66,6% Anak Lelaki Melihat Pornografi di Media Online
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

66,6% Anak Lelaki Melihat Pornografi di Media Online

Selasa, 30 November 2021 | 18:25 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / JEM

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) mencatat sebanyak 66,6% anak lelaki dan 63,2% anak perempuan pernah menyaksikan kegiatan seksual di media online.

Hal itersebut disampaikan Asisten Deputi Pelayanan Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus Kementerian PPPA Robert Parlindungan Sitinjak dalam jumpa pers pengungkapan kasus pelecehan anak melalui game online, di Mabes Polri, Selasa (30/11/2021).

"Menurut data kita, Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja (SNPHAR) bahwa cukup besar anak-anak yang menyaksikan kegiatan seksual melakui media online. (Ada) 66,6% anak laki-laki di seluruh Indonesia sudah pernah menyaksikan seksual di media online, demikian juga anak perempuan hampir sama 63,2%," ujar Robert.

Berdasarkan data sistem informasi online Kementerian PPPA, kata Robert, sebanyak 11.149 anak menjadi korban kekerasan dalam kurun waktu 10 bulan di tahun 2021.

"Ini cukup tinggi sekali kekerasan terhadap anak. Dari jumlah itu, sekitar 3.500 anak laki-laki menjadi korban dan yang terbesar anak perempuan 8.712 orang," ungkapnya.

Kemudian, 34,5% anak laki-laki dan sekitar 25% pernah terlibat dalam pornografi, termasuk pencabulan dan hal lainnya. Lalu, 38,2% anak laki-laki dan 39% anak perempuan pernah mengirimkan foto kegiatan seksual melalui media online.

"Jadi media online ini dipenuh oleh hal-hal yang tidak pantas dilihat oleh anak-anak. Ini semakin kompleks dengan berkembangnya teknologi yang semakin pesat," katanya.

Menurut Robert, pornografi merupakan salah satu hal yang dapat merusak anak-anak. Pornografi bisa menimbulkan suatu ketagihan serius, dan juga membentuk pergesaran emosi dan perilaku sosial anak.

Robert mengungkapkan, Kementerian PPPA saat ini sedang fokus untuk menyusun peta jalan perlindungan anak di ranah daring atau road map child online protection.

"Peta jalan ini menjadi pedoman yang harus dipatuhi dan menjadi acuan oleh seluruh kementerian lembaga, baik dunia usaha, akademi, masyarakat serta stakeholeder dalam upaya pencegahan dan penanganan kekerasan dan eksploitasi anak di ranah daring," jelasnya.

Tujuannya, kata Robert, pertama mendorong terjadinya perubahan regulasi, kebijakan dan program untuk memperhatikan perlindungan anak di ranah daring.

"Apabila sudah ada regulasi atau kebijakan, kalau memang dia belum memperhatikan perlindungan kita ubah, kita revisi menjadi lebih baik," katanya.

Kedua, tambahnya, memberikan prinsip dasar untuk membentuk komitmen nasional ke semua pemangku kepentingan terkait, menyusun pencapaian langkah waktu 5 tahun ke depan.

"Karena kami khawatir 2022 ini trennya naik. Mudah-mudahan dengan kita usaha bersama ini trennya turun. Memang tidak bisa sekejap, tetapi harus ada upaya-upaya yang harus kami lakukan yang saat ini sedang berproses," ucapnya.

Kendati demikian, kata Robert, semua regulasi tidak bisa berjalan maksimal dan optimal tanpa peran orang tua.

"Jadi mohon orang tua supaya memperhatikan, karena orang tua yang berperan penting melakukan sensor mandiri dan harus menguatkan kemampuan literasi digital. Jadi orang tua ini harus ada kesadaran bahwa online ini tidak main-main bahayanya untuk masa depan. Selanjutnya, kita juga mengedukasi agar masyarakat melaporkan konten yang tidak nyaman buat anak," tandasnya.

Sementara itu, Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Margaret Aliyatul Maimunah, menyampaikan apresiasi kepada Dittipid Siber Bareskrim Polri karena telah berhasil mengungkap kasus kejahatan seksual terhadap anak perempuan di bawah umur melalui game online.

Margaret mengungkapkan, kasus serupa juga pernah terjadi pada tahun 2019, di mana game online menjadi perantara kejahatan seksual di dunia maya.

"Berkaca dengan kasus itu, tentu ini menjadi kewaspadaan dan perhatian kita bersama. Jadi meskipun anak-anak bersama dengan kita berada di rumah, tapi belum tentu aman menjadi korban kasus kekerasan seksual online. Karena kasus kekerasan sekusal online tidak perlu bertemu pelaku dengan korban, bisa jadi pelaku dan korban berada di tempat berbeda. Jadi ini tentu menjadi perhatian dan kewaspadaan kita bersama," katanya.

Margaret menegaskan, sangat penting bagi orang tua untuk tidak mengabaikan aktivitas anak terkait dengan internet dan gadgetnya.

"Anak-anak tentu menbutuhkan adanya pendampingan dari orang tua ketika mereka beraktivitas dengan internet atau gadget," ucapnya.

Margaret mengatakan, internet atau game sangat rentan melibatkan anak-anak menjadi korban kejahatan siber, bahkan dalam posisi tertentu dapat melibatkan anak menjadi pelaku.

"Orang tua harus membangun komunikasi yang baik dengan anak, dengan siapa anak bermain di dunia internet, kontennya apa? Game online pun tidak semuanya aman untuk anak kita, sehingga perlu menjaga kewaspadaan dan perlu pendampingan, pengawasan kepada anak-anak," tandasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Tiga Faktor Ini Penyebab Kerusakan Bangunan Akibat Gempa Banten

Ada tiga faktor penyebab kerusakan bangunan yang terjadi akibat gempa Banten.

NASIONAL | 20 Januari 2022

Gus Yahya-Nadiem Sepakat Perangi Intoleran, Pelecehan, dan Perundungan

Gus Yahya bersama Nadiem Anwar Makarim sepakat memerangi intoleran, pelecehan seksual dan perundungan.

NASIONAL | 20 Januari 2022

Antisipasi Omicron, Bandung Kembali Terapkan Random Test Covid-19

Pemerintah Kota Bandung menerapkan kembali random test Covid-19 secara acak kepada siswa yang mengikuti pembelajaran tatap muka.

NASIONAL | 20 Januari 2022

Itong Isnaeni Tiba di KPK

Hakim PN Surabaya yang terjerat OTT oleh KPK Itong Isnaeni Hidayat tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (20/1/2022) malam

NASIONAL | 20 Januari 2022

PTM 100% untuk Jaga Kualitas Capaian Pembelajaran

Pembelajaran tatap muka (PTM) dimaksudkan untuk menjaga kualitas capaian pembelajaran di seluruh sekolah setelah sebelumnya cukup lama diberlakukan PJJ

NASIONAL | 20 Januari 2022

KPK Masih Hitung Jumlah Uang yang Disita dari OTT Hakim PN Surabaya

Jumlah uang yang diamankan KPK dari operasi tangkap tangan (OTT) hakim di PN Surabaya masih dihitung.

NASIONAL | 20 Januari 2022

Pengemplang BLBI Jaminkan Aset Tanah, Mahfud MD: Ternyata Laut

Pengemplang aset BLBI ternyata “menjaminkan” laut, bukan tanah. Hal ini disampaikan Menko Polhukam Mahfud MD.

NASIONAL | 20 Januari 2022

1.378 Personel TNI-Polri Buru Tiga DPO Terduga Teroris Poso

1.378 personel TNI-Polri diterjunkan dalam operasi Madago Raya tahap I Tahun 2022 untuk mengejar tiga daftar pencarian orang (DPO) terduga teroris Poso.

NASIONAL | 20 Januari 2022

OTT 3 Kepala Daerah dan Hakim, Firli Bahuri: KPK Tidak Pandang Bulu

KPK melakukan OTT tiga kepala daerah, panitera, pengacara, dan hakim pada awal 2022.

NASIONAL | 20 Januari 2022

Soal Pesawat Tempur Rafale, Prabowo: Tinggal Tunggu Kontrak

Prabowo Subianto menyebutkan pengadaan pesawat tempur generasi 4,5, yakni Dassault Rafale buatan Perancis tinggal menunggu kontrak.

NASIONAL | 20 Januari 2022


TAG POPULER

# Arteria Dahlan


# Rahmat Effendi


# IBL


# Gaga Muhammad


# Kereta Peluru



TERKINI
KPK Tetapkan Hakim PN Surabaya Tersangka Suap Penanganan Perkara

KPK Tetapkan Hakim PN Surabaya Tersangka Suap Penanganan Perkara

NASIONAL | 40 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings