Logo BeritaSatu

HGN 2021, Survei FSGI: Kinerja Nadiem Baik

Kamis, 25 November 2021 | 10:05 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional (HGN) 2021, Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) melakukan survei pada 7 indikator kinerja pendidikan yang dipimpin oleh Menteri Pendidikan, Kebudayan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim dengan responden 777 guru dan mendapatkan data hampir 80% menilai baik.

“Jadi data hampir 80% responden menilai baik terhadap kinerja mas Menteri (Nadiem Anwar Makarim),” kata Mansur selaku Wakil Sekjen FSGI dalam keterangan pers diterima Beritasatu.com, Kamis (25/11/2021).

Mansur menjelaskan hal ini dapat dilihat dari 777 responden, 74,9 % responden menilai pembelajaran jarak jauh (PJJ) berjalan dengan baik. Selain itu, 74,3 % responden berpendapat bantuan kuota berjalan dengan baik.

Sementara terkait asesmen nasional (ANBK), lebih dari 80,2% guru menyatakan pelaksanaan ANBK sudah baik. Sedangkan Program Guru Penggerak (PGP) dinilai baik oleh 82,5% responden.

Program Sekolah Penggerak (PSP) dirasakan baik oleh 79,4% responden, dan 73,6% responden menilai Program Organisasi Penggerak (POP) baik untuk kemajuan pendidikan di Indonesia. Terakhir 80,8% responden menilai proses rekrutmen pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) guru honorer telah berhasil membantu penyelesaian masalah guru honor.

Sekjen FSGI Heru Purnomo menyebutkan, sekitar 10-20% responden menilai semua kebijakan/program Mendikbudristek Nadiem dalam kategori cukup. Menurutnya, hal tersebut dapat dipahami karena sebagian besar program diberlakukan secara selektif.

“Artinya masih terdapat komponen guru yang tidak merasakan manfaat dari program-program Kemendikbudristek. PGP, PSP dan POP diberikan melalui seleksi yang cukup ketat, sedangkan P3K masih terbatas pada guru honorer yang sudah tercantum di dapodik,” ucapnya.

Untuk merespons penilaian guru yang kurang, Heru mengatakan pihaknya memberikan rekomendasi seperti kualitas PJJ tetap ditingkatkan, mengingat masih ada 50% lebih responden yang menyatakan PJJ belum berjalan lancar. “PJJ tidak hanya diperlukan saat pandemi,” ucapnya.

Selain itu, bantuan kuota belajar sebaiknya tetap diberikan dengan perbaikan pada proses penyalurannya. Sedangkan ANBK harus dilanjutkan serta dilakukan peningkatan pada pemanfaatan hasil ANBK.

Heru juga menambahkan program PGP dapat dilanjutkan dengan perbaikan pada proses rekrutmen yang tidak mementingkan jumlah/kuantitas. Sedangkan PSP harus diperbanyak karena lebih dirasakan manfaatnya oleh sekolah.

“Untuk POP harus dievaluasi karena masih banyak guru yang tidak merasakan dampaknya serta model rekrutmen P3K guru harus dievaluasi terkait pola pemberian nilai afirmasi,” katanya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA


TAG POPULER

# DNA Pro


# CPO


# PDSI


# SEA Games


# Hari Kebangkitan Nasional


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Kalahkan Wolverhampton, Liverpool Gagal Juara Liga Inggris

Kalahkan Wolverhampton, Liverpool Gagal Juara Liga Inggris

BOLA | 10 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings