Logo BeritaSatu

66,6% Anak Lelaki Melihat Pornografi di Media Online

Selasa, 30 November 2021 | 18:25 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / JEM

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) mencatat sebanyak 66,6% anak lelaki dan 63,2% anak perempuan pernah menyaksikan kegiatan seksual di media online.

Hal itersebut disampaikan Asisten Deputi Pelayanan Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus Kementerian PPPA Robert Parlindungan Sitinjak dalam jumpa pers pengungkapan kasus pelecehan anak melalui game online, di Mabes Polri, Selasa (30/11/2021).

"Menurut data kita, Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja (SNPHAR) bahwa cukup besar anak-anak yang menyaksikan kegiatan seksual melakui media online. (Ada) 66,6% anak laki-laki di seluruh Indonesia sudah pernah menyaksikan seksual di media online, demikian juga anak perempuan hampir sama 63,2%," ujar Robert.

Berdasarkan data sistem informasi online Kementerian PPPA, kata Robert, sebanyak 11.149 anak menjadi korban kekerasan dalam kurun waktu 10 bulan di tahun 2021.

"Ini cukup tinggi sekali kekerasan terhadap anak. Dari jumlah itu, sekitar 3.500 anak laki-laki menjadi korban dan yang terbesar anak perempuan 8.712 orang," ungkapnya.

Kemudian, 34,5% anak laki-laki dan sekitar 25% pernah terlibat dalam pornografi, termasuk pencabulan dan hal lainnya. Lalu, 38,2% anak laki-laki dan 39% anak perempuan pernah mengirimkan foto kegiatan seksual melalui media online.

"Jadi media online ini dipenuh oleh hal-hal yang tidak pantas dilihat oleh anak-anak. Ini semakin kompleks dengan berkembangnya teknologi yang semakin pesat," katanya.

Menurut Robert, pornografi merupakan salah satu hal yang dapat merusak anak-anak. Pornografi bisa menimbulkan suatu ketagihan serius, dan juga membentuk pergesaran emosi dan perilaku sosial anak.

Robert mengungkapkan, Kementerian PPPA saat ini sedang fokus untuk menyusun peta jalan perlindungan anak di ranah daring atau road map child online protection.

"Peta jalan ini menjadi pedoman yang harus dipatuhi dan menjadi acuan oleh seluruh kementerian lembaga, baik dunia usaha, akademi, masyarakat serta stakeholeder dalam upaya pencegahan dan penanganan kekerasan dan eksploitasi anak di ranah daring," jelasnya.

Tujuannya, kata Robert, pertama mendorong terjadinya perubahan regulasi, kebijakan dan program untuk memperhatikan perlindungan anak di ranah daring.

"Apabila sudah ada regulasi atau kebijakan, kalau memang dia belum memperhatikan perlindungan kita ubah, kita revisi menjadi lebih baik," katanya.

Kedua, tambahnya, memberikan prinsip dasar untuk membentuk komitmen nasional ke semua pemangku kepentingan terkait, menyusun pencapaian langkah waktu 5 tahun ke depan.

"Karena kami khawatir 2022 ini trennya naik. Mudah-mudahan dengan kita usaha bersama ini trennya turun. Memang tidak bisa sekejap, tetapi harus ada upaya-upaya yang harus kami lakukan yang saat ini sedang berproses," ucapnya.

Kendati demikian, kata Robert, semua regulasi tidak bisa berjalan maksimal dan optimal tanpa peran orang tua.

"Jadi mohon orang tua supaya memperhatikan, karena orang tua yang berperan penting melakukan sensor mandiri dan harus menguatkan kemampuan literasi digital. Jadi orang tua ini harus ada kesadaran bahwa online ini tidak main-main bahayanya untuk masa depan. Selanjutnya, kita juga mengedukasi agar masyarakat melaporkan konten yang tidak nyaman buat anak," tandasnya.

Sementara itu, Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Margaret Aliyatul Maimunah, menyampaikan apresiasi kepada Dittipid Siber Bareskrim Polri karena telah berhasil mengungkap kasus kejahatan seksual terhadap anak perempuan di bawah umur melalui game online.

Margaret mengungkapkan, kasus serupa juga pernah terjadi pada tahun 2019, di mana game online menjadi perantara kejahatan seksual di dunia maya.

"Berkaca dengan kasus itu, tentu ini menjadi kewaspadaan dan perhatian kita bersama. Jadi meskipun anak-anak bersama dengan kita berada di rumah, tapi belum tentu aman menjadi korban kasus kekerasan seksual online. Karena kasus kekerasan sekusal online tidak perlu bertemu pelaku dengan korban, bisa jadi pelaku dan korban berada di tempat berbeda. Jadi ini tentu menjadi perhatian dan kewaspadaan kita bersama," katanya.

Margaret menegaskan, sangat penting bagi orang tua untuk tidak mengabaikan aktivitas anak terkait dengan internet dan gadgetnya.

"Anak-anak tentu menbutuhkan adanya pendampingan dari orang tua ketika mereka beraktivitas dengan internet atau gadget," ucapnya.

Margaret mengatakan, internet atau game sangat rentan melibatkan anak-anak menjadi korban kejahatan siber, bahkan dalam posisi tertentu dapat melibatkan anak menjadi pelaku.

"Orang tua harus membangun komunikasi yang baik dengan anak, dengan siapa anak bermain di dunia internet, kontennya apa? Game online pun tidak semuanya aman untuk anak kita, sehingga perlu menjaga kewaspadaan dan perlu pendampingan, pengawasan kepada anak-anak," tandasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Data Penerima Vaksin Covid-19 sampai 27 September 2022

Berikut ini Data Penerima Vaksin Covid-19 sampai 27 September 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 27 September 2022

Data Kasus & Kematian Covid-19 di Jakarta, 27 September 2022

Berikut ini Data Kasus & Kematian Covid-19 di Jakarta, 27 September 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 27 September 2022

Data Kasus Aktif Covid-19 Nasional sampai 27 September 2022

Berikut ini Data Kasus Aktif Covid-19 Nasional sampai 27 September 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 27 September 2022

Data Prevalensi Covid-19 di 10 Provinsi, 27 September 2022

Berikut ini Data Prevalensi Covid-19 di 10 Provinsi, 27 September 2022 sesuai denan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 27 September 2022

Data Positivity Rate Covid-19 sampai 27 September 2022

Berikut ini Data Positivity Rate Covid-19 sampai 27 September 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 27 September 2022

Data Kesembuhan Covid-19 di 10 Provinsi, 27 September 2022

Berikut ini Data Kesembuhan Terendah Covid-19 di 10 Provinsi, 27 September 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 27 September 2022

Kasus Positif dan Kematian Covid-19 sampai 27 September 2022

Berikut ini Data Kasus Positif dan Kematian Covid-19 sampai 27 September 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 27 September 2022

PDIP Jelaskan Wajah Kesal Puan Saat Bagikan Kaus ke Warga

Politikus PDIP Said Abdullah menjelaskan wajah kesal Ketua DPR Puan Maharani saat membagikan kaus ke warga di Jawa Barat yang videonya viral di media sosial.

NEWS | 28 September 2022

Data Kematian Covid-19 di 10 Provinsi, 27 September 2022

Berikut ini Data Kematian Tertinggi Covid-19 di 10 Provinsi, 27 September 2022 seperti data dari kementerian Kesehatan.

NEWS | 27 September 2022

Prediksi Puncak Covid-19 Berdasarkan Data, 27 September 2022

Berikut ini Prediksi Puncak Covid-19 Berdasarkan Data, 27 September 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 27 September 2022


TAG POPULER

# Kevin Sanjaya


# Surplus APBN


# Kompor Listrik


# AKBP Arif Rachman


# Lukas Enembe


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
PDIP Jelaskan Wajah Kesal Puan Saat Bagikan Kaus ke Warga

PDIP Jelaskan Wajah Kesal Puan Saat Bagikan Kaus ke Warga

NEWS | 4 jam yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings