Kasus Kekerasan terhadap Perempuan Meningkat di Masa Pandemi
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Hari Anti- Kekerasan Perempuan

Kasus Kekerasan terhadap Perempuan Meningkat di Masa Pandemi

Kamis, 25 November 2021 | 23:16 WIB
Oleh : Feriawan Hidayat / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Pandemi Covid-19 tidak hanya menimbulkan krisis kesehatan, melainkan juga krisis ekonomi dan sosial. Kondisi ini meningkatkan risiko terjadinya kasus kekerasan terhadap perempuan.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga mengatakan, 1 dari 3 perempuan di dunia pernah mengalami kekerasan fisik atau seksual oleh pasangan, non-pasangan, atau keduanya, setidaknya sekali dalam hidupnya. Serupa dengan kondisi global, 1 dari 3 perempuan Indonesia berusia 15-64 tahun pernah mengalami kekerasan fisik dan/atau seksual dalam hidupnya.

"Indonesia yang aman bagi perempuan tidak akan tercipta tanpa dukungan dan sinergisitas dari seluruh pihak, khususnya media. Dalam hal ini, kami sangat berharap media bisa menjalankan kode etik pemberitaan yang ramah perempuan, serta mulai mengembangkan kebijakan media untuk mendorong pencegahan kasus kekerasan terhadap perempuan," ujar Bintang dalam acara diskusi "Ubah Narasi: Peran Media dalam Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan", Kamis (25/11/2021).

Kasus Kekerasan terhadap Perempuan Meningkat di Masa Pandemi

Menteri Bintang menjelaskan, permasalahan kekerasan terhadap perempuan semakin ramai karena adanya ketidakadilan dan ketimpangan gender yang dipicu budaya patriarki di Indonesia. "Pandemi tidak hanya menimbulkan krisis kesehatan, namun juga krisis ekonomi dan sosial yang menempatkan perempuan dalam posisi rentan dan memperburuk ketimpangan gender," jelasnya.

Menurut Menteri Bintang, pemerintah sendiri telah merancang upaya menurunkan kekerasan terhadap perempuan yang terbagi dalam empat skema yakni promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.

"Upaya promotif dan preventif merupakan upaya untuk mencegah kasus terjadi. Sedangkan upaya kuratif dan rehabilitatif merupakan upaya yang dilakukan untuk menangani kasus yang telah terjadi. Media memiliki peran yang krusial dalam upaya promotif dan preventif, karena menjadi alat yang ampuh dalam mengadvokasi penghapusan kekerasan terhadap perempuan," tandasnya.

CEO Yayasan Care Peduli Bonaria Siahaan mengatakan, Care memiliki visi untuk menciptakan dunia yang memberikan harapan, bersifat inklusif dan berkeadilan, dimana semua orang dapat hidup bebas dari kemiskinan, bermartabat dan memiliki rasa aman.

"Kekerasan terhadap perempuan jelas bertentangan dengan visi tersebut, karena mana mungkin seseorang dapat hidup dengan aman dan bermartabat apabila masih mengalami kekerasan dan hidup di bawah ketakutan. Sejalan dengan visi ini, Care mempunyai komitmen untuk terus mengadvokasi dan berkolaborasi dengan semua pihak dalam upaya penghilangan kekerasan terhadap perempuan dan untuk memperjuangkan kesetaraan gender," kata Bonaria.

Bonaria menambahkan, sekalipun pemberitaan tentang kekerasan berbasis gender telah cukup banyak dan bahkan meningkat terutama sejak pandemi Covid-19, namun hal yang masih kurang diulas adalah keterkaitan antara kekerasan terhadap perempuan dengan seksisme dan ketidaksetaraan gender yang mana kedua hal ini menjadi akar masalah masih terjadinya terhadap perempuan.

Sementara itu, Komisioner Komnas Perempuan Veryanto Sitohang menjelaskan, dalam kurun waktu 12 tahun, kekerasan terhadap perempuan meningkat sebanyak 792% (hampir 800% atau 8 kali lipat).

Selama kurun waktu 10 tahun (2010-2019), jumlah kekerasan terhadap perempuan sebanyak 2.775.042 kasus. Artinya 760 kasus per hari atau 31 kasus per jam. Sepanjang 2011-2020, tercatat kekerasan seksual di ranah privat dan komunitas 49.643 kasus.

"Fenomena kekerasan terhadap perempuan adalah seperti gunung es dimana jumlah yang sebenarnya dapat lebih besar dari yang dilaporkan. Dapat diartikan juga bahwa dalam situasi yang sebenarnya, kondisi perempuan Indonesia jauh mengalami kehidupan yang tidak aman," jelasnya.

Veryanto menambahkan, kasus kekerasan terhadap perempuan di masa pandemi meningkat, dimana berdasarkan Catahu 2021, pengaduan melalui unit pelayanan dan rujukan (UPR) Komnas Perempuan meningkat, menjadi 2.389 kasus, dengan catatan 2.341 kasus berbasis gender. Sepanjang Januari hingga Oktober 2021, tercatat kekerasan terhadap perempuan di masa pandemi sebanyak 4.711 kasus.

Selain itu, data pengaduan langsung ke Komnas Perempuan, tercatat kenaikan yang cukup signifikan yakni pengaduan kasus cybercrime 281 kasus (2018 tercatat 97 kasus) atau naik sebanyak 300%. Kasus siber terbanyak berbentuk ancaman dan intimidasi penyebaran foto dan video porno korban.

"Untuk mendukung penghapusan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan, peran media menjadi sangat strategis. Kehadiran media dalam pencegahan kekerasan terhadap perempuan akan berkontribusi dalam mendekatkan hak korban atas keadilan, perlindungan dan pemulihan, khususnya melalui pengesahan RUU Tindak Pidana Kekerasan Seksual," kata Veryanto.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Waspada Gelombang hingga 6 Meter di Selat Sunda

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi hingga mencapai 6 meter di Selat Sunda.

NASIONAL | 6 Desember 2021

Kemenkes: Logistik Kesehatan untuk Korban Semeru Aman

Kemenkes menegaskan logistik kesehatan untuk korban erupsi Gunung Semeru aman dan sudah disalurkan.

NASIONAL | 6 Desember 2021

PMI Terjunkan 100 Relawan Tangani Korban Erupsi Semeru

Sekjen PMI Sudirman Said mengatakan tim PMI telah menerjunkan 100 relawan ke lokasi terdampak erupsi Semeru.

NASIONAL | 6 Desember 2021

Korban Erupsi Semeru Diberi Dana Sewa Rumah Rp 3 Juta

Korban yang huniannya rusak akibat erupsi Gunung Semeru mendapat dana sewa rumah Rp 3 juta per 6 bulan.

NASIONAL | 6 Desember 2021

Penanganan Bencana Semeru, Khofifah Berkantor di Lumajang

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memilih berkantor di Kabupaten Lumajang untuk mengawal upaya penanganan bencana guguran awan panas Gunung Semeru.

NASIONAL | 5 Desember 2021

Mahfud Bicara Soal Putusan MK di Forum Guru Besar KAHMI

Mahfud MD menyambut baik dan mendorong diskusi dan perdebatan terkait putusan MK mengenai UU Cipta Kerja.

NASIONAL | 5 Desember 2021

Wayan Sudirta Dikukuhkan sebagai Ketua Hima PDH UKI

UKI mengukuhkan I Wayan Sudirta sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Program Doktor Hukum (Hima PDH) untuk periode 2021-2023.

NASIONAL | 5 Desember 2021

Bakamla Evakuasi Longboat Mati Mesin di Tual

Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi sebuah longboat yang mengalami mati mesin di perairan Tanjung Tamedan, Tual, Maluku Minggu (5/12/21).

NASIONAL | 5 Desember 2021

Banjir Terjang Pulau Kangean Sumenep

Banjir menerjang perkampungan warga di Kepulauan Kangean, Kecamatan Arjasa Sumenep, Jawa Timur.

NASIONAL | 5 Desember 2021

Polisi Ungkap Alasan KKB Bakar SMAN 1 Oksibil

Satgas Nemangkawi menduga SMAN 1 Oksibil dibakar KKB yang tak suka melihat pemuda Oksibil bersekolah dan berpendidikan untuk memajukan Papua. 

NASIONAL | 5 Desember 2021


TAG POPULER

# Mahasiswi Bunuh Diri


# Kasus Anak Ahok


# Kereta Api Tabrak Angkot


# Marcus/Kevin


# Jokowi 3 Periode



TERKINI
IPO, Tays Bakers Ingin Ekspansi ke Pasar ASEAN

IPO, Tays Bakers Ingin Ekspansi ke Pasar ASEAN

EKONOMI | 7 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings