Gesekan Antara Oknum Polri-TNI Disesalkan
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Gesekan Antara Oknum Polri-TNI Disesalkan

Rabu, 1 Desember 2021 | 10:16 WIB
Oleh : Yudo Dahono / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Selama satu pekan terakhir setidaknya sudah ada tiga peristiwa gesekan antara oknum anggota Polri dan TNI serta antar oknum anggota mantra yang membuat miris publik. Tiga bentrokan tersebut yakni, AD vs Polri di Ambon dan Papua. Sementara di Batam juga terjadi bentrokan antara AD vs Marinir. Beruntung ketiga bentrokan tersebut berujung damai di antara mereka.

Pengamat militer dan pertahanan dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi menegaskan, yang pasti bentrokan antar oknum aparat keamanan bisa berdampak buruk bagi kinerja mereka. Dampak tersebut baik dalam penegakan kedaulatan, penegakan keamanan dan ketertiban masyarakat, maupun penegakan hukum. Oleh karena itu bentrokan di antara mereka harusnya dihindari.

"Benturan antar kesatuan, baik sesama TNI, sesama Polri maupun antara TNI dengan Polri memang selalu potensial terjadi, apalagi di daerah konflik," ujar Khairul melalui keterangan, Rabu (1/12/2021).

Khairul menyebut, ada beberapa hal yang membuat bentrokan di antara oknum kerap terjadi. Selain karena tingkat stres yang jelas lebih tinggi, juga harus mengakui bahwa para prajurit, baik TNI maupun Polri memang dicetak untuk bermental juara. Oleh karena itu kesalahan dan kekalahan adalah hal yang dianggap sangat memalukan.

"Kemudian harus disoroti juga adanya kesenjangan antara konstruksi realitas digital dengan realitas sosial," jelasnya

Di ruang digital, sambung Khairul, tampak ada sinergitas yang baik ditampilkan pimpinan TNI dan Polri melalui beragam event dan momen seremonial. Namun kenyataannya, persoalan kecil saja ternyata sudah bisa memicu perkelahian bahkan kontak senjata yang bukan saja membahayakan para prajurit itu sendiri namun juga dapat mengancam keselamatan warga masyarakat.

"Ini penyakit kambuhan. Berulang terus dan tidak pernah diobati dengan baik. Padahal kalaupun tidak bisa disembuhkan, setidaknya ada komitmen bersama untuk membenahi internal masing-masing," tandasnya.

Khairul mengungkapkan, bentrokan di antara mereka pemicunya ada di dalam rumah. Seperti egosektoral, superioritas, kebanggaan dan jiwa korsa yang dipompa berlebihan, yang kemudian berekses rendahnya penghormatan dan hadirnya ketidaksukaan pada pihak lain.

Di sisi lain, masing-masing pihak juga perlu introspeksi diri, terutama terkait kepercayaan publik. Polri misalnya, sebagai institusi yang memiliki fungsi pelayanan publik harus terus memperbaiki diri untuk meningkatkan dukungan publik dengan meminimalisir praktik buruk dalam kerja-kerja pelayanan publik dan penegakan hukum yang dilakukan.

Khairul mengatakan, meski TNI (AD, AL dan AU), memiliki tingkat kepercayaan yang lebih baik, sebagai institusi yang mestinya tidak banyak terlibat langsung dalam urusan-urusan publik. Oleh karena itu prajurit TNI harus bisa mengendalikan diri dari keterlibatan berlebihan dan tidak menonjolkan superioritasnya.

"Kuncinya ada pada pembenahan integritas moral dan praktik-praktik kepemimpinan terutama bagi para pimpinan/perwira di lapangan.Merekalah yang mestinya paling dulu menerapkan kedisiplinan, kepatuhan dan kesadaran untuk tidak melakukan tindakan yang memalukan dan merusak nama baik korps, dan ini akan menjadi teladan bagi para personel di bawahnya" paparnya.

Memalukan
Pengamat politik dari Universitas 17 Agustus 45 (Untag), Jakarta, Fernando Ersento Maraden Sitorus mengatakan, bentrok antar oknum anggota TNI dengan oknum anggota Polri atau antar oknum anggota TNI dengan oknum anggota TNI disebabkan dalam seleksi perekrutan kurang ketat khususnya dalam tes psikologi.

Oleh karena itu perlu dilakukan pembinaan secara berkala terhadap para anggota TNI dan anggota Polri pada tingkat Tamtama dan Bintara agar bisa terdeteksi secara dini terhadap anggota yang perlu pembinaan khusus. Oleh karena itu bentrokan antara anggota TNI dengan anggota Polri dilakukan oleh oknum-oknum dari dua institusi tersebut yang sangat memalukan dan merusak nama institusi.

"Sangat disayangkan masih saja terjadi bentrok antara oknum TNI dan Polri mauoun antara oknum TNI dengan TNI yang merupakan sama-sama alat negara yang seharusnya bertugas menjaga pertahanan dan keamanan di seluruh wilayah Indonesia," paparnya.

Direktur Rumah Politik (RoI) Indonesia ini menuturkan, Jenderal Andika Perkasa sebagai Panglima TNI yang baru saja dilantik sedang diuji kemampuannya untuk mengambil tindakan dan keputusan yang tepat.Bentrokan antara matra ini juga merupakan test kepemimpinan Jenderal Andika yang juga merupakan kandidat Capres pilihan di 2024.

Fernando meminta agar seluruh anggota TNI dan anggota Polri untuk tidak lagi memiliki jiwa korsa hanya untuk kesatuan atau institusinya saja tetapi harus menanamkan jiwa korsa dalam kesatuan Indonesia. "Jangan sampai terjadi lagi ada oknum anggota TNI maupun oknum anggota Polri yang mengganggu stabilitas keamanan yang seharusnya mereka jaga," jelasnya.

Panglima TNI, sambung Fernando, harus melakukan tindakan yang tegas terhadap anggotanya yang menyimpang. Bila perlu Panglima TNI lakukan pemecatan terhadap oknum anggotanya yang sudah mencoreng nama baik institusi. Tindakan tegas itu agar jangan sampai oknum-oknum gampang melakukan tindakan yang menyimpang dari tugasnya.

Kapuspen TNI Mayjen TNI Prantara Santosa menyatakan, Pusat Polisi Militer TNI bersama-sama dengan Pusat Polisi Militer TNI AD atau Angkatan terkait sedang melakukan proses hukum terhadap semua oknum anggota TNI yang terlibat dalam dugaan tindak pidana tersebut.

"TNI juga sudah melakukan koordinasi dengan Polri untuk melakukan proses hukum terhadap oknum anggota Polri yang terlibat dalam dugaan tindak pidana tersebut," ujar Mayjen TNI Prantara Santosa dalam keterangannya, Selasa (30/11/2021).



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

2 Warga Tanjungpinang Jadi Korban Kapal Tenggelam di Malaysia

Dua warga Kelurahan Tanjungpinang, Kepri menjadi korban tenggelamnya kapal bot pancung PMI di Teluk Ramunia, Malaysia beberapa waktu lalu.

NASIONAL | 23 Januari 2022

Peradi Pergerakan Sebut Ada Transaksi Mencurigakan di Rekening Orari

Peradi Pergerakan mengungkap adanya transaksi mencurigakan terkait rekening bank milik Organisasi Amatir Radio Indonesia (Orari).

NASIONAL | 23 Januari 2022

Polisi Usut Kasus Tewasnya 5 Buruh Kopra di Dalam Kapal

Polda Jambi terus menyelidiki kasus tewasnya lima buruh kopra yang meninggal dunia di dalam kapal tug boat PT Kurnia Tunggal di perairan Tanjungjabung Timur.

NASIONAL | 23 Januari 2022

Polisi Didesak Segera Tangkap Edy Mulyadi karena Diduga Hina Kalimantan

Forum Dayak Bersatu berharap polisi segera menangkap Edy Mulyadi karena diduga telah menghina masyarakat Kalimantan.

NASIONAL | 23 Januari 2022

Penyelidikan Sementara: Tronton Maut Balikpapan Telah Dimodifikasi

Truk tronton maut yang menabrak sejumlah mobil dan sepeda motor di Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (21/1/2022) pagi ternyata telah dimodifikasi.

NASIONAL | 23 Januari 2022

Polisi: Pembakaran Rumah Terkait PSU Yalimo

Kapolres Yalimo AKBP Herman Napitupulu mengatakan, pembakaran dua rumah warga di Elelim, Yalimo, Papua Sabtu (22/1/2022) terkait pemungutan suara ulang (PSU).

NASIONAL | 23 Januari 2022

Resmi, Pengurus Himpunan Alumni IPB Dilantik

Sebanyak 266 pengurus Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (DPP HA IPB) periode 2021-2025 dilantik pada Minggu (23/01/2022).

NASIONAL | 23 Januari 2022

Satupena Bertransformasi Menjadi Alinea

Perkumpulan penulis yang tergabung dalam Satupena secara resmi bertransformasi menjadi Perkumpulan Penulis Indonesia Alinea.

NASIONAL | 23 Januari 2022

Mendagri Apresiasi Capaian Realisasi APBD 2021 Riau

Kemendagri mengapresiasi capaian realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran (APBD TA) 2021 Provinsi Riau.

NASIONAL | 23 Januari 2022

Din Syamsuddin Akan Uji Materi UU IKN ke MK

Din Syamsuddin akan segera melakukan uji materi terhadap UU IKN ke Mahkamah Konstitusi.

NASIONAL | 23 Januari 2022


TAG POPULER

# Kakek Dihakimi Massa


# Alinea


# Omicron


# Covid-19


# Arsenal



TERKINI
Pemain Timnas Putri Indonesia Sempat Stres Setelah Kalah 0-18 dari Australia

Pemain Timnas Putri Indonesia Sempat Stres Setelah Kalah 0-18 dari Australia

BOLA | 4 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings