Logo BeritaSatu

Hadapi Bonus Demografi, Talenta Digital Harus Disiapkan

Rabu, 24 November 2021 | 22:08 WIB
Oleh : Bernadus Wijayaka / BW

Jakarta, Beritasatu.com - Indonesia akan memasuki era emas pada 2045. Menuju era itu diperlukan banyak persiapan, terutama sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan mumpuni serta kreatif. Sejumlah tantangan juga harus dilalui agar masa Indonesia Emas dapat tercapai pada kemudian hari. Sebelum memasuki era emas, Indonesia terlebih dulu memasuki fase yang disebut bonus demografi yang diperkirakan terjadi pada 2030. Kondisi ini jika dilihat dari sisi positif tentu akan menjadi peluang bagi Indonesia untuk menjadi negara maju.

“Ada negara yang menjadikan pertumbuhan populasi sebagai strategi perkembangan negaranya. Sebelum masuk ke 2045, kita sentuh dulu tahun 2030 karena ini kita akan berada dalam puncak bonus demografi,” kata pendiri Institute of Social Economic Digital (ISED) Rudiantara saat webinar berteme SDM Talenta Digital Menuju Era Indonesia Emas 2045, di Jakarta, Rabu (24/11/2021).

Dia menambahkan, dengan kondisi tersebut usia produktif penduduk Indonesia berada dalam puncaknya pada sembilan tahun ke depan. Akan tetapi, kata dia, sangat penting untuk memanfaatkan mencapai bonus demografi yang sudah di depan mata agar periode tersebut diisi oleh sumber daya yang produktif.

“Penting diketahui bagaimana masa ini menghasilkan sesuatu. Menghasilkan apa? Yang berkarakter seperti apa? Nah ini yang harus sama-sama kita siapkan tahun 2030,” kata Rudiantara.

Pada 2030, kata dia, kebutuhan SDM di bidang digital akan mencapai 9 juta orang untuk mengisi berbagai kategori keahlian.

Pertama, masuk dalam kategori dasar yaitu masyarakat pengguna internet untuk sosial media. Di sini SDM harus diajarkan agar menggunakan teknologi secara bijak agar terhindar dari hal negatif. Kedua adalah kategori menengah. Di sektor ini pemerintah membuat program pelatihan agar mampu adaptif terhadap perkembangan teknologi 4.0. Ketiga, soal kebijakan di mana pemerintah bekerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi dunia untuk menata digital.

“Yang perlu diperhatikan nanti bahwa perusahaan besar sudah tidak melihat lagi ijazah ketika mencari (SDM). Tetapi mereka akan mengecek kemampuan yang dimiliki. Yang tidak kalah penting adalah karakter. Mengapa? Karena Indonesia tidak berdiri sendiri. Kita akan berkompetisi dalam segala bidang dengan negara lain,” katanya.

Puncak
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ada sekitar 70% penduduk produktif yang sekarang memasuki puncak bonus demografi. “Kendati demikian, SDM yang diperlukan bukan hanya mereka yang maju tetapi juga berkarakter dan bisa memanfaatkan digital dengan bijak,” tambah Founder ISED Sri Adiningsih.

Sekretaris Kemenko PMK YB Satya Sananugraha menambahkan, dalam mempersiapkan era emas diperlukan persiapan SDM unggul sejak 1.000 hari pertama kehidupan manusia. Kemudian juga perlu disiapkan keluarga yang baik sehingga tercipta SDM yang sehat dan kreatif.

“Persiapan SDM unggul mulai dari 1.000 hari kehidupan, mengurangi stunting dan angka kematian ibu. Kita merancang bimbingan perkawinan, ciptakan keluarga yang baik dari kesehatan reproduksi, rencana keluarga dan kesehatan ekonomi. Sehingga keluarga sehat hasilkan anak baik,” katanya.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Nadiem Makarim menuturkan, untuk mengambil peran dalam teknologi, bukan hanya SDM unggul emas saja yang diperlukan tetapi juga platinum. Oleh karenanya, dia membuat Kampus Merdeka Platinum di mana salah satu programnya adalah magang bersertifikat.

“Ada 120 perusahaan yang mengampu program MSID untuk 13.000 mahasiwa. Dan perusahaan menjadi mini kampus. Mahasiswa mendapat pengalaman belajar langsung. Ada jaminan 20 SKS sehingga mereka tidak kehilangan SKS di kampus,” kata Nadiem.

Dia menambahkan, program tersebut dirancang untuk mempersiapkan perguruan tinggi agar digital talent yang siap jadi pengalaman dan kebutuhan. Pasalnya, dalam program ini yang dicari bukan hanya ijazah tetapi pengalaman dan bisa menjadi kontributor inovasi teknologi.

Pada kesempatan yang sama, Founder Indonesia Heritage Foundation (IHF) Ratna Megawangi menambahkan, umumnya negara yang masa bonus demografinya berakhir langsung menjadi negara maju. Salah satu contohnya adalah Jepang.

Namun bagi Indonesia, untuk mencapainya ada tantangan tersendiri karena eranya berbeda akibat teknologi yang sangat cepat berubah. “Generasi Alpha akan mewarnai Indonesia Emas, masa yang sangat prospek kalau ingin meningkatkan SDM. Kita juga harus punya empati karena ini menjadi dasar pembentukan karakter,” katanya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Operasi Zebra Jaya 2022, Polda Metro Jaya Kerahkan 3.070 Personel

Operasi Zebra Jaya 2022 dimulai pada Senin (3/10/2022). Polda Metro Jaya menggelar apel kesiapan di Markas Polda Metro Jaya.

NEWS | 3 Oktober 2022

Bima Arya Puji Semangat Kolaborasi Anies Baswedan

Wali Kota Bogor Bima Arya menyampaikan puja-puji atas kerja kolaborasi yang dilakukan Gubernur DKI Anies Baswedan terhadap kota sekitar.

NEWS | 3 Oktober 2022

Masyarakat Jambi Deklarasi Dukung Sandiaga Maju Pilpres 2024

Relawan Teman Sandi memfasilitasi masyarakat Jambi menggelar deklarasi mendukung Sandiaga Uno maju Pilpres 2024.

NEWS | 3 Oktober 2022

PSSI Larang Arema FC Berlaga di Stadion Kanjuruhan

PSSI melarang Arema FC untuk berlaga di Stadion Kanjuruhan atau menjadi tuan rumah hingga akhir pelaksanaan Liga 1 musim ini buntut dari tragedi Kanjuruhan.

NEWS | 3 Oktober 2022

Tragedi Kanjuruhan, DPR Minta PSSI Akui Kelemahan ke FIFA

Andreas Pareira meminta PSSI segera menjelaskan ke FIFA serta dunia internasional mengenai tragedi Kanjuruhan.

NEWS | 3 Oktober 2022

Presiden Jokowi: Pandemi Covid-19 Segera Berakhir

Presiden Jokowi menyatakan pandemi Covid-19 di Indonesia segera berakhir setelah melanda lebih dari dua tahun lamanya.

NEWS | 3 Oktober 2022

Komisi X DPR: Tragedi Kanjuruhan Coreng Sepak Bola Indonesia

Andreas Pareira menilai tragedi Kanjuruhan, usai pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan.

NEWS | 3 Oktober 2022

KPK Pastikan Penanganan Formula E Tidak Bisa Diatur Pihak Tertentu

KPK memastikan penanganan perkara Formula E tidak bisa diatur atau atas dasar keinginan pihak tertentu. 

NEWS | 3 Oktober 2022

KPAI Minta Negara Hadir pada Anak Korban Tragedi Kanjuruhan

Negara harus bertanggung jawab terhadap jatuhnya korban jiwa dan luka-luka dalam tragedi Kanjuruhan.

NEWS | 3 Oktober 2022

Pasukan Keamanan Iran Bentrok dengan Mahasiswa di Teheran

Pasukan keamanan Iran bentrok dengan mahasiswa universitas terkemuka di Teheran pada Minggu (2/10/2022).

NEWS | 3 Oktober 2022


TAG POPULER

# Tragedi Kanjuruhan


# Lesti Kejora


# Pembantaian di Papua Barat


# Arema FC


# Raja Charles III


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Divisi Propam Akan Dirombak, Polri: Perlu Proses dan Kajian

Divisi Propam Akan Dirombak, Polri: Perlu Proses dan Kajian

NEWS | 6 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings