Logo BeritaSatu

P2G: Perbaiki Seleksi Guru Honorer

Kamis, 25 November 2021 | 10:11 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Dalam rangka peringaan Hari Guru Nasional (HGN) 2021, Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Satriwan Salim mendesak pemerintah untuk melakukan perbaikan terhadap hasil seleksi guru skema pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K).

Menurutnya, skema P3K hadir untuk menyelesaikan persoalan guru honorer, seharusnya Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) bersama pemerintah daerah (pemda) mestinya berkoordinasi.

“Sinergisitas dibutuhkan agar mendorong pemda menambah jumlah formasi guru P3K. Sedapat mungkin disesuaikan angka kebutuhan riil di daerah, agar dapat mengakomodir semua guru honorer,” ucap Satriwan dalam keterangan pers diterima Beritasatu.com, Kamis (25/11/2021).

Dikatakannya, berdasarkan hasil evaluasi tim P2G, pihaknya menilai Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim belum bisa meyakinkan pemda mengusulkan formasi guru P3K secara maksimal.

“Pemda ternyata hanya mengajukan 506.252 formasi pada 2021, itu pun yang lulus 173.329 guru saja. Padahal janji Mas Nadiem menyediakan 1.002.616 formasi. Capaian masih jauh dari target," terang Satriwan.

Untuk itu, Satriwan meminta pemerintah pusat merekalkulasi dan membuat roadmap guru honorer lulus P3K. Mulai dari penempatan dan lama kontrak berdasarkan surat keputusan (SK) pemda, termasuk jenjang pembinaan dan pengembangan karier. Sebab keberadaan guru P3K berpotensi menggeser keberadaan guru honorer lain yang ada di sekolah tersebut. Guru honorer lain bisa terbuang, tentu menjadi masalah baru.

Selanjutnya, Satriwan juga menyoroti seleksi guru P3K tahap II dan III, yang dibuka bagi guru swasta dan umum. Menurutnya, diperlukan regulasi khusus mengatur, apakah guru swasta lolos P3K akan ditempatkan di sekolah swasta atau negeri.

“Karena keduanya punya konsekuensi. Mengajar di sekolah swasta akan berdampak terhadap penghasilan ganda, dari negara sebagai ASN (aparatur sipil negara) sekaligus dari yayasan swasta. Tentu menimbulkan kecemburuan sosial bagi guru swasta non P3K maupun guru P3K sekolah negeri,” ucapnya.

Sebaliknya, jika guru P3K dari sekolah swasta mengajar di sekolah negeri, keberadaan mereka akan menggeser guru honorer lain yang tak lulus P3K. Menjadi ketidakadilan baru bagi guru honorer lain.

Menurut Satriwan, akan ada potensi besar terjadinya konflik horizontal sesama guru di masyarakat. Satriwan mengungkapkan, seleksi P3K tahap II dan III mendorong guru sekolah swasta kelas pinggiran, menjadi ASN PPPK.

“Jika motivasi menjadi P3K makin besar, patut dikhawatirkan migrasi besar-besaran guru swasta. Kemdikbudristek, Kemenag, dan pemda perlu melakukan pemetaan secara komprehensif sebagai langkah antisipatif, dampak kekurangan guru sekolah swasta nanti. Inilah alasan mendesak dibuatnya regulasi khusus pengelolaan guru P3K,” ucapnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Peretas Jual Data Nomor Ponsel PM Inggris dan Pejabat Tinggi

Peretas menjual data rahasia nomor PM Inggris dan para pejabat tinggi lainnya. Situs web AS mencantumkan rincian kontak terbaru hampir semua menteri Inggris.

NEWS | 3 Oktober 2022

Rabu, Polri Limpahkan Tahap II Ferdy Sambo Dkk

Pelimpahan tahap II Ferdy Sambo dan kawan-kawan (dkk), tersangka tindak pidana pembunuhan Brigadir J dilaksanakan pada Rabu (5/10/2022).

NEWS | 3 Oktober 2022

Tiga Mahasiswa Tewas Tenggelam di Pantai Klui Lombok Utara

Sebanyak tiga mahasiswa tewas tenggelam di Pantai Klui, Dusun Kelui, Desa Malaka, Kabupaten Lombok Utara, NTB. Minggu (2/10/2022).

NEWS | 3 Oktober 2022

Musim Dingin di Eropa, Ilmuwan Peringatkan Cuaca Lebih Dingin

Ilmuwan memperingatkan perubahan cuaca yang lebih dingin dari biasanya saat musim dingin mendatang di Eropa

NEWS | 3 Oktober 2022

5 Tahun Dipimpin Anies, Dino Patti Djalal Sebut Jakarta Berkembang Pesat

Pendiri FPCI, Dino Patti Djalal menilai Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah membawa Jakarta berkembang pesat selama lima tahun belakangan.

NEWS | 3 Oktober 2022

Tragedi Kanjuruhan, Ridwan Kamil Dukung Kompetisi Sepak Bola Dihentikan

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mendukung agar kompetisi sepak bola dihentikan sementara imbas tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan orang. 

NEWS | 3 Oktober 2022

Relawan Perkenalkan Ganjar Pranowo Lewat Turnamen PUBG Mobile

Sahabat Ganjar memperkenalkan sosok Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kepada masyarakat di Kabupaten Belitung, Bangka Belitung melalui turnamen PUBG mobile.

NEWS | 2 Oktober 2022

Kasus Ferdy Sambo, Mahfud MD Sebut Divisi Propram Polri Akan Dirombak

Mahfud MD mengatakan pemerintah merekomendasikan perombakan secara terbatas Divisi Propam Polri buntut dari kasus Brigadir J yang menjerat Ferdy Sambo. 

NEWS | 2 Oktober 2022

Waspada, Gas Air Mata Bisa Berdampak Fatal

Dokter spesialis mata Eka Hospital Bekasi, Moh Arief Herdiawan meminta masyarakat agar mewaspadai gas air mata karena bisa berdampak fatal.

NEWS | 3 Oktober 2022

Bima Arya Mengaku Menikmati Kerja Sama dengan Anies Baswedan

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengaku menikmati jalinan kerja sama dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam mengelola daerahnya.

NEWS | 3 Oktober 2022


TAG POPULER

# Tragedi Kanjuruhan


# Lesti Kejora


# Pembantaian di Papua Barat


# Arema FC


# Raja Charles III


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Peretas Jual Data Nomor Ponsel PM Inggris dan Pejabat Tinggi

Peretas Jual Data Nomor Ponsel PM Inggris dan Pejabat Tinggi

NEWS | 24 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings