaktifkan keanggotaan AZA selama yang bersangkutan menjalani proses hukum sebagai terduga teroris.

Tiga terduga itu sampai saat ini masih diperiksa oleh Tim Densus 88 Polri di Jakarta.

Kepolisian meyakini tiga terduga itu terkait dengan kelompok teror Jamaah Islamiyah.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: ANTARA

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

P2G Desak Pemerintah Beri Afirmasi kepada 1,6 Juta Guru

P2G mendesak Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim memberikan afirmasi kepada 1,6 juta guru yang belum mendapat tunjangan profesi guru.

NEWS | 27 September 2022

Ternyata, Ini Isi Koper Mencurigakan di Depan Polda Metro Jaya

Polisi memastikan koper mencurigakan di kawasan depan Polda Metro Jaya bukan berisi benda berbahaya. Ternyata, koper itu milik anggota polisi berisi pakaian.

NEWS | 27 September 2022

Anies Capres, Ini Cawapres dari PKS, Demokrat, dan Nasdem

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bakal diusung sebagai capres di Pilpres 2024 oleh koalisi Partai Nasdem, Demokrat, dan PKS

NEWS | 27 September 2022

Kasus Suap, Hakim Itong Isnaeni Dituntut 7 Tahun Penjara

Jaksa KPK menuntut Hakim Itong Isnaeni Hidayat, hakim nonaktif PN Surabaya dihukum 7 tahun penjara atas perkara dugaan suap penanganan perkara.. 

NEWS | 27 September 2022

Mantan Panglima OPM Minta Lukas Enembe Penuhi Pemeriksaan KPK

Mantan Panglima OPM Lambert Pekikir menyorot mangkirnya Gubernur Papua Lukas Enembe dari pemeriksaan KPK.

NEWS | 27 September 2022

Puan Minta Ahmadi Noor Supit Buat Gebrakan Tingkatkan Kinerja BPK

Ketua DPR, Puan Maharani berharap anggota BPK terpilih, Ahmadi Noor Supit membuat gebrakan untuk meningkatkan kinerja BPK dalam mencegah kerugian negara.

NEWS | 27 September 2022

KLHK Proses 1.308 Kasus Pencemaran Lingkungan Hidup ke Pengadilan

KLHK telah memproses 1.308 kasus pencemaran lingkungan hidup baik pidana dan perdata hingga ke pengadilan dalam beberapa tahun terakhir.

NEWS | 27 September 2022

KPU Tak Perpanjang Masa Perbaikan Dokumen Parpol

KPU memastikan tidak akan memperpanjang waktu perbaikan dokumen pendaftaran partai politik (parpol) calon peserta Pemilu 2024

NEWS | 27 September 2022

Keluarga Yakin Mahsa Amini Disiksa Polisi Susila Iran sebelum Tewas

Keluarga Mahsa Amini yang meninggal dalam tahanan Iran meyakini, wanita berusia 22 tahun itu meninggal setelah mendapat penyiksaan dari polisi susila.

NEWS | 27 September 2022

1,6 Juta Guru Belum Terima Tunjangan karena Terkendala Aturan Kemendikbudristek

Sebanyak 1,6 juta guru yang belum mendapat tunjangan profesi guru karena terkendala persyaratan yang dibuat Kemendikbudristek.

NEWS | 27 September 2022


TAG POPULER

# Kevin Sanjaya


# Surplus APBN


# Kompor Listrik


# AKBP Arif Rachman


# Lukas Enembe


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Babak I, Gol Cepat Dimas Drajad Bawa Timnas Indonesia Unggul

Babak I, Gol Cepat Dimas Drajad Bawa Timnas Indonesia Unggul

BOLA | 11 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings