Densus Susun Puzzle Ungkap Pendanaan Teroris
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Densus Susun Puzzle Ungkap Pendanaan Teroris

Kamis, 25 November 2021 | 20:06 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / FFS

Jakarta, Beritasatu.com - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri, sedang menyusun puzzle untuk mengungkap pendanaan yang merupakan nafas dan darah kelompok teror. Semakin legal yayasan yang dibentuk, semakin sulit Densus 88 Antiteror melakukan penegakan hukum.

Hal itu, disampaikan Kepala Bagian Bantuan Operasi Densus 88 Antiteror Polri Kombes Pol Aswin Siregar, di Mabes Polri, Kamis (25/11/2021).

"Bagaimana kita akan menyusun puzzle atau (mengungkap) teka teki ini sebagai life blood (sumber hidup), sebagai nafas dan darah bagi organisasi teror," ujar Aswin.

Aswin mengungkapkan, pendanaan merupakan nafas dan darahnya kelompok teror. Tanpa dana, aktivitas kelompok teror tidak akan eksis.

"Pendanaan teror ini sebagaimana yang tadi saya jelaskan memang merupakan persoalan rumit. Kita juga melakukan investigasi, penyelidikan, penyidikan yang maraton, bukan berhari-hari, berbulan-bulan, tapi bertahun-tahun. Semakin dia legal, semakin sulit kita masuk dan mencoba membuktikannya. Semakin mereka legal, semakin dia ada dasar, semakin dia berhasil meraih simpati masyarakat, semakin besar tingkat kesulitan yang dihadapi pihak Densus ketika harus melakukan penegakan hukum terhadap hal itu. Tapi ini akan terus kita hadapi," ungkapnya.

Aswin menyampaikan, Densus berharap dukungan dari berbagai pihak seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI), tokoh agama, tokoh masyarakat, dan lembaga lainnya agar bekerja sama dalam penanggulangan terorisme. Densus juga mengimbau kepada masyarakat agar sumbangan-sumbangan yang diberikan diarahkan ke lembaga yang bisa dipercaya kebenarannya.

"Kita sama-sama bekerja dalam penanggulangan terorisme," katanya.

Strukur Pendanaan Organisasi Teror

Aswin mengungkapkan, berdasarkan dokumen yang didapatkan Densus 88, pada bagian paling atas struktur pendanaan kelompok Jamaah Islamiyah (JI) diduduki amir atau ketua kelompok. Kemudian, turun garis ke bawah ada bendahara pusat. Selanjutnya, turun dibagi dua bagian ada bidang tajhiz dan bidang dakwah.

"Kemudian mereka membuat sekat (garis putus-putus), di bawahnya adalah lembaga-lembaga yang legal, yayasan-yayasan yang normal. Di bawah bidang tajhiz ada BM ABA (Abdurrahman bin Auf), di bawah bidang dakwah itu ada yayasan amal Syam Abadi yang kemudian mendirikan lagi Syam Organizer," jelasnya.

Aswin melanjutkan, di samping yayasan Syam Abadi ada yayasan Madina. Yayasan ini seperti steering committee.

"Jadi kalau pihak sana (tajhiz) akan melakukan fundrasing, maka yang sebelahnya menyiapkan materi atau orang-orang atau dai. Yang menggerakkan pengumpulan dana sini, tapi yang membuat materi dan menyuplai orang pihak sebelahnya. Ini rapi sekali," katanya.

Menurut Aswin, berdasarkan keterangan Fitria Sanjaya alias FS selaku ketua yayasan BM ABA, mereka bergerak mengumpulkan dan menyetorkannya ke atas.

"FS ini yang menjelaskan bahwa organisasinya seperti ini. Dia bergerak mengumpulkan dana, dia ke mana menyetornya. Jadi kalau kita bayangkan urutan membentuk organisasi, setelah yang bawah bergerak, menyetor kembali dananya ke atas," ucapnya.

Aswin menambahkan, dalam pelaksanaan pengumpulan dana selalu dikaburkan dengan kegiatan yang di mata publik tidak melanggar aturan seperti untuk pendidikan atau mengirim bantuan kemanusiaan.

"Sehingga tidak kelihatan, padahal bagian dari program atau strategi untuk meraih simpati yang pada ending-nya penguasaan wilayah dengan dukungan. Sehingga pada suatu saat, seperti kita hadapi kemarin, ketika kita menangkap tersangka yang tersangkut dengan organisasi ini, publik bereaksi seolah-olah kita sudah menzalimi, telah mengkriminalisasi. Padahal kita sudah menjelaskan bahwa tidak ada kriminalisasi, tidak ada tindakan kita yang tidak berdasarkan alat bukti permulaan yang cukup," tegasnya.

Aswin menyebutkan, hingga saat ini Densus telah membekuk 14 tersangka dari yayasan BM ABA dan 10 dari Syam Organizer. Densus 88 juga sudah mengantongi nama-nama lain yang diduga terlibat, termasuk perannya.

"Kita tidak mau berandai-andai kalau ada penangkapan selanjutnya nanti akan mengejutkan lagi, siapa lagi ini orangnya. Karena kita semakin naik ke atas, kita sudah jauh dari tangan yang dulunya berlumuran lumpur dan darah, yang bagian meledak-meledak, bagian menyerang-menyerang, sekarang kita naik ke atas, ke bagian otak dan strategi tadi. Yang jelas, tindakan Densus dalam setiap penegakan hukum berusaha untuk meringkus, membuka, mengungkap, dan melemahkan. Sehingga kita harapkan memang ini akan bisa kita tuntaskan," terangnya.

Aswin melanjutkan, proses tersebut memang akan panjang. Dikatakan, jika dibandingkan dengan perkara pidana biasa yang setahun atau kurang dari setahun selesai, perkara ini akan terus berkelanjutan karena mengungkap jaringan.

"Ketua BM ABA yang ditangkap FS tadi, dalam strukturnya meminta petunjuk dan laporan kepada FAO (Farid Ahmad Okbah) dan AZA (Ahmad Zain An-Najah). Dia meminta petunjuk, bagaimana, apalagi yang harus dikerjakan dan seterusnya. Ini sudah kita tangkap. Kemudian kurir atau orang-orang yang membawa uang dalam proses pengumpulan dana dan melaporkan kembali kepada bendahara pusat JI, yaitu saudara SJ, ini juga sudah kita tangkap," katanya.

Aswin menyebutkan, menurut hasil pemeriksaan terungkap pendapatan Syam Abadi mencapai sekitar Rp 15 miliar per tahun. Angka tersebut baru yang tercatat dalam laporan keuangan.

"Karena kita tahu dengan sistem sel terputus yang mereka buat, dengan menghindari pencatatan-pencatatan atau record-record yang formal. Jumlah ini bisa jauh lebih fantastis dibanding yang kita ungkap dalam bentuk laporan. BM ABA sekitar Rp 14 miliar per tahun. Pada waktu penyitaan di kantor pusat Syam Organizer itu disita uang tunai sebesar Rp 944.858.500," paparnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

FKDB Silaturahmi dengan Polres Kota-Kabupaten Sukabumi

Pertemuan tersebut digelar dalam rangka silaturahmi dengan jajaran kepolisian di mana FDKB bertindak selaku mitra kerja Polri.

NASIONAL | 2 Desember 2021

Unilever Berkomitmen Dukung Peningkatan Kesehatan Masyarakat

Unilever Indonesia percaya bahwa sanitasi yang baik adalah hak bagi seluruh masyarakat Indonesia tanpa terkecuali.

NASIONAL | 2 Desember 2021

Tersangka Teroris di Luwu Timur Bertugas Simpan Senjata

Densus) 88 Antiteror Polri, membekuk dua tersangka teroris berinisial M alias AFB (48) dan MM alias AMM (44), di Luwu Timur, Sulsel, akhir November.

NASIONAL | 2 Desember 2021

Kunjungi Bali, Jokowi Akan Tinjau Infrastruktur G-20

Presiden Joko Widodo (Jokowi) beserta Ibu Negara Iriana Joko Widodo bertolak menuju Provinsi Bali untuk melakukan kunjungan kerja.

NASIONAL | 2 Desember 2021

Bandara Kediri Tingkatkan Ekonomi Jatim Bagian Selatan

Pembangunan bandara diharapkan menjadi pintu gerbang perekonomian, penunjang kegiatan pariwisata dan perdagangan, serta simpul dalam jaringan transportasi.

NASIONAL | 2 Desember 2021

Kemenhub Diminta Evaluasi Aturan E-Ticket ASDP

Pemberlakuan tiket elektronik dianggap merugikan konsumen layanan jasa penyeberangan ASDP.

NASIONAL | 2 Desember 2021

Guru Dituntut Beradaptasi dengan Platform Digital 

Di tengah kondisi global yang mengalami re-setting ke new normal, dunia pendidikan harus siap bertransformasi.

NASIONAL | 2 Desember 2021

BP Jamsostek dan KKP Serahkan Santunan untuk ABK KM Hentri I

Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono dan Direktur Utama BP Jamsostek Anggoro Eko Cahyo menyerahka santunan mencapai Rp 1,99 Miliar kepada 21 KM Hentri I.

NASIONAL | 2 Desember 2021

Fermented Mother Liquor, Nutrisi Pakan Ternak Alternatif

Fermented Mother Liquor (FML) merupakan cairan yang berasal dari hasil pengolahan produk samping dari proses produksi Monosodium Glutamat (MSG).

NASIONAL | 1 Desember 2021

Inovasi Sejumlah Pemkot Bangun Smart City

Berbagai daerah terus berupaya menata menuju kota cerdas atau smart city untuk mewujudkan pelayanan publik yang efektif dan efisien. 

NASIONAL | 1 Desember 2021


TAG POPULER

# Reshuffle Kabinet


# Vaksin Sinovac


# Reuni 212


# BWF World Tour


# Sri Mulyani



TERKINI
FKDB Silaturahmi dengan Polres Kota-Kabupaten Sukabumi

FKDB Silaturahmi dengan Polres Kota-Kabupaten Sukabumi

NASIONAL | 21 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings